Face Recognition sebagai Cara Absensi Karyawan saat Pandemi, Tepatkah?

Face Recognition sebagai Cara Absensi Karyawan saat Pandemi, Tepatkah?

Teknologi pengenalan wajah kini digunakan perusahaan dan pabrikan untuk cara absensi karyawan di tengah pandemi sebagai pengganti mesin fingerprint yang ditakutkan akan menyebarluaskan penularan Virus Corona. Lalu, apalah perusahaan atau pabrikan yang masih beroperasi selama pandemi berlangsung dirasa tepat untuk mulai menggunakan face recognition?

Face recognition sendiri adalah teknologi biometrik yang menggunakan fitur wajah untuk mengidentifikasi seseorang. Teknologi pengenalan wajah ini telah ada selama beberapa waktu. Teknologi yang semakin berkembang dan menyebar luas ke berbagai bidang termasuk cara kerja sebuah perusahaan. Sayangnya, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat ingin mengganti cara absensi karyawan dengan teknologi yang satu ini.

Alasan Face Recognition Belum Tepat Digunakan saat Ini

Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah mahalnya biaya mesin pengenal wajah. Benar, sistem pengenal wajah di perusahaan akan menjadi investasi jangka panjang.

Tapi apakah di masa pandemi, anggaran harus bertambah sedangkan di sisi lain perusahaan justru sedang sulit tak karuan menambah pemasukan?

Selain itu, waktu pemrosesan data melalui sistem pengenal wajah masih dinilai cenderung lama. Walau bagi sebagian perusahaan mungkin tidak terlalu terganggu karena jarangnya karyawan berlalu lalang, tapi ini tetap saja mengurangi efektivitas waktu karyawan. Bahkan, di beberapa kasus, seorang karyawan harus melakukan scan berulang kali agar data terekam dengan baik. 

Menurut studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT), kesalahan identifikasi wajah juga sering terjadi. Misalnya pencahayaan yang rendah, pantulan cahaya dari kacamata, rambut panjang yang menutupi bagian tengah wajah dan masalah teknikal lainnya.

Lalu sebagian juga mengeluhkan, terkadang mesin error sehingga karyawan belum tentu bisa absen saat datang ataupun pulang. Alhasil? HR atau atasan harus membuat absensi manual selama mesin error. Jadi lebih repot, ya. Juga, jam dan tanggal terkadang tidak sesuai dan data yang tersimpan tidak bisa terkoneksi dengan komputer sehingga karyawan harus mengonfirmasikan ulang absensi mereka. 

Lalu, Apakah Ada Alternatif Lain? 

Aplikasi absensi online menjadi solusi terbaik saat ini karena tentu saja biaya yang jauh lebih murah dan ekonomis jika dibandingkan dengan penggunaan mesin fingerprint atau mesin face recognition.

Di masa pandemi Corona, perusahaan memang harus menghemat dan memangkas segala kebutuhan yang tidak perlu.

Ketika sebuah perusahaan atau pabrikan menggunakan aplikasi absensi karyawan secara online, karyawan tidak akan lagi mengalami pemrosesan data yang lambat, tidak perlu lagi melakukan scan berulang kali atau melakukan absen manual karena mesin error ataupun hasil yang tidak presisi. 

Hanya satu yang dibutuhkan ketika karyawan menggunakan aplikasi absensi online, yaitu koneksi internet. Tapi mengingat saat ini hampir semua orang memiliki koneksi internet, ini tentu bukan menjadi masalah besar bagi perusahaan. Apalagi kalau perusahaan dari sebelumnya memang sudah menyediakan koneksi internet.

Dalam memilih aplikasi absensi online, ada baiknya sebuah perusahaan atau pabrikan menggunakan aplikasi yang memiliki fitur lengkap seperti Talenta. Selain absensi online, Talenta juga memberikan fitur lain seperti penyusunan jadwal kerja shift, perhitungan lembur dan cuti hingga perhitungan penggajian secara otomatis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Talenta di website Talenta atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Talenta. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan selama gratis 3 bulan.

Baca juga : Aplikasi Absensi Online: Solusi Terbaik HRD saat WFH

 


PUBLISHED16 Apr 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah