Menyikapi Hari Buruh dan Pekerja Nasional bagi Perusahaan

Menyikapi Hari Buruh dan Pekerja Nasional bagi Perusahaan

Hari Pekerja Nasional setiap tanggal 20 Februari dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1991 yaitu berdasarkan surat Keputusan Presiden No.9 tahun 1991. Sementara itu, Hari Buruh tanggal 1 Mei ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai hari libur nasional berdasarkan Kepres 24 tahun 2013 tentang Penetapan Tanggal 1 Mei sebagai Hari Libur. Baik hari buruh maupun pekerja nasional, perusahaan perlu menyikapi ke dua hari besar bagi para workforce tersebut.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Bagaimana Menanggapi Hari Buruh/ Hari Pekerja Nasional?

Sebagai pemilik usaha atau sebagai pimpinan bidang HR, Anda harus memahami terlebih dahulu sejarah atau semangat munculnya hari buruh atau hari pekerja nasional sebelum mengambil sikap yang menekan pergerakan tersebut.

Hari Buruh lahir pada abad ke-19, sebagai bentuk perlawanan buruh terhadap kondisi kerja yang sangat intensif, upah yang sangat minim dan kondisi kerja yang buruk. Perkembangan industri dan juga kapitalisme membuat buruh sebagai sumber daya manusia diperlakukan layaknya mesin atau robot. Hal ini disebabkan karena pemikiran jaman dahulu yang berpendapat bahwa semakin lama working hour seorang pekerja, maka pekerja tersebut semakin produktif.

Tuntutan utama dari para buruh saat itu adalah waktu kerja delapan jam. Angka tersebut dinilai lebih manusiawi, yang lebih manusiawi yaitu delapan jam. Angka delapan jam ini berdasarkan pertimbangan bahwa manusia memiliki waktu 24 jam sehari, yang dibagi 8 jam untuk beristirahat, 8 jam bekerja serta 8 jam untuk mengerjakan urusan pribadi dan berekreasi.

Baca Juga: Besaran UMP 2020 di 34 Provinsi Indonesia

Produktivitas vs Jam Kerja

Tuntutan tersebut, ternyata saat ini dibuktikan oleh banyak penelitian. Salah satunya adalah sebuah penelitian di University of Pennsylvania menunjukkan bahwa orang yang hanya tidur 4 hingga 6 jam selama 14 hari berturut-turut akan mengalami penurunan kemampuan berpikir yang setara dengan tidak selama 3 hari berturut-turut. Hal ini erat kaitannya dengan pekerja yang working hour-nya terlalu panjang, mereka kecenderungan akan memiliki waktu istirahat yang pendek.

Dengan kata lain, waktu istirahat yang kurang akan membuat kemampuan pekerja dalam mengerjakan pekerjaan normal seperti memperhatikan dan bereaksi sangat berkurang. Apalagi jika diharapkan untuk untuk memecahkan masalah yang lebih kompleks dan memerlukan pemecahan masalah yang kreatif. Untuk itu, terkait dengan tuntutan buruh waktu kerja yang manusiawi, perlu mendapat dukungan dari pengusaha karena hal ini mendukung produktivitas.

Produktivitas vs Tuntutan Pekerja

Namun, tuntutan buruh jaman sekarang juga ditambah dengan kenaikan gaji, serta fasilitas lain. Hal yang perlu Anda kaji lebih lanjut adalah bagaimana kenaikan gaji atau pemberian fasilitas tersebut akan berdampak secara langsung dengan kinerja atau produktivitas pegawai.

Cara mengukur produktivitas adalah dengan membandingkan output per input yang diberikan oleh pekerja. Misalnya dikaitkan dengan working hours adalah berapa banyak output yang dihasilkan oleh pekerja dalam jangka waktu kerja tertentu. Asian Productivity Organization (APO) pada tahun 2019 menghitung tingkat produktivitas per-pekerja Indonesia pada tahun 2017 adalah setara dengan sekitar USD 26.00, nilai ini meningkat dari tahun 2016 yaitu sekitar USD 24.900.

Tentu saja angka ini dapat bervariasi per sektor usaha, namun Anda dapat memiliki gambaran bahwasanya produktivitas dapat diukur secara kuantitas dan diperbandingkan, manakah yang lebih efisien antara berinvestasi dalam peralatan atau kemudian berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia. Anda juga dapat memperhitungkan juga insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah Indonesia atas pengembangan SDM yang dilakukan oleh perusahaan.

Baca Juga: Cara Menciptakan Lingkungan Kerja yang Produktif

Untuk membantu memperhitungkan produktivitas pekerja secara kuantitas, Anda dapat menggunakan aplikasi digital seperti Talenta. Yang dapat membantu Anda untuk melakukan penilaian produktivitas/ kinerja dengan lebih obyektif sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Talenta dapat Anda akses di website Talenta atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Talenta secara langsung.


PUBLISHED01 May 2020
Emanuelle
Emanuelle