Insight Talenta

Hal-hal Penting Seputar PKWT yang Harus Diperhatikan

Hal-hal Penting Seputar PKWT yang Harus Diperhatikan

 Adakalanya sebuah perusahaan hendak mengadakan proyek dan membutuhkan sejumlah karyawan kontrak. Untuk itu, perusahaan perlu membuat perjanjian kerja untuk mengontrak sejumlah karyawan. Pemerintah sudah membuat aturan tentang perjanjian kerja tersebut yang tercantum dalam UU Ketenagakerjaan No 13/2003. Dalam aturan UU tersebut dijelaskan ada dua jenis perjanjian kerja, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Perjanjian kerja dibuat atas dasar kesepakatan kedua belah pihak, kemampuan   atau kecakapan melakukan perbuatan hukum, adanya pekerjaan yang diperjanjikan, dan pekerjaan  yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, serta peraturan perundang undangan yang berlaku. Ketentuan dalam perjanjian kerja tidak boleh bertentangan dengan peraturan perusahaan, perjanjian kerja sama, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kali ini, Talenta akan membahas soal PKWT serta kaitannya dengan selesai atau belumnya pekerjaan.

Perbedaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)

Ada beberapa perbedaan antara perjanjian kerja waktu tertentu dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu didasarkan atas jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu dan dibuat secara tertulis serta harus menggunakan bahasa Indonesia dan huruf latin. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang dibuat tidak tertulis bertentangan dengan ketentuan dinyatakan sebagai perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.

Perjanjian kerja waktu tertentu dibuat untuk jenis pekerjaan yang bersifat sementara dan dalam jangka waktu tertentu dengan pekerja yang berstatus karyawan kontrak. Sedangkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dibuat untuk jenis pekerjaan yang sifatnya terus-menerus, tetap, atau tidak dibatasi waktu. Masa berlaku perjanjian kerja waktu tertentu paling lama adalah 2 tahun. Setelah masa perjanjian 2 tahun selesai, perjanjian kerja bisa diperpanjang untuk jangka waktu maksimal 1 tahun. Sedangkan untuk perjanjian kerja waktu tidak tertentu digunakan untuk karyawan tetap yang perjanjian kerjanya tidak dibatasi periode waktu tertentu. 

Baca juga: Hindari 4 Kesalahan Ini dalam Membuat Surat Kontrak Kerja

Bagaimana jika pekerjaan selesai sebelum masa berakhir?

Menurut UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 yang mengatur perjanjian kerja, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dapat dibuat berdasarkan dua hal, yaitu jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu. Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang berdasarkan pada jangka waktu dapat dibuat untuk paling lama 2 tahun dan hanya bisa diperpanjang sebanyak 1 kali dengan jangka waktu maksimal 1 tahun sejak masa perjanjian awal berakhir. Lalu bagaimana jika pekerjaan selesai sebelum masa perjanjian kerja berakhir? Status perjanjian kerja jika proyek yang dikerjakan selesai sebelum masa perjanjian kerja waktu tertentu berakhir tergantung pada isi perjanjian, peraturan perusahaan, atau peraturan kerja sama. Dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 Pasal 61 ayat (1) sudah dijelaskan bahwa perjanjian kerja berakhir apabila:

  1. Pekerja meninggal dunia;
  2. Berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja;
  3. Adanya putusan pengadilan dan/atau putusan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; atau
  4. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

Jadi bisa dibilang jika pekerjaan selesai sebelum masa perjanjian kerja berakhir tanpa ada ketentuan mengenai syarat-syarat berakhirnya perjanjian, maka perjanjian kerja waktu tertentu tetap berlaku sampai jangka waktu yang sudah ditentukan berakhir. Apabila salah satu pihak ingin mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan yang dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah karyawan sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Namun, jika ada ketentuan mengenai syarat-syarat berakhirnya perjanjian dalam perjanjian kerja sama yang menyebut bahwa perjanjian kerja waktu tertentu berakhir jika proyek yang dikerjakan selesai sebelum berakhirnya jangka waktu perjanjian, maka secara otomatis perjanjian kerja waktu tertentu berakhir. Sekali lagi, semuanya tergantung pada isi perjanjian, peraturan perusahaan, atau peraturan kerja sama yang sudah disepakati sebelumnya.

