Insight Talenta

Cerita Inspirasi Sukses dari Para Pengusaha Muda Indonesia

Cerita Inspirasi Sukses dari Para Pengusaha Muda Indonesia

Motivasi bisa datang dari mana saja, salah satunya adalah dari kisah sukses para pengusaha muda asal Indonesia. Dengan belajar dari pengalaman dan kisah mereka dalam merintis bisnis, Anda bisa memulai bisnis dengan percaya diri. Berikut ini adalah kisah sukses pengusaha lokal yang bisa menginspirasi Anda:

William Tanuwijaya – Founder Tokopedia

Pria kelahiran 11 November 1981 ini berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara. Setelah lulus SMA, beliau merantau ke ibukota untuk melanjutkan pendidikan. William memilih untuk masuk jurusan Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara (Binus). Semasa kuliah William bekerja sampingan sebagai penjaga warnet untuk menambah uang saku serta internet gratis. Dari sinilah beliau mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang internet lebih mendalam. 
Tahun 2009, William mengajak temannya yang bernama Leontinus Alpha Edison untuk merintis Tokopedia. Mereka membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga akhirnya pada tanggal 17 Agustus 2009, Tokopedia rilis ke publik. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Tokopedia mendapatkan suntikan investasi di tahun pertamanya. Di tahun yang sama, Tokopedia dinobatkan sebagai startup terbaik di Indonesia oleh Bubu Awards.
Model bisnis yang ditawarkan oleh Tokopedia adalah keamanan transaksi antara penjual dan pembeli. Tokopedia memberikan rasa aman, nyaman, dan praktis sehingga bisnis ini dapat meminimalkan angka kriminalitas di bisnis online. 
William Tanuwijaya pernah bercerita bahwa di awal beliau mendirikan Tokopedia, sempat diremehkan oleh beberapa orang. Banyak yang menolak tawaran ide bisnis dari William sehingga modal usahanya didapatkan dari modal sendiri dan suntikan dana dari bos. Dengan modal seadanya, Tokopedia bisa berjalan dengan usaha yang maksimal. Tidak lama, investor mulai berdatangan, salah satunya adalah East Ventures pada tahun 2010, CyberAgent Ventures tahun 2011, Beenos tahun 2012, dan SoftBank tahun 2013.

Achmad Zaky – Founder Bukalapak

Achmad Zaky lahir di Sragen 24 Agustus 1986 yang merupakan lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung. Zaky mengaku bahwa sudah memiliki ketertarikan dengan dunia teknologi sejak Sekolah Dasar. Semuanya bermula sejak beliau mendapatkan komputer untuk pertama kali dari pamannya tahun 1997, saat itu usianya masuk 11 tahun.
Ketertarikan Zaky dengan dunia komputer dan pemrograman mulai terlihat dengan memenangkan kejuaraan olimpiade sains nasional (OSN) di bidang komputer mewakili sekolahnya di SMA Negeri 1 Solo, Jawa Tengah. Tahun 2004, Zaky melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung, salah satu perguruan tinggi favorit di Indonesia. 
Setelah lulus dari ITB, Zaky mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi teknologi bernama Suitmedia. Setelah Suitmedia berkembang pesat, Zaky mendirikan Bukalapak hingga menjadi online marketplace terpercaya di Indonesia. Pengembangan Bukalapak membutuhkan waktu hanya dua bulan saja. Achmad Zaky berhasil mengajak para pedagang di mall dan UMKM untuk bergabung di Bukalapak. 

