Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Perhitungan PPh Pasal 21

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Perhitungan PPh Pasal 21

Tim HRD dalam perusahaan umumnya memiliki posisi yang bertanggung jawab dalam manajemen payroll. Dalam menentukan besaran gaji karyawan, akan ada potongan-potongan yang diberikan terhadap karyawan sebelum gaji tersebut diterima. Salah satu yang wajib ada dan masuk dalam potongan tersebut adalah PPh Pasal 21.
PPh Pasal 21 adalah sebuah pajak yang dikenakan terhadap penghasilan karyawan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Perhitungan PPh Pasal 21 tersebut sebenarnya dapat dilakukan secara tepat dan mudah. Namun, dalam beberapa perhitungannya sering kali terjadi kesalahan. Kesalahan-kesalahan dalam perhitungan PPh Pasal 21 yang umum terjadi di antaranya:

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

1. Tidak memasukkan biaya jabatan

Biaya jabatan merupakan unsur penting dalam menghitung pajak penghasilan. Oleh karena itu, wajib bagi HRD untuk memasukkan biaya jabatan ke dalam perhitungan PPh Pasal 21. Biaya jabatan adalah biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan. Umumnya, besaran biaya jabatan adalah 5% dari pendapatan bruto. Jika hal tersebut lupa atau sengaja tidak disertakan, maka hasil perhitungan PPh Pasal 21 menjadi tidak tepat.

Baca juga: Tunjangan Jabatan, Pengertian, Jenis, dan Besaran

2. Tidak memasukkan iuran pensiun

Iuran pensiun (iuran tunjangan hari tua) merupakan iuran yang dibayar oleh karyawan ketika mereka atau pihak perusahaan ikut serta dalam program pensiun. Besaran netto yang diterima karyawan adalah hasil dari pendapatan bruto dikurangi biaya jabatan, serta biaya iuran pensiun tersebut, dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Jika iuran pensiun tidak disertakan dalam perhitungan, maka biaya pensiun menjadi tidak ada dan hasil perhitungan menjadi tidak akurat.

3. Salah menentukan status PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Kesalahan lain yang banyak dilakukan perusahaan dalam penghitungan PPh Pasal 21 adalah salah dalam menentukan status PTKP karyawan. PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak memiliki perhitungan yang disesuaikan dengan status dari karyawan wajib pajak. PTKP sendiri merupakan jumlah penghasilan yang tidak dikenai pajak penghasilan, sehingga para wajib pajak yang penghasilannya sebesar PTKP atau di bawah batas PTKP tidak perlu membayar pajak penghasilan. Berikut besaran PTKP, tarif terbaru sesuai PMK No. 101/PMK.010/2016:

  • Rp54.000.000,- untuk diri wajib pajak orang pribadi.
  • Rp4.500.000,- tambahan untuk wajib pajak yang telah menikah.
  • Rp54.000.000,- untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
  • Rp4.500.000,- tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.

Perbedaan-perbedaan besaran tarif pada setiap status wajib pajak inilah yang membuat kesalahan perhitungan kerap terjadi. Pada dasarnya, besaran PTKP ini diibaratkan sebagai besaran kebutuhan pokok karyawan selama 1 (satu) tahun. Oleh karena itu, pemerintah tidak membebani karyawan dengan kategori tertentu terhadap pajak penghasilan. Namun, ketika ada kesalahan dalam mengisi status PTKP, wajib pajak bisa saja dikenakan PPh. Hal tersebut tentu menyebabkan kesalahan fatal tidak hanya dalam menghitung pajak penghasilan, namun juga menghitung gaji yang akan diterima karyawan.

4. Terjadi human error

Human error sebenarnya adalah hal yang lumrah terjadi saat melakukan perhitungan. Misalnya, kesalahan saat menambahkan, mengurangi, ataupun mengalikan angka, dan sebagainya. Bahkan, poin-poin sebelumnya adalah bentuk human error yang sering terjadi di perusahaan. Walaupun terbilang lumrah, hal tersebut akan menjadi fatal jika dibiarkan terjadi terus menerus.

Dampak terburuknya, take home pay dari perusahaan yang diterima karyawan akan kurang dari jumlah yang seharusnya, atau akan merugikan perusahaan karena kelebihan bayar. Di era digital seperti sekarang ini, kesalahan perhitungan karena human error seperti itu dapat dicegah dengan menggunakan aplikasi penghitung otomatis.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan PPh Pasal 21 ataupun pembayaran gaji karyawan, sebagai tim HR, Anda bisa menggunakan cara yang lebih mudah dengan  software payroll Talenta. Dengan memanfaatkan fitur payroll, Anda bisa melakukan perhitungan PPh 21 dan proses penggajian secara mudah, cepat, dan akurat.

Talenta juga memberikan kemudahan untuk melakukan pembetulan perhitungan jika ada yang tidak sesuai secara lebih cepat dan tepat daripada penghitungan manual. Tak hanya itu, Talenta juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain seperti absensi, reimbursement, dan masih banyak lagi. Segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga dan nikmati kemudahan dalam mengelola administrasi perusahaan dan karyawan Anda.


PUBLISHED19 Sep 2019
Fitri
Fitri