Karyawan akan di PHK? Pertimbangkan Dahulu 4 Hal Berikut!

Karyawan akan di PHK? Pertimbangkan Dahulu 4 Hal Berikut!

Tak bisa dipungkiri, keadaan perusahaan memang tak selalu bisa berjalan mulus. Ada saatnya perusahaan begitu stabil baik keadaan finansial maupun manajemennya, tapi suatu ketika bisa jadi ada guncangan yang menyebabkan keadaan finansial ‘hancur lebur’ dan tak jarang mengganggu kestabilan manajemen perusahaan.
Jika keadaan perusahaan tengah labil, hal terburuk yang bisa terjadi biasanya adalah pemutusan hubungan kerja atau pemecatan. Meski lumrah atau biasa terjadi, pemecatan atau pemutusan hubungan kerja memang tak bisa dilakukan secara sembarangan oleh perusahaan.
Ada hal-hal mendasar yang perusahaan dan Anda para HR sebagai wakil perusahaan perlu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja alias memecat seorang karyawan. Apa sajakah hal-hal yang dimaksud? Mari simak dalam penjelasan berikut ini.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Tak perlu memberi kejutan.

Ingatlah bahwa Anda bukan sedang merayakan ulang tahun, melainkan sedang mengumumkan berita buruk. Hindari memberi kejutan dengan mengumumkan pemutusan hubungan kerja secara tiba-tiba.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membangun iklim ekspektasi dan umpan balik yang baik dalam perusahaan. Jujur adalah salah satu kuncinya. Ingatlah, bahwa sejak awal Anda wajib menentukan standar yang jelas dan sistem penilaian terbuka yang jelas.
Jika Anda sudah bisa mengimplementasikannya dalam perusahaan, maka dalam situasi seperti ini tak akan ada yang terkejut atau merasa heran jika ada karyawan yang harus diakhiri masa pengabdiannya pada perusahaan. Karena sistem penilaian dibuat terbuka dan antar perusahaan serta karyawan sudah dibudayakan sikap saling jujur.

Tak perlu melakukan penghinaan.

Banyak perusahaan lupa bahwa karyawan masihlah manusia. Mereka bisa saja berbuat salah hingga menyebabkan dirinya sendiri dipecat, tapi bukan berarti perusahaan bisa merendahkan harkat dan martabatnya.
Tak peduli seburuk apa kondisinya, entah si karyawan dipecat karena tidak menunjukkan peningkatan performa atau terlibat skandal, tak ada alasan yang membenarkan perusahaan untuk mempermalukan karyawan.
Pemutusan hubungan kerja lebih beretika jika Anda atau perusahaan bisa menghargai para karyawan yang harus diakhiri hubungan pekerjaannya, bahkan saat hubungan profesional pun harus berakhir.

Sebaiknya, keharmonisan memang tetap wajib terjaga pasca pemecatan.

Tak bisa dipungkiri, proses pemecatan yang buruk dapat membawa dampak yang sangat merugikan moral dan loyalitas dari sisa karyawan. Untuk itulah, Anda atau perusahaan wajib berkomunikasi dengan seluruh organisasi agar dapat meminimalisir tafsiran salah kaprah dari seluruh karyawan.
Jika Anda memecat seseorang dengan cara mempermalukannya, karyawan yang lain berpikir mereka akan diperlakukan dengan sama. Jika Anda kebetulan mempermalukan teman baik mereka, mereka akan mulai membenci Anda juga. Satu hal penting untuk disadari adalah bahwa karyawan yang tersisa juga khawatir nasib mereka. Ini akan memengaruhi kinerja tim dan output mereka.
Jadi, menjaga keharmonisan pasca pemecatan memang wajib dilakukan. Bukan hanya dengan para karyawan yang dipecat tapi juga seluruh karyawan yang tersisa.

Namun dari itu semua, sebelum pemecatan perlu terjadi ada baiknya lakukan intervensi dini.

Ya, sebelum pemecatan atau pemutusan hubungan kerja terjadi ada baiknya Anda melakukan intervensi dini kepada para karyawan terutama yang terindikasi bermasalah. Cobalah untuk menegur dan meminta karyawan untuk memperbaiki jika Anda menemukan mereka melakukan kesalahan, tidak menunggu pada saat evaluasi dan menumpahkan semuanya.
Jika Anda menemukan kesalahan yang diperbuat oleh karyawan, komunikasikan kepada mereka dengan cara yang dimengerti dan bisa disetujui untuk segera diperbaiki. Anda juga bisa membuat perjanjian tak tertulis antara perusahaan dan karyawan untuk meningkatkan kinerja. Dengan cara ini, pemutusan hubungan kerja atau pemecatan diharapkan tak perlu terjadi.
Sumber gambar:

  1. www.thethreetrials.com


PUBLISHED20 Jul 2017
talenta
talenta