Baru Onboarding Tengah Bulan, Pahami Gaji Prorata!

Baru Onboarding Tengah Bulan, Pahami Gaji Prorata!

Apakah Anda baru melakukan proses onboarding karyawan di perusahaan baru pada pertengahan bulan? Lalu khawatir tidak akan mendapatkan gaji pada akhir bulan? Lalu bagaimana perhitungannya? Tenang! Ada gaji prorata yang mengatur tentang perhitungan gaji Anda.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Namun sebelum membahas lebih jauh tentang gaji prorata, ada baiknya kita membahas sedikit tentang proses onboarding karyawan agar  Anda juga memahami tentang onboarding karyawan. Beberapa dari Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata onboarding karyawan, tapi mungkin juga beberapa dari Anda yang belum memahami dan belum mengerti tentang onboarding karyawan.

Pengertian Onboarding Karyawan

Ada proses yang cukup panjang yang dilakukan tim SDM dalam menemukan talenta-talenta terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mulai dari proses recruitment seperti screening CV, pemberian tes, dan wawancara HR serta user. 

Selain proses rekrutmen untuk menemukan kandidat terbaik yang dibutuhkan serta proses negosiasi dengan tim payroll, proses selanjutnya adalah proses onboarding karyawan. Apakah yang dimaksud dengan proses onboarding karyawan?

Proses onboarding karyawan adalah sebuah proses yang dilakukan perusahaan selama masa probation atau percobaan yang bertujuan untuk mengintegrasikan karyawan baru dengan budaya dan lingkungan kerja perusahaan melalui aktivitas yang disusun secara sistematis dan formal.

Pengertian Gaji Prorata

Proses onboarding pada pertengahan bulan bukan lah hal yang tidak wajar, hal ini dikarenakan kadang perusahaan membutuhkan karyawan secepat mungkin karena ada hal yang sangat mendesak seperti baru dibukanya kantor cabang baru atau ada karyawan yang resign.

Karena kebutuhan yang sangat mendesak tersebutlah, banyak karyawan baru yang mulai bekerja pada pertengahan bulan. Lalu apakah karyawan-karyawan tersebut tidak mendapatkan gaji karena belum bekerja selama satu bulan?

Jawabannya, tentu saja karyawan tersebut akan tetap mendapatkan gaji. Namun dengan perhitungan yang berbeda dengan karyawan lain yang bekerja selama satu bulan penuh, perhitungan inilah yang disebut dengan perhitungan gaji prorata.

Secara sederhana, perhitungan gaji prorata adalah gaji yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang bekerja dengan periode paruh waktu atau dalam jangka pendek. Perhitungan gaji ini tidak hanya berlaku untuk karyawan baru yang masuk pada pertengahan bulan tetapi juga karyawan yang resign pada pertengahan bulan. 

Perhitungan Gaji Prorata

Perhitungan gaji prorata dapat tertulis pada perjanjian kerja yang telah disepakati oleh perusahaan dan calon karyawan, karena pada dasarnya tidak ada dasar hukum secara tertulis pada undang-undang ketenagakerjaan di Indonesia yang mengharuskan perusahaan untuk membayarkan gaji prorata kepada karyawan, baik tetap maupun freelance.

Secara umum terdapat tiga cara untuk menghitung gaji karyawan yang biasanya ada di perusahaan yaitu menghitung upah per jam, menghitung jumlah jam kerja, dan menghitung gaji prorata:  

  • Menghitung Upah Per Jam

Yang pertama adalah menghitung upah per jam yang merupakan upah satuan waktu terkecil yang juga menjadi dasar perhitungan upah lembur. Berdasarkan Kemenetras No. KEP. 102/MEN/VI/2004 cara menghitung upah per jam yaitu dengan cara upah atau gaji dalam sebulan yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap dibagi 173.

Upah per jam = 1/173 X Upah sebulan

Maksud dari 173 adalah rata-rata jam kerja karyawan yang dihitung setiap bulannya. Contoh kasusnya adalah sebagai berikut:

Ani mulai bekerja di perusahaan Sukamaju pada tanggal 15 Mei 2019. Gaji karyawan yang telah disepakati bersama oleh Ani dan perusahaan pada perjanjian kerja adalah Rp 4.200.000,- Jika menggunakan perhitungan gaji dengan metode upah per jam maka pertama dihitung terlebih dahulu jumlah kerja Ani dari tanggal 15 – 30 April 2019 adalah 14 hari kerja dan bekerja selama 8 jam per hari. Maka perhitungan gaji Ani seperti berikut.

Upah per jam = (1/173) x Rp 4.200.000,- = Rp 24.277

Upah April 2019 = 14 hari kerja x 8 jam kerja x Rp 24.277,- = Rp 2.719.024,-

  • Menghitung Upah Berdasarkan Jumlah Hari Kerja

Selain menghitung jumlah gaji yang harus diterima oleh karyawan berdasarkan kepada upah jam kerja, yang kedua adalah menghitung upah berdasarkan jumlah hari kerja. Rumus sederhana untuk menghitung upah berdasarkan jumlah hari kerja adalah sebagai berikut:

(Jumlah hari kerja yang dijalani/jumlah hari kerja sebulan) x gaji dalam sebulan

Contohnya adalah sebagai berikut:

Andi baru mulai bekerja pada tanggal 15 April 2019, gaji karyawan yang telah disepakati oleh Andi dan perusahaan adalah sebesar Rp 4.500.000,-. Jika dihitung berdasarkan jumlah hari kerja, maka yang pertama harus diketahui adalah jumlah hari kerja dari Andi yaitu 15 sampai 30 April 2019 adalah sebanyak 14 hari kerja. Maka hitungan gaji Andi adalah sebagai berikut

(14/25) x Rp 4.500.000,- = Rp 2.520.000,-

  • Menghitung Gaji Prorata

Yang terakhir adalah menghitung gaji prorata yang biasanya diterapkan perusahaan kepada karyawan-karyawan yang bekerja tidak penuh bulan, bisa karena karyawan tersebut baru onboarding pada pertengahan bulan atau resign di pertengahan bulan.

Rumus untuk perhitungan gaji prorata adalah sebagai berikut:

Gaji Prorata = Upah per jam x Jumlah jam kerja per hari x jumlah hari

Agar Anda lebih memahami tentang perhitungan ini, berikut merupakan contoh dari perhitungan gaji prorata:

Doni memulai hari kerja pertamanya sebagai staff bisnis pada sebuah perusahaan startup pada tanggal 20 Mei 2019 karena harus menggantikan Susan yang mengundurkan diri pada tanggal 19 Mei 2019 dan memiliki gaji Rp 6.500.000,-, dengan gaji yang telah disepakati bersama oleh Doni juga perusahaan adalah sebesar Rp 6.000.000,- yang sudah termasuk kepada tunjangan. Perusahaan tempat Doni bekerja menerapkan sistem 5 (lima) hari kerja. Berikut merupakan perhitungan gaji Doni berdasarkan prinsip prorata:

Doni bekerja dari tanggal 20 sampai 31 Mei 2019, dengan sistem 5 hari kerja maka jumlah hari kerja Doni adalah 10 hari (8 jam per hari).

Upah per jam: Rp 6.000.000 x 1/173 = Rp 34.682,-

Upah Doni pada bulan Mei 2019: Rp 34.682,- x 8 jam x 10 hari = Rp 2.774.560,-

Setelah menghitung gaji prorata Doni sebagai karyawan baru, lalu bagaimana dengan perhitungan gaji Susan sebagai karyawan yang resign pada pertengahan bulan? Berikut merupakan perhitungan gaji Susan berdasarkan perhitungan gaji prorata:

Susan bekerja dari tanggal 1 sampai 19 Mei 2019, dengan sistem 5 hari kerja maka jumlah hari kerja Susan adalah 13 hari dengan asumsi jam kerja selama 8 jam per hari.

Upah per jam = Rp 6.500.000,- x 1/173 = 37.572,-

Upah Susan pada bulan Mei 2019 = Rp 37.572 x 8 jam x 13 hari = Rp 3.907.488,-

Itulah beberapa jenis perhitungan gaji dan contoh yang dapat memudahkan Anda memahami perhitungan tersebut, semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda tentang perhitungan gaji karyawan.

Dengan Talenta, Anda tidak perlu lagi melakukan perhitungan gaji karyawan secara manual. Di mana, seluruh gaji karyawan  akan terhitung secara otomatis beserta komponen didalamnya.


PUBLISHED27 Dec 2019
Sely
Sely