Ferry Unardi – Founder Traveloka

Startup Indonesia yang menyediakan layanan tiket pesawat, hotel, dan berbagai fasilitas ini didirikan oleh Ferry Unardi, pria kelahiran Padang, 16 Januari 1988. Ferry merupakan lulusan Purdue University jurusan Computer Science and Engineering. Setelah lulus S1, Ferry bekerja di Microsoft, Seattle. 
Ferry kemudian keluar dari Microsoft karena merasa bahwa karirnya di sana tidak akan naik. Mengingat bahwa persaingan di Microsoft sangatlah ketat. Setelah Ferry keluar kerja, dia melanjutkan studinya di Harvard University. 
Sambil menjalani studi di Harvard University, Ferry Unardi tertarik untuk pengembangan rintisan (start up) dengan bidang mesin pencari tiket pesawat. Dari sinilah lahir Traveloka yang masih tergolong baru dan langsung menarik perhatian investor. Sampai saat ini, Traveloka sudah mendapatkan pendanaan dari beberapa venture capital pertama kali pada tahun 2012. Pendanaan pertama Traveloka berasal dari East Ventures pada tahun 2012 dan Global Founders Capital pada tahun 2013. 
Saat ini Traveloka sudah menyandang predikat startup unicorn karena nilai perusahaannya sudah di atas US$ 1 miliar. Jumlah karyawannya kini bahkan mencapai lebih dari 1.200 orang. Traveloka juga disebut-sebut telah mendapat kucuran dana dari sejumlah perusahaan asing hingga total investasinya mencapai Rp6,7 triliun. 
Sebelum sukses seperti sekarang, Ferry harus merasakan jatuh bangun memulai bisnis dan mengambil keputusan yang cukup sulit. Beliau keluar dari Microsoft hingga berhenti kuliah di Harvard buat membangun bisnisnya.

Nadiem Makarim – Founder Gojek

Kesuksesan Gojek saat ini tidak lepas dari usaha yang dilakukan oleh Nadiem Makarim, pendirinya. Pria kelahiran 4 Juli 1984 ini sempat menjalani pendidikan SMA di Singapura. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di International Relation di Brown University Amerika Serikat, lalu pendidikan master di Harvard Business School. 
Berbekal latar belakang pendidikan yang luar biasa, Nadiem melanjutkan bekerja di sebuah perusahaan konsultan Mckinsey & Company, kemudian Managing Editor di Zalora Indonesia. Terakhir beliau bekerja sebagai Chief Innovation Officer di Kartuku. Berdasarkan pengalamannya itu, Nadiem mendirikan Gojek, sebagai penyedia layanan transportasi ojek di Indonesia. 
PT Gojek Indonesia pertama kali meluncurkan aplikasi pada tahun 2015 dengan latar belakang ide Nadiem yang melihat permasalahan utama pengendara ojek. Tidak produktifnya tukang ojek karena terlalu lama mangkal dan menunggu penumpang adalah salah satunya. Hal ini terjadi karena adanya giliran dalam melayani penumpang. Dengan adanya aplikasi, harapannya masalah tersebut dapat diatasi dengan hubungan antara penumpang dan tukang ojek yang dapat menerima order kapan saja. 
Hingga saat ini setidaknya ada 10 ribu supir ojek yang tergabung bersama Gojek. Meningkatnya pengguna aplikasi Gojek dikarenakan adanya aplikasi berbasis Android. 

Hendi Setiono – Founder Kebab Baba Rafi

Kebab Baba Rafi pertama kali didirikan tahun 2007 di Jakarta dengan dua outlet yang ada. Hingga sekarang, Kebab baba Rafi sudah memiliki 1200 outlet yang tersebar di seluruh dunia. Kebab Baba Rafi didirikan oleh Hendy Setiono, pria asal Surabaya yang mendapatkan ide berjualan makan ala Timur Tengah saat berkunjung ke Qatar. 
Menurutnya, ide berjualan makanan Timur Tengah akan laris di Indonesia. Untuk menembangkan idenya, Hendy mengajak kerja sama Hasan Baraja dengan modal awal Rp4.000.000 saja. Perkembangan bisnis Kebab Baba Rafi kini sudah sangat luas dengan terbentuknya perluasan bisnis Hendy, yaitu Babarafi-online.com yang merupakan bagian dari PT Baba Rafi Indonesia. 
Bisnis yang sudah berkembang selama 14 tahun ini sudah mengembangkan sayapnya hingga luar negeri seperti Malaysia, Filipina, China, dan Sri Langka. Pengembangan bisnis ini diperluas dengan merambah frozen food dan bisnis kemitraan. Dengan demikian, Kebab Baba Rafi menjadi salah satu pelopor bisnis waralaba yang sukses dari Indonesia.
Setelah membaca cerita inspiratif pengusaha muda sukses dari Indonesia, apakah kamu tertarik untuk memulai usaha? Untuk menjalankan usaha hingga meraih kesuksesan, Anda membutuhkan manajemen karyawan yang bagus juga. Anda dapat menggunakan bantuan software HR, salah satunya adalah Talenta.
Talenta adalah software HR tepercaya di Indonesia dengan berbagai fitur yang membantu manajemen HR hingga payroll. Mari bergabung dengan jutaan pengguna Talenta lainnya.


PUBLISHED10 Dec 2019
Ervina
Ervina