Kenali Beragam Emosi yang Kerap Muncul Saat Proses Interview Kerja

Kenali Beragam Emosi yang Kerap Muncul Saat Proses Interview Kerja

Tak bisa dipungkiri, proses interview kerja terkadang membuat para kandidat karyawan merasakan beragam rasa atau lebih tepatnya letupan dalam dirinya. Campur aduk, tak jarang emosi yang dirasakan ini dapat memengaruhi performa mereka ketika diinterview oleh Anda sebagai pihak HR atau wakil perusahaan.
Karena pada dasarnya emosi ini dapat memengaruhi performa sang kandidat, maka Anda perlu menyadari ragam emosi apa yang tengah dirasakan si kandidat kala melakukan proses interview. Hal ini perlu dilakukan, supaya Anda bisa mengenal pribadi dan potensi si kandidat dengan baik serta tak berfokus pada emosi yang dirasakan si kandidat kala melakukan proses interview dengan Anda.
Dikutip dari Career Addict, berikut adalah beberapa ragam emosi yang kerap dirasakan kandidat karyawan selama proses interview kerja. Kenali dan jadikan bekal untuk melakukan proses interview Anda di kemudian hari, agar Anda lebih bisa mengenali potensi dari para kandidat.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

1. Gugup

Emosi ini adalah ragam jenis yang kerap muncul kala kandidat melakukan proses interview kerja. Terutama, jika interview yang dilakukannya ini adalah yang pertama.
Tanda-tanda jika si kandidat mulai merasakan letupan emosi ini saat proses interview adalah ia akan sangat cemas dan nampak tak fokus. Hal ini dikarenakan pikiran dalam otaknya bercabang dan kecemasan adalah sebagian besar hal yang hinggap di pikiran.
Jika Anda mendapati kandidat yang menunjukkan letupan emosi berikut, maka coba bantu ia untuk merasakan rileks. Caranya, bisa dengan memberikan senyum ketika ia baru masuk ruang interview. Anda juga bisa memberikan pertanyaan ringan nan memancing candaan sebelum memulai interview kerja.

2. Panik

Jenis emosi negatif kedua yang kerap dirasakan kandidat ketika hendak melakukan interview kerja adalah panik. Hal ini bahkan biasanya muncul sehari sebelum mereka melakukan interview yang menyebabkan kandidat kurang tidur atau istirahat.
Akibatnya, saat interview mereka yang terserang letupan emosi ini bakal terlihat kurang fokus, nampak letih dan lesu. Bahkan tak jarang mereka yang merasakan panik akan terburu-buru menjawab pertanyaan dan nampak bertele-tele saat menjawab setiap pertanyaan yang Anda lontarkan.
Untuk mengakali kepanikan yang dirasakan kandidat, Anda sebagai interviewee bisa melakukan berbagai cara. Misalnya, menanyakan pertanyaan yang fokus pada contoh kasus atau langkah konkret si kandidat ketika dihadapkan pada tantangan atau sesuatu yang berkaitan dengan cara kerjanya saat telah bergabung dengan perusahaan.
Mengajukan pertanyaan model ini akan sangat membantu Anda mendapat jawaban yang sesuai. Anda juga akan lebih mudah mengidentifikasi, apakah si kandidat memang sedang terserang panik hingga menjawab pertanyaan dengan kurang fokus atau memang ia adalah sosok yang kurang kompeten dengan posisi kerja yang sedang Anda atau perusahaan butuhkan.

3. Frustasi

Jenis emosi ini kerap muncul ketika proses interview hampir berakhir. Hal ini bisa muncul karena kemungkinan besar si kandidat merasa ada yang salah atau kurang selama proses interview. Selain itu, rasa frustasi bisa saja muncul akibat si kandidat merasa memberikan jawaban yang salah dan juga raut wajah si interviewee menunjukkan ketidakpuasaan saat mendengar jawaban kandidat.
Untuk mengatasi atau tak membuat kandidat merasa frustasi selama proses interview kerja, maka usahakan untuk tetap netral. Netral yang dimaksud ada kaitannya dengan gerak-gerik wajah dan juga tubuh.
Sebisa mungkin, usahakan wajah dan tubuh untuk tidak menunjukkan ekspresi khusus terutama yang berkaitan dengan ketidakpuasaan. Misalnya mengernyitkan dahi, memalingkan mata sembari menekuk bibir, tidak melihat si kandidat dengan tatapan antusias dan juga menekuk kedua tangan di depan dada.
Mungkin Anda berpikir hal ini biasa saja dilakukan, akan tetapi secara tak sadar itu bisa memengaruhi sisi psikologis dari si kandidat. Ia merasa insecure dan frustasi karena merasa dipandang sebelah mata.
Itulah beberapa jenis emosi yang mungkin kerap Anda temukan kala melakukan interview dengan kandidat karyawan. Letupan emosi memang hal wajar yang dirasakan seseorang, terutama kandidat karyawan yang sedang dalam proses interview.
Namun jangan sampai letupan emosi yang Anda rasakan atau lihat dari si kandidat malah menutupi penilaian Anda pada diri mereka. Malah yang paling buruk adalah Anda jadi tak bisa netral atau imbang dan cenderung untuk mengabaikan potensi mereka.
Sumber data : www.careeraddict.com


PUBLISHED26 Jan 2018
talenta
talenta