Memahami Seluk Beluk Kas Perusahaan

Memahami Seluk Beluk Kas Perusahaan

 
Harta perusahaan atau lebih dikenal dengan istilah kas merupakan salah satu tolak ukur baik buruk kinerja suatu perusahaan. Apabila besaran nilai kas selalu meningkat dan menunjukkan kestabilan maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut terjamin proses bisnisnya dan membuat kolega-kolega lain semakin percaya. Namun, sudahkah Anda memahami seluk beluknya? Apa saja kira-kira jenis, tujuan, metode manajemen, serta karakteristik kas perusahaan itu sebenarnya? Berikut ini akan dijelaskan lebih mendalam dan detail mengenai seluk beluk kas perusahaan. Yuk, kita simak bersama.
 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Jenis-jenis kas perusahaan

Kas perusahaan terbagi menjadi dua jenis yaitu kas kecil dan besar. Pembagian ini didasari oleh tujuan penggunaannya. Berikut penjelasan lengkapnya.

a. Kas kecil

Kas kecil disebut juga sebagai petty cash. Kas kecil perusahaan berbentuk uang tunaidalam jumlah tertentu. Kegunaan kas kecil bagi perusahaan umumnya adalah untuk membayar berbagai pengeluaran perusahaan yang nominalnya tidak terlalu besar.

b. Kas besar

Sebuah perusahaan umumnya memiliki dua jenis kas sekaligus, karena fungsi tujuan penggunaannya memang berbeda. Kas besar berbentuk rekening bank untuk menyimpan uang perusahaan dalam jumlah besar. Harta perusahaan yang disimpan di bank dirasa lebih aman serta memiliki laporan pencatatan.
 

Tujuan manajemen kas

Harta perusahaan perlu manajemen agar lebih tertata. Untuk itu, terdapat manajemen kas dalam perusahaan yang berfungsi sebagai sistem pengelolaan keuangan perusahaan. Apa saja tujuan manajemen kas bagi perusahaan? Berikut penjelasan lengkapnya.

a. Perlindungan dana

Tujuan pertama pengelolaan kas yang baik bagi perusahaan adalah untuk perlindungan dana. Maksudnya adalah, dana yang akan digunakan sebagai kas perusahaan memiliki penetapan tanggung jawab, secara jelas terdapat rincian rencana penggunaan, serta adanya keterbukaan mengenai jumlah aset perusahaan dalam bentuk kas.

b. Pengefektifan dana

Dengan adanya manajemen kas, maka dana perusahaan akan lebih efektif penggunaannya. Adanya pembagian kas kecil dan besar merupakan salah satu usaha agar keuangan lebih efektif.

c. Operasi berjangka

Manajemen kas tentunya juga bertujuan untuk mengakomodasi operasi berjangka panjang maupun pendek. Perusahaan tidak akan kebingungan menyiapkan anggaran untuk operasi jangka panjang maupun pendek ketika manajemen kas telah jelas.

d. Pencatatan dana akurat

Kas perusahaan tentu perlu dikelola dengan cara melakukan pencatatan aktivitatasnya. Hal ini akan membuat harta perusahaan aman dari over budgeting serta mengetahui skema perkembangan aset perusahaan ketika naik dan turun. Pengelolaan kas dengan tujuan pelaporan catatan dana yang akurat ini sangat penting bagi perusahaan.

e. Pemeliharaan saldo bank

Tujuan pengelolaan kas perusahaan bukan hanya internal saja, namun juga eksternal. Contohnya yaitu pemeliharaan saldo bank sehingga bisa menjalin hubungan baik dan resmi dengan bank tertentu. Dengan begini, kredibilitas perusahaan pun akan ikut menjadi baik karena hubungan dengan bank terkait terjaga.

f. Memastikan kelegalan penggunaan

Manajemen kas juga bertujuan untuk mengawasi penggunaan anggaran perusahaan. Pengelolaan kas secara rinci dan jelas memungkinkan perusahaan mengendalikan pembayaran-pembayaran yang dilakukan hanyalah yang legal, resmi, dan sah di mata hukum. Dengan begitu, perusahaan akan terhindar dari berbagai masalah hukum.
 

