9 Elemen Bisnis Model Kanvas yang Bantu Bisnis Berkembang

9 Elemen Bisnis Model Kanvas yang Bantu Bisnis Berkembang

Ketika ingin memulai sebuah bisnis, Anda pasti berharap bisa menjalankan bisnis dengan baik tanpa hambatan sekali apapun. Biasanya, para founder startup mematangkan model bisnis sebagai strategi yang akan dilakukan sebuah bisnis untuk menghasilkan nilai (value) untuk berbagai pihak yang terlibat dalam proses itu sendiri.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Dan yang perlu Anda ketahui model bisnis dan rencana bisnis memiliki suatu perbedaan. Di mana, model bisnis bertujuan untuk membantu startup memvalidasi sumber daya, aktivitas, kanal, hingga hubungan yang akan dijalin. Sedangkan rencana bisnis lebih kepada strategi untuk mencapai target yang diinginkan sehingga nantinya akan berbicara mengenai pemasaran, keuangan, dan lain-lain.

Model bisnis bagi startup tahap awal hanyalah bersifat eksperimental. Artinya, konsep yang dibuat pertama kali bisa saja tidak berhasil diimplementasikan, karena founder perlu melakukan pengujian, validasi, dan pembuatan ulang, hingga menemukan model yang pas untuk startupnya.

Umumnya, suatu bisnis startup akan menggunakan bisnis model kanvas. Ini adalah kerangka yang paling populer bagi bisnis startup dan mampu menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis untuk menghasilkan kinerja yang lebih optimal. Model bisnis Kanvas ini dapat digunakan untuk semua jenis startup, tanpa terbatas sektor usahanya. Dengan model ini, Anda bisa lebih mudah untuk menganalisis kekuatan dan kekurangan proses bisnis.

Apa itu Bisnis Model Kanvas?

Business Model Canvas atau Bisnis Model Kanvas adalah strategi manajemen yang berupa visual chart dan terdiri dari 9 elemen untuk membantu perencanaan bisnis sebelum dibentuk. Model bisnis ini diperkenalkan pertama kali oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.
Jika dilihat sekilas, bisnis model ini memiliki flow model yang sederhana dan mudah Anda ikuti. Secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya. Dengan bisnis ini, Anda sudah bisa memvalidasi apakah satu ide bisnis itu potensial atau tidak. Sehingga dapat  disimpulkan bahwa membuat bisnis model canvas adalah hal paling yang biasanya dibutuhkan pengusaha pemula atau pengusaha yang mau membuat suatu usaha baru.

9 Elemen Bisnis Model Kanvas

Anda pasti penasaran bukan apa saja yang berada dalam kesembilan elemen bisnis model kanvas ini? Di bawah ini Talenta akan memberikan informasi mengenai 9 elemen yang harus Anda ketahui dan pahami saat melakukan perencanaan bisnis.

a. Customer Segments

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika menggunakan bisnis model kanvas adalah menentukan segmentasi pelanggan yang bisa menjadi target bisnis Anda. Misalnya, ketika Anda memulai bisnis kopi dengan harga Rp15.000 per cup, kira-kira siapa segmen Anda, tidak mungkin kelas bawah dan kelas atas mungkin? Di mana, pada umumnya kelas bawah akan lebih memilih kopi sachet dan kelas atas akan lebih tertarik dengan brand terkenal seperti Starbucks atau Maxx Coffee, dan masih banyak lagi. Customer segments di sini mencakup penjual dan pembeli sesuai dengan kebutuhan.

b. Value Proposition

Setelah menentukan segmentasi pelanggan, Anda harus mulai membuat penjelasan dan rincian dari  keunggulan produk, serta apa saja poin-poin yang bisa mendatangkan manfaat yang ditawarkan perusahaan untuk target pelanggannya? Di sini, Anda bisa menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis lainnya, atau keunikan usaha yang ingin Anda buat. Misalnya, Anda sedang menjalankan bisnis kopi, Anda bisa menjabarkan dengan jelas nilai bisnis Anda seperti bisnis kopi Anda bukan hanya menggunakan gula aren yang kini sedang tren, tapi juga menyediakan kopi dengan rasa buah.

