Saat ini, tak jarang Anda menemukan perusahaan yang memiliki jam kerja yang lebih bebas. Sistem ini biasa dikenal dengan flexi time. Sistem jam kerja ini mulai banyak diterapkan pada perusahaan, terutama pada perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Flexi time memiliki keuntungan dan cara mengatur yang berbeda dengan sistem kerja pada umumnya. Lebih lanjut, berikut penjelasan mengenai flexi time yang perlu Anda simak.

 

Pengertian dan Jenis Flexi Time

Flexible working time atau flexi time adalah sistem pengaturan kerja yang memberi lebih banyak kebebasan kepada karyawan dalam mengatur jam kerja mereka. Dalam sistem flexi time, karyawan dibebaskan jam berapa mereka dapat masuk atau bekerja. Asalkan pekerjaan selesai dan waktu yang digunakan memenuhi jumlah jam yang sudah disepakati dalam perjanjian kerja. Biasanya perusahaan yang memiliki sistem flexi time ini juga membebaskan tempat bekerja para karyawan sehingga karyawan bisa saja bekerja di rumah atau tidak perlu ke kantor.

Kemudian jenis flexi time yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Fixed working hours
    Model fixed working hours yaitu sistem kerja dimana jumlah jam kerja sudah ditentukan untuk semua karyawan. Namun distribusi pembagian jamnya dibebaskan kepada karyawan itu sendiri. Sebagai contoh, setiap karyawan harus memiliki jumlah jam kerja sebanyak 40 jam per minggu. Kemudian perusahaan memberi kebebasan kepada karyawan untuk memilih jam kerja dengan ketentuan 25% karyawan bekerja pada jam 07.00-15.00; 25% karyawan bekerja pada jam 08.00-16.00; 25% karyawan bekerja pada jam 09.00-17.00; dan 25% terakhir karyawan bekerja pada jam 10.00-18.00.
  2. Flexible working hours
    Model ini adalah sistem kerja dimana karyawan tidak dibatasi jam kerjanya setiap hari. Syarat terpenting yang harus dipenuhi karyawan adalah 40 jam per minggu. Jika karyawan ingin memiliki 4 hari kerja, maka ia harus bekerja 10 jam per hari. Atau 5 hari kerja dengan 8 jam per hari seperti karyawan pada umumnya, dan seterusnya. Namun jumlah jam ini tidak harus sama setiap harinya. Artinya karyawan tidak harus selalu memulai kerja pada pukul 07.00, asalkan jumlah jam kerja terpenuhi.
  3. Variable working hours
    Model satu ini adalah sistem kerja yang membebaskan karyawan memilih jam kerja yang diinginkan, namun ada jam-jam tertentu yang harus dihadiri. Artinya ada jumlah jam tertentu yang harus dipatuhi dan dikerjakan di kantor. Sebagai contoh, karyawan harus masuk setiap jam 09.00-13.00 setiap harinya. Sehingga mereka harus menambah 4 jam lagi yang tidak harus dikerjakan di kantor.

Baca juga: Alasan Pentingnya Jam Kerja Fleksibel di Perusahaan

 

Keuntungan Menggunakan Flexi Time

Keuntungan yang didapat jika menggunakan sistem flexi time mungkin belum banyak diketahui. Padahal beberapa keuntungannya bisa saja sesuai dengan kondisi perusahaan Anda saat ini. Flexi time akan cocok dengan perusahaan yang belum memiliki kantor yang cukup luas karena karyawan yang datang dapat bergantian. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan karyawan meningkat 10% ketika mereka lebih bebas mengatur jam kerja mereka sendiri. Kemudian 74% responden menyatakan, kehidupan pribadi mereka dan kehidupan pekerjaan menjadi lebih seimbang ketika jam kerja mereka lebih fleksibel.

Selain itu, perusahaan dengan penerapan jam kerja fleksibel di dalamnya akan lebih menguntungkan bagi keluarga yang suami istri sama-sama bekerja. Keduanya akan tetap bisa mengatur jam kerja tanpa mengganggu waktu mengurus anak-anak dan rumah tangga. Manajemen waktu para karyawan juga akan lebih baik. Termasuk juga manajemen cuti mereka. Banyak bukan pengaruhnya?

 

Cara Pengaturan Flexi Time

Bagi HR, sistem flexi time mungkin akan menjadi sistem kerja yang sedikit merepotkan. Namun sistem kerja ini tidak akan menjadi sebuah kesulitan untuk dikelola jika dipersiapkan dengan baik. Ketika perusahaan Anda memutuskan untuk menggunakan salah satu model kerja di atas, pertama Anda harus mempersiapkan perjanjian kerja yang akan ditawarkan kepada karyawan. Pastikan kebijakan perusahaan sudah jelas dalam mengatur jam kerja karyawan. Perusahaan juga harus memastikan setiap karyawan memiliki koneksi internet yang bagus dan stabil sehingga dapat dihubungi kapanpun ketika mereka tidak sedang di kantor.

Kedua, perusahaan harus menyiapkan teknologi pengelolaan karyawan yang tepat. Karena perbedaan jam kerja yang kompleks, perusahaan, terutama Anda sebagai HR harus menyiapkan hal tersebut. Anda sebagai HR dapat mengusulkan flexi time kepada perusahaan jika memang diperlukan suatu sistem yang dirasa lebih efektif daripada sistem pengelolaan yang sekarang.

Anda dapat memulainya dengan menggunakan aplikasi HR yang terintegrasi. Sehingga ketika sewaktu-waktu akan berubah ke sistem flexi time, perusahaan Anda sudah siap mengelola karyawan dan jam kerja mereka. Salah satu aplikasi HR yang sudah terbukti berkualitas adalah Talenta. Dengan berbagai fitur canggihnya, Talenta mampu membantu Anda mengelola karyawan. Mulai dari data karyawan, absensi, penghitungan gaji, hingga manajemen jam kerja atau shifting karyawan. Yuk coba Talenta disini.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.