Mengatasi Cuti Massal Karyawan karena Kalender Libur Nasional 2020

Mengatasi Cuti Massal Karyawan karena Kalender Libur Nasional 2020

Cuti merupakan hak setiap pekerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Sebagaimana diatur melalui UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003, di mana dijelaskan tentang tujuh hak cuti karyawan meliputi cuti tahunan, cuti bersama, cuti sakit, cuti besar, cuti hamil, cuti penting dan cuti berbayar.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Beberapa contoh dari hak cuti ini bisa didapatkan oleh setiap perusahaan jika mereka sudah memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh perusahaan atau menurut peraturan UU Ketenagakerjaan. Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, syarat yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan untuk mendapatkan hak cuti adalah di mana masa kerja karyawan sudah melewati minimal satu tahun atau dua belas bulan di suatu perusahaan.

Bagi karyawan yang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan cuti, hal ini biasanya dimanfaatkan dengan cara mengambil cuti menjelang hari libur nasional yang  juga bertepatan di hari biasa. Hal ini dilakukan untuk bisa mendapatkan hari libur yang lebih lama. Jika mengacu pada kalendel libur nasional 2020, banyak hari libur nasional yang jatuh di weekdays. Berikut penjabaran hari libur nasional di tahun 2020:

Dari total 18 hari libur nasional di tahun 2020, 15 harinya jatuh pada hari biasa atau weekdays. Hal ini yang harus diperhatikan oleh perusahaan khususnya tim HR untuk membuat regulasi agar terhindarnya cuti massal atau cuti karyawan secara bersamaan. Misalnya di tanggal 24 dan 25 Desember di hari Kamis dan Jumat, karyawan biasanya akan memanfaatkan long weekend ini dengan mengambil cuti di hari Senin tanggal 23 Desember.

Oleh karena itu, pihak perusahaan dapat membuat peraturan yang dapat memudahkan izin cuti dan tidak menganggu operasional perusahaan. Peraturan ini ditujukan untuk mengatasi fenomena membludaknya permintaan cuti karyawan menjelang libur nasional. Selain itu, permintaan cuti yang datang secara bersamaan dapat menyebabkan ketidakefektifan regulasi kerja suatu perusahaan.

Akibatnya, karyawan akan dengan mudah menyepelekan setiap peraturan yang sudah dibuat dan ditetapkan oleh suatu perusahaan karena peraturan ini sifatnya tidak tegas. Oleh karena itu, bagian HR setiap perusahaan harus memutar otak untuk menemukan cara yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Membuat Aturan Terkait Cuti Menjelang Libur Nasional

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah membludaknya cuti karyawan, perusahaan harus bisa membuat aturan yang sifatnya saling menguntungkan ke dua belah pihak. Dalam hal ini karyawan dan perusahaan. Bisa dikatakan sebagai manajemen hari libur. Berikut aturan yang bisa ditetapkan ketika akan mengambil cuti menjelang kalender libur nasional 2020:

  • Membatasi cuti yang tidak lebih dari enam hari berturut-turut. Cuti yang dapat diambil karyawan adalah 6 hari dari total ketersediaan cuti dan bisa diambil lagi di minggu atau bulan berikutnya. Terkecuali, jika cuti berdasarkan alasan medis yang mengharuskan karyawan mengambil semua jatah cuti.
  • Membatasi karyawan perdivisi untuk mengambil cuti secara bersamaan. Hal ini bisa dilakukan jika suatu divisi memiliki 5-6 staff, maka hanya 2 staff yang dapat mengambil cuti bersamaan guna menghindari pekerjaan urgent yang harus bisa dikerjakan oleh staff lainnya di divisi yang sama.
  • Membatasi kesempatan karyawan dalam mengambil  cuti sebanyak 1 kali perbulannya. Maksud dari 1 kali adalah jatah cuti maksimal 6 hari di minggu pertama, kedua, atau terahir dan tidak bisa mengambil cuti lagi di bulan yang sama.
  • Memberikan batas waktu permintaan cuti untuk hari libur nasional adalah 1 bulan sebelum hari cuti. Hal ini dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menghindari membludaknya cuti karena karyawan yang akan liburan dengan jalan-jalan harus mempersiapkannya satu bulan sebelumnya.
  • Memberikan syarat jika kerjaan yang harus dikerjakan di hari mereka cuti harus diselesaikan sebelum mereka cuti. Hal ini juga menghindari terbengkalainya pekerjaan karyawan semasa cuti.

Kebijakan yang dibuat ini harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari alasan pengambilan cuti. Jika tidak terkait dengan kalender libur nasional 2020 atau alasan medis yang mengharuskan karyawan cuti, tentunya ada pengecualian. Yang jelas, perusahaan harus membuat kebijakan yang masih dan tidak menyalahi aturan dari UU Ketenagakerjaan.

Dampak dari Kesalahan Pemberian Izin Cuti Karyawan

Walaupun cuti karyawan adalah hak setiap karyawan, perusahaan juga harus memperhatikan keadaan operasional perusahaan. Tim HR yang tidak dapat mengelola kebijakan untuk memberikan cuti bisa menyebabkan aktivitas perusahaan terganggu. Berikut beberapa dampak yang ditimbulkan jika pengelolaan izin cuti salah:

  1. Terbengkalainya pekerjaan beberapa karyawan karena tidak adanya aturan cuti yang jelas
  2. Kesalahpahaman saat kordinasi karena karyawan terkait sedang cuti
  3. Tidak tercapainya target perdivisi karena karyawan yang sering mengajukan cuti secara bersamaan

Jika hal-hal seperti ini terjadi pada divisi-divisi tertentu, bukan tidak mungkin hal ini juga memeberi pengaruh pada target perusahaan yang tidak dapat tercapai. Oleh karena itu, tim HR harus memberi perhatian lebih pada permasalahan cuti karyawan khususnya di saat kalender libur nasional 2020 yang sudah ada. Perusahaan khususnya tim HR bisa memberi perhatian pada bulan-bulan yang memiliki tanggal libur nasional cukup banyak seperti di bulan Mei, Agustus, dan Desember.

Selain itu, dengan kebijakan cuti yang menguntungkan keduabelah pihak khususnya karyawan, akan membuat karyawan semakin produktif dalam bekerja. Setelah suntuk berbulan-bulan, pikiran para karyawan tentu akan semakin segar dan mampu menghasilkan ide-ide yang dapat mencapai tujuan dari perusahaan.

Karyawan juga akan lebih loyal terhadap perkembangan perusahaan. Dalam hal ini karyawan akan semakin semangat dan mencintai pekerjaan mereka. Untuk itu, perusahaan harus mengatur kebijakan sebagus mungkin yang dapat menguntungkan pihak karyawan dan juga perusahaan.

Selain itu perusahaan juga dapat mengatur setiap cuti karyawan dengan bantuan aplikasi karyawan seperti Talenta. Talenta memberikan layanan dengan fitur-fitur canggih dan praktis seperti absensi online, system payroll, cuti online, dan pengelolaan database perusahaan.

Dengan fiturnya yang praktis ini Talenta bisa menjadi solusi perusahaan dalam mengatur data administratif pada satu pintu melalui gadget. Pekerjaan tim HR tentu akan semakin terbantu dengan hadirnya aplikasi Talenta. Cari tahu lebih banyak tentang Talenta di sini.


PUBLISHED20 Dec 2019
Rianhmz
Rianhmz