Cuti tidak berbayar atau cuti di luar tanggungan perusahaan merupakan cuti yang bisa diambil karyawan selama ia bekerja. Namun perusahaan tidak wajib memberikan upah. Cuti tidak berbayar contohnya ketika karyawan mendapat tawaran beasiswa, menunggui anggota keluarga sakit, mengikuti suami dinas luar kota, dan sebagainya. Cuti di luar tanggungan juga biasanya diambil oleh karyawan perempuan yang setelah melahirkan ingin mengasuh anaknya lebih lama.

Cuti di luar tanggungan seringkali diambil karyawan pada kondisi-kondisi yang membuat dilema. Misalnya, rasa tidak rela meninggalkan perusahaan, tapi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan begitu saja. Cuti di luar tanggungan biasanya diambil karyawan ketika ia sudah tidak memiliki jatah cuti. Karyawan tersebut tidak akan diberikan upah atau gaji oleh perusahaan. Walaupun demikian, cuti di luar tanggungan sebenarnya memiliki arti “mengikat”. Dimana karyawan dapat kembali lagi di perusahaan tersebut dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Untuk mengetahui lebih jauh, simak ketentuan cuti tidak berbayar yang telah dirangkum berikut ini.

Ketentuan Cuti Tidak Berbayar

Cuti di luar tanggungan tidak diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, sehingga perusahaan tidak wajib memberikan cuti tersebut. Bagi perusahaan yang menerapkan cuti tidak berbayar, umumnya memiliki peraturan sendiri yang biasanya berbeda tiap-tiap perusahaan. Cuti di luar tanggungan boleh diambil oleh karyawan yang telah menjalani masa kerja di perusahaan selama 2 (dua) tahun. Namun, ada juga perusahaan yang membolehkan karyawannya mengambil jatah cuti di luar tanggungan walaupun belum mempunyai jatah cuti tahunan. Hal tersebut tentunya dengan mempertimbangkan hal-hal yang menjadi alasan karyawan mengambil cuti. Misalnya, hal-hal yang membutuhkan cuti cukup lama.

Selain itu, fasilitas cuti di luar tanggungan dapat diambil minimal 12 hari. Fasilitas tersebut biasanya menyangkut hal atau barang yang sifatnya pribadi atau untuk kepentingan keluarga. Sebelum mengambil cuti di luar tanggungan, karyawan harus mengajukan surat permohonan dan persetujuan dari pimpinan perusahaan. Fasilitas cuti di luar tanggungan ini memiliki risiko seperti tidak menerima upah atau gaji dari perusahaan.

Tak hanya itu, perusahaan juga tidak wajib memberikan jaminan kepada karyawan yang bersangkutan untuk dapat kembali bekerja setelah ia cuti. Dalam hal ini, perusahaan akan menerima karyawan yang bersangkutan kembali jika ada posisi yang kosong dan sesuai dengan kualifikasi karyawan tersebut. Ketika karyawan mengajukan cuti di luar tanggungan, maka perusahaan berhak mencari karyawan baru yang menggantikan posisi karyawan yang bersangkutan.

Cuti di luar tanggungan juga harus melalui proses administrasi yang baik, seperti pengajuan surat permohonan dan persetujuan. Jika tanpa proses administrasi, karyawan bisa saja dikira menghilang. Sebab, terdapat ketentuan ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa setelah 5 (lima) hari berturut-turut tidak masuk kerja tanpa kabar, karyawan akan dianggap mengundurkan diri.

Cara Perhitungan Cuti Di Luar Tanggungan

Peraturan cuti di luar tanggungan memang tidak ditetapkan secara jelas dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur tentang cuti karyawan. Namun, perusahaan dapat membuat aturan terkait hal tersebut. Peraturan yang dibuat oleh perusahaan harus menjelaskan kepada karyawan aturan pengambilan cuti, baik yang berbayar maupun tidak berbayar. Aturan tersebut harus memuat cara perhitungan gaji atau upah yang diterima karyawan. Dalam hal tersebut, umumnya perusahaan akan menetapkan rumus sebagai berikut:

Hasil Gaji= gaji pokok – (jumlah gaji per hari x jumlah cuti di luar tanggungan)

Namun, pada dasarnya perhitungan cuti di luar tanggungan ditentukan masing-masing perusahaan. Kesepakatan antara perusahaan dan karyawan akan menentukan aturan tersebut disetujui. Maka dari itu, pelaksanaan cuti dan perhitungannya akan bergantung pada negosiasi personal masing-masing karyawan dengan perusahaan.

Pentingnya Mempersiapkan Diri

Selain berisiko tidak digaji oleh perusahaan, mengambil cuti di luar tanggungan perusahaan dapat membuat karyawan tersebut tertinggal dengan perubahan-perubahan yang terjadi di perusahaan. Cuti di luar tanggungan biasanya akan membutuhkan waktu yang lama, biasanya lebih dari 12 (dua belas) hari. Tentu saja saat karyawan kembali bekerja, akan terjadi beberapa perubahan. Baik hal tersebut berasal dari cara kerja, lingkungan kerja, maupun posisi jabatan di perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi karyawan untuk menyadari bahwa kinerja kantor akan tetap maju, walaupun tanpa keberadaan salah satu karyawannya.

Itulah uraian terkait cuti tidak berbayar yang penting untuk Anda ketahui sebagai tim HR. Untuk memudahkan Anda dalam mengelola hak cuti berbayar maupun tidak berbayar karyawan, Anda bisa menggunakan layanan Talenta sebagai layanan HR yang canggih. Talenta akan menyesuaikan fleksibilitas program terhadap seluruh kebijakan-kebijakan dari perusahaan yang sudah disesuaikan dengan standar dari ketenagakerjaan pemerintah Indonesia.

Mulai dari kebijakan pengambilan cuti, absensi, perhitungan gaji, BPJS, PPh 21, tunjangan, dan lainnya. Sistem yang telah terintegrasi memudahkan Anda dalam mengelola manajemen HR di perusahaan. Dengan Talenta, Anda bisa mengakses data kapan saja dan dimana saja secara online. Yuk, daftarkan perusahaan Anda sekarang juga untuk mendapatkan informasi secara lengkap.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.