Cara Perusahaan Manufaktur Mempertahankan Karyawan Pabrik yang Berkualitas

Cara Perusahaan Manufaktur Mempertahankan Karyawan Pabrik yang Berkualitas

Pada prinsipnya, karyawan adalah sebuah aset, yang sudah sepatutnya dijaga oleh perusahaan. Sebagaimana aset yang harus dijaga, karyawan tidak sama dengan mesin, yang ketika rusak harus diganti. Karyawan adalah aset yang harus dijaga dan dibina. Terlebih lagi, bagi perusahaan manufaktur, tentu perusahaan tidak dapat beroperasi tanpa adanya karyawan di bagian pabrik. Oleh karena itu, Human Resources (HR) perlu mengelola sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalam perusahaan sebaik mungkin. 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Baca Juga: Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

Banyak perusahaan menghabiskan banyak biaya setiap tahun untuk merekrut dan mengganti karyawan mereka. Setiap bulan, sekitar 3 juta orang Amerika berhenti dari pekerjaan mereka untuk mencari sesuatu yang lebih baik. Sebanyak 31% karyawan berhenti sebelum mencapai setengah tahun. Meskipun, tetap saja jumlah turnover tertentu tidak dapat dihindari, bukan berarti  perusahaan tidak tidak boleh mengambil langkah untuk mencegahnya. Ketika suatu perusahaan berusaha untuk meminimalkan turnover, kebanyakan mereka menganggap ini adalah kesalahan pada saat rekrutmen dan onboarding. 

Saat perusahaan manufaktur sudah memperbaiki proses rekrutmen kemudian berhasil mendapatkan kandidat terbaik, maka strategi selanjutnya adalah bagaimana me-retensi karyawan.

Desain Ulang Program Onboarding

Secara sederhana, onboarding dapat diartikan sebagai proses penyesuaian karyawan baru dengan perusahaan tempat ia bekerja. Proses ini meliputi jenis pekerjaan yang akan dihadapi, suasana kantor, orang-orang yang berinteraksi di dalamnya, dan lain sebagainya. Penerapannya bisa berbeda di masing-masing perusahaan. Ada yang menggunakan cara tersistem dan ada juga yang membiarkan karyawan baru mereka belajar sendiri.

Baca Juga: Yang Harus Anda Tahu tentang Onboarding Karyawan

Dalam 90 hari pertama setelah perekrutan, perusahaan manufaktur sering mengalami tingkat turnover yang tinggi. Hingga 20% dari pergantian karyawan terjadi dalam jangka waktu ini. Biaya rata-rata penggantian karyawan dapat berkisar antara 10% hingga 30% dari gaji tahunannya. Dan jumlah ini bertambah ketika Anda mulai kehilangan karyawan menengah ke atas. Untuk mengurangi potensi ini, pastikan perusahaan Anda memiliki lingkungan yang memberikan kesan baik pada karyawan baru. Anda dapat menunjukkan budaya perusahaan dan melibatkan karyawan baru dengan tim sesegera mungkin. 

Jadi, bagaimana Anda mempertahankan karyawan pabrik yang berkompeten? Di sinilah Anda harus berpikir tentang orientasi dengan cara berbeda. Tinjau kembali proses onboarding karyawan sebagai pengalaman yang terus menerus dan tidak pernah berhenti. Menurut sebuah penelitian, ada 69% lebih karyawan yang mungkin untuk tinggal di perusahaan selama tiga tahun jika mereka mendapat pengalaman yang luar biasa. Dengan bantuan teknologi dan pendekatan yang tepat, Anda dapat mendesain ulang onboarding sebagai pengalaman yang berkelanjutan dengan keterlibatan karyawan. 

Membuat Pekerja Merasa Dihargai

Sangat penting bagi perusahaan untuk sedikit bersimpati terhadap kebutuhan pribadi karyawan di luar kantor. Saat ini, karyawan yang berkualitas semakin sadar akan betapa berharganya mereka. Tidak jarang karyawan akan memastikan bahwa mereka memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi ketika bekerja di sebuah pabrik.

Itulah pentingnya menawarkan paket tunjangan yang tepat serta jadwal istirahat yang layak bagi karyawan pabrik. Tidak ada salahnya juga memberikan sedikit tunjangan berupa tambahan gaji atau perawatan kesehatan dan asuransi. Sebuah survei Glassdoor baru-baru ini tentang orang-orang dalam perekrutan, SDM, dan manajer perekrutan menemukan bahwa untuk 45% karyawan yang berhenti, alasan utamanya adalah gaji. Alasan ini diikuti oleh peluang peningkatan karir, tunjangan yang lebih baik, dan lokasi.

Menurut kumpulan survei terbaru tentang retensi karyawan, hanya 24% karyawan “Generasi X” yang mengatakan bahwa stabilitas keuangan memotivasi mereka untuk tetap bekerja. Namun, 56% karyawan mengatakan bahwa masalah perawatan kesehatan dan asuransi membuat mereka tetap dalam pekerjaan mereka. Melihat dari data survey tersebut, tidak ada salahnya untuk menawarkan tunjangan sebagai langkah penghargaan kepada karyawan pabrik yang berkompeten. 

Komunikasi Adalah Kunci

Cara terbaik untuk mempertahankan karyawan yang berkualitas adalah dengan menjalin komunikasi yang baik. Jangan pernah Anda meremehkan kekuatan komunikasi yang jelas dan teratur. Buat karyawan merasa nyaman dan terbuka pada setiap permasalahan yang terjadi di perusahaan. 

Dalam sebuah makalah oleh Dr. Edward Wertheim dari Northeastern University, D’Amore-McKim School of Business, menemukan bahwa makna dari komunikasi (beberapa penelitian menunjukkan lebih dari 90%) berasal dari isyarat non-verbal yang diberikan orang lain. Jadi, jika Anda hanya bertemu secara virtual dengan tim Anda, sebagian besar pesan dan respons mereka mungkin tidak tersampaikan dengan baik. 

Pertemuan merupakan faktor yang sangat penting dalam berkomunikasi dengan baik dan membangun kepercayaan. Jika Anda mengelola karyawan pabrik di lokasi yang berbeda dengan kantor, cobalah untuk bertemu dengan mereka secara pribadi dan  teratur, setidaknya dua hingga tiga kali setahun. 

Pantau proses rekrutmen karyawan hingga onboarding melalui platform Talenta. Integrasikan dengan aplikasi lain untuk fungsi yang lebih canggih.


PUBLISHED03 Feb 2020
Risna
Risna