c. Channels

Selanjutnya, Anda bisa mulai menentukan media atau channel apa yang ingin Anda gunakan untuk memasarkan produk yang ingin Anda jual. Dengan elemen yang satu inilah Anda baru bisa menyampaikan value propositions kepada customer segments dengan jelas. Jadi, dapat disimpulkan pada poin ini Anda harus menentukan channel apa saja yang ingin Anda gunakan untuk memasarkan produk ke segmen Anda. Pemilihan channel ini adalah salah satu elemen yang paling menentukan keberhasilan sebuah  bisnis. Misalnya, Anda ingin memasarkan bisnis kopi tersebut melalui website, instagram, Key Opinion Leader, brosur, dan masih banyak lagi. 

d. Revenue Streams

Ini merupakan elemen model bisnis kanvas yang paling vital, di mana perusahaan bisa memperoleh pendapatan dari pelanggan. Anda harus mengelola elemen ini dengan baik dan memastikan tidak ada bahan baku, produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mendapatkan keuntungan besar. 

e. Key Resource

Key resource yang dimaksud di sini adalah elemen yang berisi daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan. Elemen ini harus dikelola dengan baik untuk mewujudkan value proposition bisnis Anda. Jenis sumber daya di sini mulai dari pengelolaan bahan baku, penataan sumber daya manusia, dan penataan proses operasional. Ini semua harus diperhatikan dengan baik saat Anda membuat model bisnis, karena hal inilah yang berdampak pada jangka panjang pada bisnis.

f. Customer Relationship

Pelanggan merupakan salah satu aset penting yang memengaruhi keberhasilan sebuah bisnis. Jika ingin bisnis yang bertahan lama, Anda harus memastikan pelanggan Anda loyal dan setia terhadap produk Anda. Bagaimana caranya? Cobalah terus menjalin hubungan baik dengan pelanggan secara intens. Dengan begitu, pelanggan tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain hanya karena jalinan hubungan yang kurang baik. Pastikan seluruh pelanggan Anda mendapatkan layanan terbaik dari bisnis. Anda bisa mulai dengan rutin mengirimkan newsletter special saat mereka ulang tahun, memberikan layanan after sales yang baik, dan sejenisnya untuk pelanggan Anda secara rutin.

g. Key Activities

Key activities ini merupakan semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis dan berkaitan dengan sebuah produk. Di mana kegiatan utamanya adalah menghasilkan proposisi nilai. Dalam membuat elemen ini, Anda harus menjelaskan bagaimana caranya menciptakan value proposition bisnis dengan melakukan beberapa aktivitas dengan tujuan produk atau jasa menjadi lebih dikenal dan diterima banyak orang.

h. Key Partnership

Elemen ini digunakan untuk pengorganisasian aliran produk atau layanan lainnya. Posisi-posisi key partnership ini memiliki manfaat untuk memberikan efisiensi dan efektivitas dari key activities yang telah dibuat. Anda bisa menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai dengan tujuan bisnis Anda, misalnya dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan atau usaha lain untuk meningkatkan performa bisnis lebih cepat. 

i. Cost Structure

Elemen terakhir yang harus Anda perhatikan adalah struktur pembiayaan bisnis atau cost structure. Ini menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kerugian. Bagaimana caranya? Anda harus bisa mengelola biaya secara efisien agar pengeluaran bisnis menjadi lebih hemat. Elemen ini juga bisa memengaruhi proposisi nilai yang tepat untuk pelanggan. Jadi, pastikan Anda membuat laporan keuangan yang tepat dan sesuai untuk bisnis.
Itulah beberapa hal penting terkait bisnis kanvas. Lalu bagaimana peran Anda sebagai seorang HR? Hampir semua elemen membutuhkan peran Anda sebagai HR. Misalnya saja elemen Key Resource. Anda harus memastikan bahwa perusahaan memiliki Sumber Daya Manusia atau karyawan terbaik yang bisa berkembang dari waktu ke waktu. Karena karyawanlah yang menjadi salah satu aset perusahaan yang memengaruhi perkembangan suatu bisnis.

Untuk mengelola karyawan pun tidak mudah. Sebagai HR, Anda harus bisa mengembangkan karyawan dan membuat strategi yang tepat untuk mempertahankan karyawan. Belum lagi, Anda harus mengelola administrasi mereka seperti penggajian, absensi, cuti, dan sebagainya. Bagaimana bisa Anda mengerjakan semuanya secara sekaligus? Talenta lah jawabannya, dengan Talenta, Anda bisa mengembangkan karyawan lebih mudah tanpa harus memikirkan administrasi karyawan dan perusahaan. Ajukan demo Talenta sekarang!


PUBLISHED04 Nov 2019
Ervina
Ervina