Insight Talenta

Dear Milenial, Lembur itu Dibayar! Begini Perhitungan Lembur

Dear Milenial, Lembur itu Dibayar! Begini Perhitungan Lembur

Trend sistem waktu kerja fleksibel saat ini memunculkan dua pertanyaan penting bagi para milenial, yang pertama adalah bagaimana perhitungan waktu kerja dan bagaimana perhitungan lembur ketika mereka bekerja melewati jumlah waktu yang telah ditentukan?

Apa Yang Dimaksud dengan Waktu Kerja Fleksibel?

Secara garis besar, sistem waktu kerja fleksibel atau flexible working hour dapat diartikan sebagai cara kerja yang dapat memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk menentukan dan mengatur jam kerja mereka dan pekerjaan ditentukan dengan apa yang dihasilkan.

Sistem kerja ini sebenarnya memiliki keuntungan tersendiri bagi karyawan maupun perusahaan karena pekerjaan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Namun, sistem kerja ini kemudian bisa menghilangkan waktu kerja bagi karyawan.

Penelitian yang dilakukan oleh Stefanos & Dimitrios (2011) menunjukkan bahwa sikap karyawan terhadap sistem waktu kerja fleksibel dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti gender, sektor pekerjaan dan partisipasi sebelumnya dalam skema kerja fleksibel. 

Lebih lanjut penelitian ini menemukan bahwa secara umum karyawan wanita, karyawan pada sektor publik, dan karyawan yang telah memiliki pengalaman menerapkan sistem kerja ini sebelumnya lebih mungkin merasakan manfaat yang lebih besar dari fleksibelnya waktu kerja mereka.

Note : Apakah dengan menetapkan jam kerja fleksibel, perusahaan dapat membuat para karyawannya lebih produktif dalam bekerja? Baca artikel berikut Perusahaan dengan Jam Kerja Fleksibel, Perlukah?

Bagaimana Waktu Kerja Fleksibel Berpengaruh terhadap Perhitungan Lembur Karyawan?

Pada dasarnya flexibilitas dalam waktu kerja bertujuan untuk menciptakan keselarasan dalam kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi, namun pada kenyataannya hal ini malah menciptakan pemahaman jam kerja yang ambigu bagi karyawan.

Menurut riset International Trade Union Confederation (ITUC) seperti yang dilansir dari website vice.com menyatakan bahwa Indonesia masuk kedalam salah satu negara dengan iklim kerja paling buruk sedunia dengan rating 5 dari skala 1 sampai 10, hal ini menjadikan Indonesia dianggap gagal dalam menjamin pemenuhan hak pekerja khususnya dalam hal waktu kerja.

Ketidakjelasan durasi kerja pada perusahaan yang menerapkan sistem kerja fleksibel memperburuk perhitungan sistem lembur karyawan, karena karyawan minim pengetahuan batasan-batasan waktu kerja sehingga bekerja melebihi waktu kerja yang telah ditetapkan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.

Bagaimana Ketentuan Lembur Karyawan Menurut Undang-Undang?

Pemerintah sendiri telah menerapkan waktu kerja karyawan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 77 ayat (2) yang menyatakan bahwa waktu kerja karyawan adalah 40 jam/minggu dengan hitungan 7 jam/hari bila karyawan masuk selama 6 hari/minggu atau 8 jam/hari bila karyawan masuk selama 5 hari/minggu.

Bila kemudian ada perusahaan yang mempekerjakan karyawan melebihi ketentuan tersebut, maka perusahaan wajib membayarkan upah kerja lembur kepada karyawan yang bersangkutan. Ketentuan ini seperti yang tertulis pada Pasal 78 ayat (2) UU Ketenagakerjaan.

Note: Pernahkah Anda mengalami kerepotan karena harus membuat ulang form lembur pegawai? Begini Alternatif Canggih Form Lembur secara Praktis

Selain itu, penetapan lembur karyawan juga memiliki ketentuan-ketentuan tertentu yang sudah diatur oleh UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 pasal 78 ayat (1) yaitu:

  • Adanya persetujuan dari karyawan yang bersangkutan untuk melakukan kerja lembur.
  • Waktu kerja lembur terbatas hanya dapat dilakukan sebanyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dari 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

Apa Yang Harus Dilakukan Perusahaan dalam Memenuhi Hak Karyawan Terkait Jam Kerja dan Perhitungan Lembur?

Pemenuhan hak dan kewajiban merupakan salah satu hal penting dalam hubungan industri baik pada karyawan dan juga perusahaan, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk meminimalisir adanya ketimpangan hak dan kewajiban terkait dengan jam kerja dan perhitungan lembur karyawan.

Pertama, memperjelas aturan jam kerja bagi karyawan

Sehingga dapat menghilangkan ambiguitas dan mempertegas batasan antara jam kerja dan juga jam lembur karyawan. Hal ini penting dilakukan, selain sebagai standarisasi peraturan perusahaan juga dapat menjaga produktivitas kerja karyawan.

Berikutnya menyederhanakan proses pengajuan lembur bagi karyawan

Hal tersebut karena pada dasarnya proses yang rumit dan tidak praktis dalam mengajukan jam kerja lembur merupakan salah satu alasan karyawan sulit memperoleh hak nya dalam perhitungan kerja lembur.

Bila sebelumnya proses pengajuan lembur dilakukan secara manual, maka saat ini ada aplikasi HRIS dan payroll yang memungkinkan tim HR pada perusahaan yang menerapkan sistem waktu kerja fleksibel. Salah satunya adalah software HR Talenta.

Talenta memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan perhitungan lembur. Dengan automasi dari Talenta memungkinkan perusahaan untuk melakukan proses pengajuan lembur lebih mudah dan efektif.

Talenta menyediakan fitur mobile employee self-service. Dengan fitur ini, karyawan dapat melakukan pengajuan izin dan lembur dengan cepat dan mudah.


PUBLISHED23 Jul 2020
Sely
Sely