Metode manajemen kas

Saat menggunakan jenis kas besar, maka manajemen pencatatan menjadi lebih mudah dan teratur karena selalu ada bukti dari bank ketika terjadi transaksi keuangan. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada jenis kas kecil. Padahal kas kecil sering digunakan untuk membayar berbagai pengeluaran rutin perusahaan yang nominalnya kecil. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode pencatatan untuk membuat manajemen kas kecil perusahaan. Terdapat dua metode yang bisa digunakan oleh perusahaan yaitu sistem dana berubah dan sistem dana tetap. Berikut penjelasan lengkapnya.
a. Sistem dana berubah
Metode pencatatan kas yang bisa digunakan perusahaan adalah sistem dana berubah atau flucuation Fund System. Melalui sistem ini, jumlah kas yang akan digunakan perusahaan tidak ditentukan secara langsung. Jumlah kas akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Perusahaan yang menggunakan metode kas sistem dana berubah akan memiliki jumlah kas berbeda-beda setiap waktu. Jumlah nominal kas pun tidak dapat diperkirakan di awal. Keuntungan sistem ini yaitu lebih fleksibel dan bisa mengakomodasi semua kebutuhan perusahaan.
b. Sistem dana tetap
Metode pencatatan kas lainnya yaitu sistem dana tetap atau imprest fund system. Metode ini digunakan untuk penetapan jumlah dana kas kecil perusahaan. Jumlah kas akan ditetapkan di awal untuk pembiayaan perusahaan dalam satu periode tertentu. Meski demikian, jumlah dana kas tersebut dapat ditambahkan apabila perusahaan merasa kas yang telah disiapkan ternyata kurang.
 

Karakteristik kas

Kas bukanlah satu-satunya harta perusahaan. Terdapat aset lain dalam perusahaan yang juga sama berharganya dengan kas. Namun, kas sendiri memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan aset-aset perusahaan lainnya. Apa saja karakteristik kas tersebut? Berikut penjelasannya.

a. Aset likuid perusahaan

Kas merupakan aset yang bersifat paling likuid karena sering mengalami mutasi. Dibandingkan dengan aset perusahaan lainnya, kas adalah satu-satunya yang paling mudah untuk dicairkan ketika terjadi kebutuhan biaya mendesak. Karakter khas kas yang satu ini menyebabkan sebuah perusahaan harus memiliki aset dalam bentuk kas jika ingin perusahaannya berkembang pesat.

b. Standar pembayaran

Tidak seperti aset perusahaan lain, kas dapat digunakan sebagai standar pembayaran yang paling umum di sebuah perusahaan. Oleh karena itu, kas tidak dapat digantikan dengan aset jenis lain dalam hal standar pertukaran dan pembayaran.

c. Basis perhitungan pelaporan keuangan

Tidak dapat dipungkiri bahwa kas berhubungan erat dengan akutansi sebuah perusahaan. Kas sendiri menjadi penting bagi perusahaan karena sering digunakan sebagai basis penghitungan untuk laporan keuangan. Aset perusahaan satu ini sangat berkarakter karena memudahkan skema akutansi sebuah perusahaan ketika akan menghitung pengeluaran pembiayaan dalam satu periode tertentu.
 

Pelaporan kas

Setelah memahami kas dan alurnya, maka hal yang juga perlu dipahami adalah tentang pelaporan kas. Pelaporan kas merupakan tahapan pencatatan keluar masuknya kas, kemudian melaporkan catatan tersebut. Dalam hal pelaporan kas ada 3 hal yang perlu diperhatikan agar perhitungan tidak menjadi kacau. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

a. Restricted cash

Terdapat restricted cash yang merupakan suatu harta perusahaan yang seharusnya dipisahkan khusus. Fungsinya adalah untuk membayar kewajiban dengan nilai yang cukup besar di masa mendatang. Hal tersebut perlu diperhatikan ketika membuat pelaporan kas.

b. Overdraft bank

Rekening negatif atau overdraft bank biasanya dilaporkan sebagai suatu ekspansi kredit, sehingga menjadi salah satu hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menyusun pelaporan kas. Rekening negatif umumnya terjadi karena nasabah menulis cek melebihi dana yang ada direkeningnya. Hal tersebut menyebabkan dana yang melebihi dianggap sebagai utang.

c. Cash equivalents

Hal terakhir yang mesti diperhatikan saat pelaporan kas yaitu cash equivalents. Sering disebut sebagai setara kas, cash equivalents merupakan kelompok aset perusahaan yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan.
Setelah mengetahui berbagai penjelasan di atas, tentunya pemahaman mengenai kas perusahaan kini semakin mendalam. Anda bisa mulai menata perusahaan dengan memastikan kas yang ada stabil dan meningkat seiring berjalannya waktu. Kas perusahaan merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami sehingga indikator kerja bisa dipantau melalui gejolak harta perusahaan tersebut. 

 


PUBLISHED15 Nov 2019
Ervina
Ervina