Masa percobaan karyawan jadi topik yang menarik sekaligus penting untuk dibahas. Hal ini dikarenakan masa percobaan yang diberlakukan dapat menjadi acuan seberapa jauh karyawan tersebut cocok untuk posisi tertentu. Meski tidak semua perusahaan menyebutnya dengan masa percobaan secara gamblang, nyatanya hampir setiap perusahaan memiliki prosedur ini dalam pengelolaan SDM yang dimilikinya.

Istilah ini sebenarnya paling awam untuk karyawan yang baru masuk kerja ke perusahaan. Tujuannya sederhana, perusahaan ingin mengetahui apakah karyawan tersebut sesuai dengan apa yang diperlukan oleh perusahaan. Kesesuaian ini yang pasti berbeda, apakah dari segi kemampuan teknis, softskill, watak, atau kemampuan adaptasi karyawan tersebut, semua bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan dan apa yang dicari perusahaan.

Meski awam untuk karyawan baru, istilah masa percobaan karyawan tidak hanya digunakan dalam konteks tersebut. Setidaknya ada 3 hal lain yang awam menggunakan istilah ini, yakni ketika promosi, performa yang buruk serta pemecatan.

 

Baca Juga : Untung-Rugi Flexi Time bagi Perusahaan Modern

 

Masa Percobaan Karyawan untuk Promosi Jabatan

Untuk memastikan bahwa karyawan tersebut sesuai dengan jabatan yang akan diberikan, menjadi hal umum untuk perusahaan memberlakukan masa percobaan karyawan. Selain untuk melihat kesesuaiannya, perusahaan juga memberikan kesempatan beradaptasi dengan pekerjaan baru yang akan diberikan. Ini memungkinkan karyawan untuk melakukan pembuktian diri bahwa dirinya benar-benar mampu memegang jabatan tersebut.

Percobaan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya karyawan yang dipilih gagal memenuhi ekspektasi yang diberikan perusahaan sehingga rencana promosi yang diberikan harus ditunda atau dialihkan ke karyawan lainnya. Hal ini tidak istimewa, hanya prosedur standar yang dimiliki perusahaan dalam rangka mendapatkan tenaga terbaik untuk posisi yang diperlukan.

 

Performa Buruk

Ketika karyawan memberikan performa yang berada di bawah ekspektasi perusahaan, maka masa percobaan dapat dijadikan salah satu peringatan yang diberikan sekaligus kesempatan. Biasanya hal ini terjadi ketika penurunan performa terjadi secara berkelanjutan dan tidak menunjukkan perbaikan. Masa percobaan yang diberikan tidak serta merta dilakukan, namun harus melalui beberapa surat peringatan.

Ketika masa percobaan dilakukan perusahaan memberikan karyawan kesempatan untuk memperbaiki performa yang diberikannya. Hal ini menjadi teguran keras dari perusahaan dan sekaligus pernyataan bahwa karyawan tersebut tidak memberikan apa yang diharapkan oleh perusahaan dalam waktu yang tidak sebentar.

 

Masa Percobaan Karyawan untuk Pemecatan

Masa percobaan terakhir dilakukan ketika perusahaan sudah selangkah lagi dalam melakukan pemecatan. Hal ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi karyawan untuk memperbaiki diri. Meski kecenderungannya akan berujung pada pemecatan, namun secara formal hal ini biasanya dilakukan untuk menunjukkan itikad baik perusahaan dalam mengelola tenaga kerja yang dimilikinya.

Jika memang sudah dinyatakan tidak memuaskan, maka perusahaan berhak memecat karyawan dan menghentikan kerjasama yang terjadi. Tentu terdapat ukuran jelas untuk mencapai keputusan pada frasa ‘tidak memuaskan’. biasanya hal ini tercantum dalam kontrak kerja atau surat perjanjian kerjasama.

 

Baca Juga : Mempekerjakan Karyawan Milenial, Apa Keuntungannya bagi Perusahaan?

 

Regulasi Pemerintah yang Mengatur Masa Percobaan

Meski nampaknya perusahaan memiliki kendali penuh, namun gerak perusahaan juga dibatasi oleh aturan pemerintah yang berlaku di Indonesia. Terdapat beberapa regulasi yang turut mengatur perihal masa percobaan ini. Secara umum, hal tersebut masuk dalam pembahasan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan , yang selanjutnya disebut UU Ketenagakerjaan.

a. Pasal 58 UU Ketenagakerjaan

Menyebutkan bahwa

  1. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT) tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja.
  2. Dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam perjanjian kerja sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1, masa perocbaan kerja yang disyaratkan batal demi hukum.

Jadi intinya masa percobaan hanya dapat diberlakukan jika status kerjasama didasari dengan model PKWTT.

b. Pasal 57 UU Ketenagakerjaan

Menyatakan bahwa :

  1. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dibuat secara tertulis serta harus menggunakan bahasa Indonesia dan huruf latin.
  2. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang dibuat tidak tertulis bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 dinyatakan sebagai perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.

c. Pasal 60 UU ketenagaerjaan

Menyebutkan bahwa :

  1. Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat mensyaratkan masa percobaan kerja paling lama 3 bulan.
  2. Dalam masa percobaan kerja sebagaimana dimaksud Ayat 1, pengusaha dilarang membayar upah di bawah upah minimum yang berlaku.

 

Dengan demikian jelas bahwa masa percobaan yang dilakukan oleh perusahaan juga memiliki aturan jelas sehingga perusahaan tidak berlaku semena-mena. Jika peraturan ini dilanggar maka perusahaan dapat dibawa ke jalur hukum. Selama setiap poin yang berada dalam PKWT atau PKWTT dipahami dengan benar, tidak perlu terjadi hal-hal yang menyangkut urusan hukum secara umum.

Masa percobaan karyawan tidak berarti perusahaan dapat semena-sema. Pemenuhan hak seperti gaji harus tetap diberikan. Nah untuk mengelola gaji karyawan yang tengah berada pada masa percobaan, Anda bisa menggunakan Talenta, salah satu layanan pengelolaan HR yang dapat dengan mudah menyelesaikan hal ini secara otomatis. Bagian HR tinggal memasukkan data karyawan tersebut, memberikan status, dan pekerjaan terkait karyawan tersebut selesai.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.