fbpx

4 Fungsi HR yang Industri Manufaktur Butuhkan

BY Emanuelle
03 Feb 2020

Dalam membangun perusahaan manufaktur, Anda perlu mengelola banyak hal, seperti mencari tenaga kerja, mengerjakan fungsi HR, manajemen proyek, penerapan teknologi yang tepat, dan membuat sistem produksi yang efisien. Namun, tentu Anda tidak dapat mengerjakan semua hal sendirian. Anda membutuhkan suatu organisasi atau setidaknya sebuah tim kerja, yang dapat menerjemahkan apa yang menjadi tujuan dan impian Anda menjadi sesuatu yang nyata.

Strategi untuk mengarahkan orang-orang dalam tim Anda dapat berkinerja sesuai dengan harapan, itulah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia, atau yang sering disebut dengan HR (human resource management).

Seberapa Penting Fungsi HR dalam Industri Manufaktur?

Bisa dibilang HR adalah pilar utama kesuksesan industri manufaktur, karena sebesar apapun pabrik atau secanggih apapun mesin yang Anda miliki, Anda akan mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan yang mengancam industri, apabila Anda tidak memiliki tenaga kerja yang terampil dan termotivasi. Perlu digarisbawahi kata terampil dan termotivasi. Karena keterampilan saja tidak cukup untuk dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Diperlukan motivasi agar pegawai mau dan mampu bekerja dengan maksimal sesuai dengan keterampilannya tersebut. Menjaga keterampilan serta motivasi pegawai adalah beberapa peran dari HR.

4 Fungsi HR yang Utama di Industri Manufaktur

Untuk menjalankan perannya tersebut, terdapat 4 fungsi HR yang dibutuhkan dalam industri manufaktur, agar perusahaan Anda dapat beroperasi dengan lebih lancar.

1. Melakukan Rekrutmen

A right man for a right place. Peran pertama dari Bagian HR dalam bisnis manufaktur adalah merekrut dan menemukan orang yang tepat untuk suatu posisi pekerjaan dalam perusahaan. Tentu sebelumnya, 1) Anda dan Bagian HR harus terlebih dahulu menganalisis posisi pekerjaan apa saja yang dibutuhkan, serta 2) membuat spesifikasi keterampilan apa yang seharusnya dimiliki oleh pegawai untuk dapat menjalankan posisi pekerjaan sebagaimana dimaksud.

Baru kemudian 3) Bagian HR dapat mengumumkan lowongan kerja tersebut kepada masyarakat, dan kemudian 4) melakukan proses seleksi pada pelamar kerja.

Proses rekrutmen sekilas tampak sederhana dan mudah, namun dalam pelaksanaannya tidak semudah itu untuk dapat menemukan orang dengan spesifikasi tertentu yang sesuai dengan harapan perusahaan sekaligus mau untuk melamar. Bahkan, menurut studi Deloitte / Manufacturing Institute, terdapat 2,4 juta posisi manufaktur terancam kosong dan tidak terisi akibat adanya kesenjangan keterampilan dan kurangnya minat generasi muda di sepanjang dekade 2018 sampai dengan 2028.

Jadi semakin penting bagi Bagian HR untuk menyediakan proses rekrutmen yang berkualitas tinggi sehingga dapat menyeleksi dengan baik, namun juga tetap tampak menarik bagi calon pegawai untuk melamar dan mengisi peran ini.

Baca Juga: Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

2. Menyusun Paket Kompensasi

Selain upah, pegawai juga mengharapkan paket kompensasi lainnya. Di industri manufaktur, pegawai biasanya mengharapkan adanya asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja. Pemerintah Indonesia pun mewajibkan perusahaan untuk mendaftarkan pegawai pada BPJS Ketenagakerjaan.

Selain ketentuan terkait BPJS Ketenagakerjaan, terkait dengan paket kompensasi, pemerintah juga memiliki Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada Bab 10 mengatur tentang Pengupahan, Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketentuan Struktur dan Skala Upah, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 mengenai Tunjangan Hari Raya Keagamaa, dll.

Fungsi HR inilah, yang memastikan adanya paket kompensasi yang 1) menarik dan memotivasi pegawai untuk bekerja dengan baik, 2) sesuai dengan ketentuan pemerintah serta 3) sesuai dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan keuntungan.

3. Mendesain Pelatihan

Pada tahun 2019, pemerintah Indonesia membangun 9 politeknik baru untuk mendongkrak keterampilan tenaga kerja Indonesia. Hal ini merupakan kabar baik bagi perusahaan manufaktur, karena diharapkan dari politeknik tersebut akan ada tenaga kerja yang siap langsung kerja di lapangan kerja. Karena seringkali fresh graduate memiliki gap keterampilan antara apa yang dipelajari di bangku sekolah dengan yang ada di lapangan. Sementara baru sekitar 60% pekerja Indonesia di industri manufaktur yang telah memiliki sertifikasi keahlian yang mengonfirmasi keterampilan mereka di bidangnya.

Untuk mengisi gap keterampilan tersebut, fungsi HR-lah untuk memastikan pegawai mendapatkan peningkatan skill di tempat kerja. Peningkatan skill ini dapat berupa pelatihan (materi training di kelas), mentoring, pembinaan, maupun on the job training.

Fungsi ini sangat penting, mengingat tidak hanya pegawai baru saja yang memerlukan peningkatan kapasitas, pegawai lama yang mengalami rotasi pekerjaan, promosi, maupun pegawai yang bertugas dengan teknologi baru pun adanya pelatihan.

4. Melakukan Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja adalah fungsi yang sangat penting, karena memastikan biaya yang telah dikeluarkan perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada pegawai mendapat imbal balik yang lebih tinggi melalui kinerja yang diberikan. Penilaian kinerja yang baik adalah penilaian kinerja yang terukur, dikomunikasikan kepada pegawai serta terkait langsung dengan pemberian insentif dalam paket kompensasi.

Secara umum, kinerja pegawai di industri manufaktur pada bagian produksi hanya diukur dengan menggunakan kehadiran, yaitu rata-rata 40 s.d. 43 jam dalam seminggu. Namun sebenarnya perusahaan dapat menambahkan variabel lain seperti, zero deffect dalam quality assurance, tingkat kedisiplinan, dll sebagai faktor penilai kinerja yang akan meningkatkan keuntungan secara langsung kepada perusahaan.

Anda dapat melakukan efisiensi menyederhanakan kegiatan administrasi yang repetitif dari keempat fungsi di atas dengan menggunakan Solusi HRIS Talenta. Dengan demikian Anda dapat lebih fokus pada pengambilan keputusan yang lebih strategis.


PUBLISHED03 Feb 2020
Emanuelle
Emanuelle

SHARE THIS ARTICLE:

Suka dengan Artikelnya?Talenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!