fbpx

Cara Menurunkan Angka Pengangguran yang Tepat

11 Dec 2019

Setiap orang tua yang telah menyekolahkan anaknya pasti ingin anaknya bekerja di perusahaan yang besar, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga. Tapi kenyataannya, mencari kerja itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lulusan sarjana masih banyak yang tidak bekerja, apalagi yang hanya lulusan sekolah biasa.
Kadang karena pekerjaan tidak kunjung diterima, ada yang berinisiatif dengan membuka usaha. Tapi tidak banyak yang memiliki jiwa wirausaha seperti itu. Ujug-ujug memiliki pekerjaan, karena lama tidak mendapat pekerjaan akhirnya menjadi pengangguran.
Perlu kita diketahui, data  per Juni 2019 menunjukkan bahwa Indonesia itu berada di urutan kedua pengangguran terbanyak di antara negara-negara ASEAN. Urutan pertama dipegang oleh Filipina dengan tingkat pengangguran terbanyak.  Ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran yang ada di Indonesia masih sangat besar. Tingkat pengangguran itu dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Padahal di era pembangunan seperti ini harusnya tingkat pengangguran bisa berkurang, karena lapangan kerja yang diciprtakan sangat banyak.

Pengertian Pengangguran

Sebelumnya, mari kita pahami dulu arti dari pengangguran itu sendiri. Menurut Wikipedia, pengangguran atau dikenal juga dengan istilah tunakarya (Dalam bahasa Inggris : unemployement) adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari seminggu atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran biasanya terjadi karena jumlah orang yang mencari pekerjaan tidak sebanding dengan tawaran lapangan pekerjaan di lapangan.  Dan ternyata hal ini sangat serius dalam bidang ekonomi, karena dapat menurunkan peroduktivitas dan pendapatan masyarakat. Tingginya tingkat pengangguran ini biasanya dapat menimbulkan bermacam-macam masalah  lainnya, seperti kemiskinan, banyaknya kriminalitas dan masalah sosial lainnya. Belum lagi kalau misalnya si pekerja merupakan tulang punggung keluarga, maka anggota keluarga lainnya akan terkena dampak dari menganggurnya kepala keluarga. Bahkan hal ini bisa menyebabkan anak-anak yang harusnya penerus bangsa menjadi putus sekolah dan dampak lainnya bahkan ke psikologis anak. Yang pasti akan sangat membahayakan negara bila sumber daya manusianya menjadi pengguran struktural.
Dalam suatu negara, pengangguran yang berpengaruh besar karena menimbulkan masalah terhadap perekonomian negara dinamakan pengangguran struktural. Pengangguran struktural itu dihasilkan dari ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki oleh para pekerja dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan untuk mempekerjakan pekerja.
Sehingga menyebabkan para calon pekerja atau pekerja yang menganggur dalam waktu lama dan perlahan akan kehilangan keterampilan dalam bekerja sehingga mereka kehilangan keterampilan bekerja yang dimiliki. Dan ini akan menyebabkan tingkat pengangguran akan lebih tinggi lagi dibanding sebelumnya.
Apalagi  dengan era teknologi sekarang yang membuat semakin banyak pengangguran. Ini bisa dilihat dari pergantian tenaga kerja manusia menjadi mesin dengan teknologi mutahir yang dipilih perusahaan untuk menjalankan pabrik. Memang yang mengeoperasikan itu adalah tenaga kerja manusia, tapi tidak sebanyak bila semua dikerjakan oleh manusia. Sehingga pekerja banyak yang tergantikan dan bila para pekerja tidak mendapatkan kerja kembali, maka pengangguran struktural pun terjadi.
Selain itu pengangguran struktural juga terjadi karena perubahan barang dan jasa yang diminta tapi tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja yang ada. Ini disebabkan  karena keahlian, pekerjaan, industri dan lokasi geografis dari para tenaga kerja yang ada tidak memenuhi kriteria sehingga memperngaruhi srtuktur ekonomi yang ada.
Karena itulah, pemerintah tidak tanggung-tanggung untuk mengatasi pengangguran karena masalah pengangguran struktutral sangat mempengaruhi stabilitas perekonomian suatu wilayah atau negara.  Apabila pengangguran ini dibiarkan berlarut-larut maka menyebabkan dampak lainnya bagi suatu negara, bahkan menyebabkan kemiskinan jangka panjang dan pemerataan ekonomi banyak kesenjangan sosial.
Jika kita ambil kesimpulan diatas, pengangguran struktural ini memberikan dampak besar.
Dampak pengangguran bagi perekonomian suatu negara

  1. Menurunnya pendapatan perkapita
  2. Menurunnya pendapatan pemerintah yang didapat dari sekor pajak
  3. Meningkatnya biaya sosial yang wajib dikeluarkan pemerintah
  4. Meningkatnya hutang negara

