Kelebihan dan Kekurangan Sistem Dropship

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Dropship

Dalam dunia bisnis, terdapat beberapa jenis metode yang bisa diterapkan, salah satunya adalah dropship. Sistem bisnis ini cukup terkenal dan banyak diminati masyarakat di samping sistem reseller. Keduanya mirip namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari segi keuntungan dan kerugiannya. Reseller adalah bisnis tanpa perlu produksi atau menjualkan barang orang lain. Biasanya untuk bisa menjadi reseller, maka Anda harus membeli sejumlah barang dengan minimal jumlah tertentu sehingga bisa mendapat harga lebih murah. Berbeda dengan reseller, sistem dropship tidak mengenal penyimpanan stok. Dropship adalah bisnis yang menjualkan barang orang lain tanpa harus melakukan produksi sendiri. Namun, dalam sistem dropship, kita tidak perlu membeli barang tersebut terlebih dahulu. Bahkan jika ada yang ingin membeli barang, kita pun tidak perlu melakukan pengemasan, pengecekan barang, serta pengiriman. Semua hal tersebut akan dikerjakan oleh penjual barang tangan pertama.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Alur Sistem Dropship

Berikut ini akan diuraikan tentang alur kegiatan bisnis dropship agar lebih jelas dan detail. Pertama, konsumen memesan barang melalui toko online milik dropshipper kemudian melakukan konfirmasi pemesanan dan pembayaran. Kedua, setelah pembayaran telah selesai dilakukan oleh konsumen, maka dropshipper akan menghubungi penyedia barang untuk melakukan pemesanan. Ketiga, pihak penyedia barang akan melakukan pengemasan, kemudian barang otomatis langsung dikirim ke alamat konsumen.

Kelebihan sistem dropship

Model bisnis dropship menawarkan banyak kelebihan. Enam kelebihan sistem dropship yaitu modal yang dikeluarkan sedikit, lokasi dan jam kerja fleksibel, mudah dan efisien, produk beragam, menekan biaya overhead, serta lebih hemat tenaga.

  • Modal yang dikeluarkan sedikit

Dibandingkan sistem bisnis yang lain, dropship merupakan kategori yang minim dalam hal modal. Bisnis ini sangat cocok terutama jika tidak memiliki modal untuk memulai sebuah usaha. Anda tidak perlu mengeluarkan sejumlah uang di awal untuk sekadar membeli barang-barang lalu dijual kembali seperti seorang reseller. Selain itu, tidak ada target penjualan.
 

  • Lokasi dan jam kerja fleksibel

Keuntungan lainnya ada pada bagian lokasi dan jam kerja. Menjadi dropshipper cukup menyenangkan karena pekerjaan ini sangatlah fleksibel. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa dropship ini hanya dijadikan pekerjaan sampingan sehingga mendapat pemasukan tambahan.
 

  • Mudah dan efisien

Menjalani sistem dropship tidak perlu membuatmu melakukan pengecekan barang jualan satu persatu. Kamu hanya perlu melakukan penjualan, tanpa perlu melakukan produksi dan pengiriman barang. Tentunya hal ini menyebabkan sistem dropship banyak dipilih karena kemudahan dan efisiensinya terutama jika dibandingkan dengan sistem reseller.


  • Produk beragam

Ketika bekerja sebagai seorang dropshipper, Anda bisa menjual berbagai produk dari berbagai pihak sekaligus. Dengan begitu, produk yang dijual bisa beragam. Hal ini merupakan keuntungan tersendiri bagi seorang dropshipper. Meski demikian, tidak disarankan untuk menjual terlalu banyak jenis barang di awal. Jika Anda baru berkecimpung di dunia dropship sebaiknya cukup menjual 3-5 jenis barang yang berbeda dan usahakan dari satu supplier yang sama.


  • Menekan biaya overhead

Sistem dropship juga membantu menekan biaya overhead. Tidak berurusan langsung dengan barang berarti tidak perlu menyiapkan lokasi khusus untuk penyimpanan barang. Hal tersebut juga akan meminimalisir kerusakan dan kehilangan barang.