Misalnya proyek direncanakan selesai dalam waktu 2 tahun. Perusahaan membuat perjanjian kerja waktu tertentu dengan mempekerjakan karyawan kontrak selama 2 tahun. Lalu dalam pelaksanaannya ternyata proyek dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun atau 6 bulan lebih cepat dari masa perjanjian kerja. Jika di dalam kontrak perjanjian kerja tidak ada ketentuan mengenai syarat-syarat berakhirnya perjanjian yang menyebut bahwa perjanjian berakhir apabila proyek selesai, maka perjanjian kerja waktu tertentu tetap berlaku sampai jangka waktu yang sudah ditentukan berakhir. Dalam hal ini, perusahaan harus tetap membayar upah karyawan sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja meskipun proyek telah selesai. Lain halnya jika di dalam kontrak perjanjian kerja terdapat ketentuan yang menyebut bahwa perjanjian kerja waktu tertentu berakhir jika proyek yang dikerjakan selesai sebelum berakhirnya jangka waktu perjanjian. Dengan begitu perjanjian kerja waktu tertentu secara otomatis berakhir dan perusahaan tidak perlu membayar upah karyawan sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

Bagaimana jika pekerjaan belum selesai setelah masa PKWT berakhir?

Pada kasus lain, ada saat di mana pekerjaan belum selesai setelah masa perjanjian kerja selesai. Hal ini bisa saja terjadi disebabkan oleh kendala teknis, faktor cuaca, bencana alam, atau alasan lain yang menyebabkan penyelesaian proyek harus tertunda. Dalam hal ini, perusahaan tetap dapat mempekerjakan karyawan kontrak dengan syarat memperpanjang kontraknya. Perusahaan harus memberikan pemberitahuan tertulis kepada karyawan selambat-lambatnya 7 hari sebelum perjanjian kerja berakhir.

Misalnya perkiraan awal proyek dapat selesai dalam kurun waktu 2 tahun. Maka perusahaan mempekerjakan karyawan dengan kontrak selama 2 tahun yang masih sesuai dengan peraturan masa berlaku perjanjian kerja waktu tertentu, yaitu paling lama 2 tahun. Ternyata dalam praktiknya, penyelesaian proyek harus molor selama 6 bulan karena kendala teknis. Dalam hal ini, perusahaan dapat memperpanjang kontrak karyawannya selama 6 bulan karena perjanjian kerja bisa diperpanjang untuk jangka waktu maksimal 1 tahun. Jika perusahaan mempekerjakan karyawan melebihi jangka waktu perjanjian, maka sesuai UU Ketenagakerjaan hukum perjanjian kerja waktu tertentu berubah menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu. Untuk menghindari hal ini, perusahaan harus teliti dalam memperhatikan masa kontrak kerja karyawan menjelang berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu.

Perjanjian kerja sangat penting sifatnya karena semuanya sudah diatur dalam undang-undang. Masa berlaku perjanjian kerja perlu dibuat dengan jelas. Untuk itu, perusahaan perlu membuat prediksi dan rencana mengenai pelaksanaan proyek atau pekerjaan sampai selesai yang akan ditetapkan dalam perjanjian kerja. Proyek atau pekerjaan yang bisa ditetapkan dengan perjanjian kerja bukanlah pekerjaan yang strategis, melainkan pekerjaan administrasi yang mampu diselesaikan dalam kurun waktu sementara. Karyawan yang dikontrak biasanya adalah karyawan yang memiliki keahlian tertentu tanpa adanya jenjang karier. Oleh karena itu, pembuatan perjanjian kerja waktu tertentu harus melalui proses perencanaan yang matang sebelum dilaksanakan agar tidak merugikan perusahaan dan karyawan di kemudian hari.

Atur tata kelola karyawan Anda dengan Talenta. Selain sebagai software HR Anda juga dapat mengatur payroll dengan elemen pajak dan BPJS. Anda juga dapat mengintegrasikan absensi karyawan dengan mudah. coba Talenta gratis sekarang!


PUBLISHED14 Mar 2020
Poppy
Poppy