Dampak pengangguran dagi masyarakat

  1. Menambah bebas psikis para pengangguran dan keluarga atau kerabat dekatnya
  2. Menurunnya keterampilan karena para pekerja telah menganggur lama
  3. Meningkatnya ketidakstabilan politik, sosial dan ekonomi

Cara Mengurangi Pengangguran

Karena pengangguran merupakan kondisi yang memprihatinkan dan dapat membahayakan perekonomian suatu negara, maka harus dilakukan pencegahan atau paling tidak mengurangi angka pengangguran yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan kerjasama pemerintah, lembaga terkait, pengusaha, instansi dan masyarakat.
Solusi yang dilakukan agar dapat mengurangi angka pengangguran ini setiap tahunnya akan semakin sulit seriring meningkatnya para pencari kerja, kebutuhan perusahaaan, munculnya sumber daya mesin yang semakin canggih dari tahun ke tahun, kebijakan pemerintah dan hal lain yang pasti akan mempengaruhi besarnya angka pengangguran. Setiap waktu harus diperbaharui agar selalu update dengan keadaan kenyataan yang ada.
Ada beberapa pedoman sebenarnya bagaimana mengatasi angka pengangguran yang semakin tahun semakin besar jumlahnya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk permasalahan pengangguran yang ada, yaitu :

  1. Membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Dengan meningkatnya lowongan kerja, maka akan sangat banyak seklai para pencari kerja yang akan datang melamar. Maka bila lowongan pekerjaannya banyak bisa lebih memberikan peluang bagi pencari kerja untuk diterima.
  2. Meningkatkan peredaran modal usaha, sehingga jumlah tenaga kerja bertambah
  3. Menempatkan pencari kerja ke tempat yang sesuai kemampuan . Ini bisa dimulai sejak proses rekrutmen sampai saat penempatan. Dengan menempatkan pekerja di bagian dan wilayah yang tepat, maka akan membuat pekerja semangat dan loyal pada perusahaan. Pemerataan pekerja di berbagai bagian akan membuat pekerjaan lebih mudah dilakukan dan para pekerja juga akan lebih cepart mengerjakannya. Sehingga membuat efektifitas pekerja dan tidak akan ada pengangguran hanya karena salah penempatan
  4. Melatih para pencari kerja untuk memiliki jiwa entrepreneur atau membuka usaha sendiri. Seringkali banyak yang bilang kalau membuka usaha sendiri membutuhkan modal. Padahal saat ini dengan digitalilasi, banyak yang tanpa modal hanya menggunakan online. Selain itu dengan mengarahkan pekerja untuk membuat usaha atau proyek karya sendiri yang sesuai passion dan keahlian pekerja, akan membuat pekerja lebih nyaman berwirausaha. Hal ini akan sangat mengurangi angka pengangguran, apalagi sekarang dengan online semua orang bisa menunjukkan kreatifitasnya masing-masing. Bila pekerja sudah merasa nyaman dengan yang dia lakukan, maka ini akan mudah untuk diatasi bersama-sama.
  5. Penyuluhan di masyarakat tentang teknologi dan hubungannya dengan perekonomian. Banyak orang yang menganggap pengangguran yang terjadi adalah kewajiban pemerintah mengatasinya. Padahal sebenarnya dalam diri pencari kerja harus lebih mengerti tentang mengatur keuangan atau teknologi yang semakin marak digunakan saat ini.
  6. Training dan pelatihan sertifikasi untuk para calon pekerja. Para pekerja haruslah menjadi yang terbaik untuk melakukan pekerjaannya. Keahlian yang dimiliki harus diasah sedemikian rupa agar dapat dipergunakan baik untuk tempat dia bekerja  (perusahaan). Hal ini harus selalu menjadi komitmen agar sumber daya manusia menjadi optimal. Karena itulah keahlian memerlukan training dan pelatihan yang berhubungan dengan pekerjaan masing-masing

Dengan membuka lowongan kerja yang banyak, maka perusahaan dapat membantu perekonomian suatu negara. Training untuk para pekerja di awal bekerja atau saat pekerja diterima, dipercaya akan menambah dan mengasah keahlian pekerja agar dapat bekerja lebih baik lagi. Hal ini akan membuat pengangguran akan berkurang. Penanganan yang tepat akan membuat percepatan pemberantasan pengangguran di suatu negara.

Suka dengan artikel ini?
Bagikan ke teman Anda.

Email berlangganan

Dapatkan content HR premium langsung di email Anda!

Tinggalkan tugas rutin dan kembangkan bisnis lebih cepat bersama Talenta

Undang ke Kantor

Konsultasi gratis dengan tim kami bagaimana solusi Talenta dapat membantu bisnis Anda.

Undang Konsultasi

Live Demo

Ikuti workshop Meet Mekari untuk mempelajari Talenta lebih lanjut secara langsung.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba gratis Talenta untuk eksplorasi beragam fitur yang memenuhi kebutuhan Anda.

Coba Gratis
Suka dengan ArtikelnyaTalenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan Artikelnya?Talenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!