  • Lebih hemat tenaga

Kelebihan lain sistem dropship, yaitu lebih hemat tenaga. Mengapa bisa demikian? Anda tidak perlu melakukan berbagai hal yang biasanya dilakukan oleh penjual konvesional, cukup fokus pada bagian marketing agar barang yang dijual laris. Untuk urusan produksi, pengemasan, hingga pengiriman barang akan diurus oleh supplier langsung.

Kekurangan sistem dropship

Sayangnya di samping berbagai kelebihan, dropship juga memiliki berbagai kekurangan. Terdapat tiga kekurangan sistmen dropship, yaitu tidak memiliki kontrol terhadap barang, sistem pengiriman kompleks, dan laba lebih sedikit.


  • Tidak memilliki kontrol terhadap barang

Kekurangan yang pertama yaitu tidak adanya kontrol terhadap barang. Hal ini menyebabkan ketergantungan terhadap pemasok barang. Selain itu, konsistensi adanya barang atau tidak juga tidak bisa diatur sendiri. Dengan begitu, Anda harus selalu mengecek ketersediaan barang pada pihak supplier.


  • Sistem pengiriman kompleks

Jika barang yang dijual beragam serta menggunakan suplier yang berbeda-beda, tentunya kamu akan direpotkan ketika seorang konsumen membeli berbagai barang. Selain itu, jika ada barang yang tidak sesuai dan mengalami kegagalan pengiriman, akan sangat repot ketika mengurusnya.


  • Laba lebih sedikit

Sistem dropship memanglah menawarkan banyak keuntungan termasuk modal yang sedikit. Namun, laba yang bisa diambil dari penjualan pun tidak bisa terlalu tinggi. Hal ini disebabkan jika harga terlalu mahal maka akan kalah bersaing dengan dropshipper yang lainnya sehingga konsumen enggan membeli di tempat Anda.

Langkah Memulai Dropship


  • Memastikan suplier berkualitas

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum menjual produk dengan menggunakan sistem dropship yaitu memastikan supplier berkualitas baik. Lakukan pengecekan melalui testimoni pembeli-pembelinya. Dengan begitu, risiko komplain karena pengemasan buruk, barang tidak sesuai, lambat sampai tujuan akan lebih kecil.


  • Riset pasar

Menentukan produk yang tepat untuk dijual membutuhkan riset pasar terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa menjual barang yang sangat dibutuhkan masyarakat atau sesuatu yang sedang tren. Riset pasar juga membantu meminimalisir berbagai risiko kerugian di masa depan. Berbagai cara bisa digunakan untuk melakukan riset pasar, mulai dari yang mudah hingga yang rumit dan berbayar.


  • Menentukan platform jualan

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis dropship adalah menentukan platform jualan. Terdapat dua jenis platform yang bisa dipilih yaitu toko online atau website. Pilihlah dengan menyesuaikan kebutuhan dan produk Anda.


  • Menyusun rencana marketing

Selain dari segi produk, rencana penjualan pun menjadi langkah yang penting. Hal ini bertujuan untuk menarik konsumen agar membeli produk yang dijual. Rencana marketing juga perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten sehingga konsumen pun selalu ramai dan mau membeli lebih dari sekali. Data juga diperlukan agar penyusunan rencana marketing lebih terstruktur dan optimal.


  • Analisis dan evaluasi

Jika semua langkah sebelumnnya telah dilakukan, maka anda hanya tinggal melakukan analisis dan evaluasi. Pastikan lagi bahwa produk yang dipilih memang sudah tepat. Selain itu, tentukan harga dengan melihat toko dropshipper lain yang juga menjual produk sama. Evaluasi penjualan pun perlu dilakukan secara berkala setelah proses bisnis telah berjalan.
Semua sistem bisnis tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga kadang tidak bisa serta-merta saling diperbandingkan. Anda hanya perlu memilih model bisnis yang dirasa paling cocok dan menguntungkan. Memahami berbagai model bisnis sangat penting sehingga bisa menentukan mana yang dirasa cocok untuk dipilih. Selain itu, riset juga diperlukan sebelum memulai bisnis agar bisa meminimalisir risiko di masa depan. Jadi, apakah Anda sudah tertarik untuk mencoba menjadi dropshipper?


PUBLISHED25 Nov 2019
Ervina
Ervina