Hal yang Harus Anda Ketahui Mengenai PTKP 2017 Sebelum Melaporkan SPT Tahunan

Hal yang Harus Anda Ketahui Mengenai PTKP 2017 Sebelum Melaporkan SPT Tahunan

Batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh 21 akan segera berakhir pada tanggal 31 Maret 2017, apakah anda sudah mengetahui caranya dan apa saja yang harus dilaporkan? Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah hal pertama yang harus Anda ketahui karena pengurangan paling besar dari penghasilan Anda adalah dari PTKP.
Perlu Anda ketahui bahwa besaran PTKP 2017 masih diterapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 dengan besaran:

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.
  1. Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Status TK/0 adalah sebesar Rp. 54.000.000,-
  2. Wajib Pajak Kawin dengan Status K/0 adalah penambahan 4.500.000,- dari status wajib pajak orang pribadi
  3. Jika istri yang berpenghasilan digabung dengan suami dengan status K/1/0 (Suami di hitung K/0 dan Istri dihitung TK/0) adalah penambahan 54.000.000 dari status wajib pajak kawin
  4. Jika terdapat penambahan anggota keluarga atau anak, akan ditambahkan Rp 4.500.000,- per anggota keluarga (dengan jumlah maksimal 3 orang)

Penghasilan Anda dibawah Penghitungan PTKP, Apakah Tetap Dipotong Pajak Penghasilan?
Jika Anda adalah seorang karyawan dengan gaji Rp 4.200.000,- per bulannya, apakah penghasilan Anda akan dipotong PPh 21? Anggap saja Anda adalah seorang yang masih belum kawin dan bekerja menjadi seorang Recruiter di sebuah perusahaan, jika dihitung dalam satu tahun, penghasilan Anda adalah Rp 4.2000.000,- x 12 bulan = Rp 50.400.000,-
Berdasarkan PTKP No. 101/PMK.010/2016, status PTKP Anda adalah TK/0 dengan wajib pajak sebesar Rp 54.000.000,-, sehingga penghasilan Anda dalam satu tahun besarnya kurang dari besarnya PTKP dengan status TK/0. Perlu Anda ketahui karena Penghasilan – PTKP kurang dari “0”, maka penghasilan Anda tidak dipotong PPh 21.
Bagaimana Penghitungan PTKP Jika Saya Sudah Berkeluarga dan Mempunyai Anak?
Sebagai contoh, Hendra adalah  pegawai swasta yang masih single dan bekerja di sebuah perusahaan ternama, status PTKP nya adalah TK/0 dengan besaran Rp 54.000.000,-.  Hendra menemukan tambatan hati yang sudah ditunggu-tunggu dan memutuskan untuk menikah, status Hendra naik menjadi K/0 dengan penambahan Rp 54.000.000,- + Rp 4.500.000,- = Rp 58.500.000,- .
Dengan pernikahan yang berjalan dengan baik dan harmonis, akhirnya Hendra dikaruniai anak kembar, status Hendra naik menjadi K/2 dengan penambahan Rp 54.000.000,- + Rp 4.500.000,- + Rp 4.500.000,- + Rp 4.500.000,-= Rp 67.500.000,- .
Karena kondisi keluarga yang membutuhkan banyak pengeluaran, Istri Hendra memutuskan untuk bekerja dan mempunyai NPWP. Jika perhitungan pajak penghasilan Hendra dan Sang Istri digabungkan maka status PTKP mereka adalah K/I/2 (K/2 + TK/0) sehingga besarnya PTKP yang mereka gunakan adalah Rp 67.500.000,- + Rp 54.000.000 = Rp 121.500.000,-
Lalu bagaimana jika Hendra nantinya akan mempunyai 5 Anak? Berdasarkan PTKP 2016, maksimal status PTKP adalah K/3 dengan 3 tanggungan walaupun jumlah anggota keluarga atau anak lebih dari 3.
Ketentuan mengenai besaran dan penghitungan PTKP masih berlaku di tahun 2017 sebagai salah satu tolak ukur dalam melaporkan bukti pemotongan PPh 21. Talenta memberikan sebuah solusi yang dapat membantu Anda dalam menghitung secara otomatis bukti pemotongan PPh 21 dengan menggunakan peraturan PTKP terbaru. Cari tahu lebih lanjut mengenai Talenta disini.
 
Batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh 21 akan segera berakhir pada tanggal 31 Maret 2017, apakah anda sudah mengetahui caranya dan apa saja yang harus dilaporkan? Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah hal pertama yang harus Anda ketahui karena pengurangan paling besar dari penghasilan Anda adalah dari PTKP.
Perlu Anda ketahui bahwa besaran PTKP 2017 masih diterapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 dengan besaran:

  1. Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Status TK/0 adalah sebesar Rp. 54.000.000,-
  2. Wajib Pajak Kawin dengan Status K/0 adalah penambahan 4.500.000,- dari status wajib pajak orang pribadi
  3. Jika istri yang berpenghasilan digabung dengan suami dengan status K/1/0 (Suami di hitung K/0 dan Istri dihitung TK/0) adalah penambahan 54.000.000 dari status wajib pajak kawin
  4. Jika terdapat penambahan anggota keluarga atau anak, akan ditambahkan Rp 4.500.000,- per anggota keluarga (dengan jumlah maksimal 3 orang)

Penghasilan Anda dibawah Penghitungan PTKP, Apakah Tetap Dipotong Pajak Penghasilan?
Jika Anda adalah seorang karyawan dengan gaji Rp 4.200.000,- per bulannya, apakah penghasilan Anda akan dipotong PPh 21? Anggap saja Anda adalah seorang yang masih belum kawin dan bekerja menjadi seorang Recruiter di sebuah perusahaan, jika dihitung dalam satu tahun, penghasilan Anda adalah Rp 4.2000.000,- x 12 bulan = Rp 50.400.000,-
Berdasarkan PTKP No. 101/PMK.010/2016, status PTKP Anda adalah TK/0 dengan wajib pajak sebesar Rp 54.000.000,-, sehingga penghasilan Anda dalam satu tahun besarnya kurang dari besarnya PTKP dengan status TK/0. Perlu Anda ketahui karena Penghasilan – PTKP kurang dari “0”, maka penghasilan Anda tidak dipotong PPh 21.
Bagaimana Penghitungan PTKP Jika Saya Sudah Berkeluarga dan Mempunyai Anak?
Sebagai contoh, Hendra adalah  pegawai swasta yang masih single dan bekerja di sebuah perusahaan ternama, status PTKP nya adalah TK/0 dengan besaran Rp 54.000.000,-.  Hendra menemukan tambatan hati yang sudah ditunggu-tunggu dan memutuskan untuk menikah, status Hendra naik menjadi K/0 dengan penambahan Rp 54.000.000,- + Rp 4.500.000,- = Rp 58.500.000,- .
Dengan pernikahan yang berjalan dengan baik dan harmonis, akhirnya Hendra dikaruniai anak kembar, status Hendra naik menjadi K/2 dengan penambahan Rp 54.000.000,- + Rp 4.500.000,- + Rp 4.500.000,- + Rp 4.500.000,-= Rp 67.500.000,- .
Karena kondisi keluarga yang membutuhkan banyak pengeluaran, Istri Hendra memutuskan untuk bekerja dan mempunyai NPWP. Jika perhitungan pajak penghasilan Hendra dan Sang Istri digabungkan maka status PTKP mereka adalah K/I/2 (K/2 + TK/0) sehingga besarnya PTKP yang mereka gunakan adalah Rp 67.500.000,- + Rp 54.000.000 = Rp 121.500.000,-
Lalu bagaimana jika Hendra nantinya akan mempunyai 5 Anak? Berdasarkan PTKP 2016, maksimal status PTKP adalah K/3 dengan 3 tanggungan walaupun jumlah anggota keluarga atau anak lebih dari 3.
Ketentuan mengenai besaran dan penghitungan PTKP masih berlaku di tahun 2017 sebagai salah satu tolak ukur dalam melaporkan bukti pemotongan PPh 21. Talenta memberikan sebuah solusi yang dapat membantu Anda dalam menghitung secara otomatis bukti pemotongan PPh 21 dengan menggunakan peraturan PTKP terbaru. Cari tahu lebih lanjut mengenai Talenta disini.


PUBLISHED23 Feb 2017
talenta
talenta