fbpx

Cara Menghitung PPH 21 Berdasarkan PTKP Terbaru

22 Nov 2019

Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) adalah jenis pajak yang dikenakan terhadap penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, serta pembayaran lain yang diterima oleh pegawai yang sehubungan dengan pekerjaan jasa, serta kegiatan yang dilakukan oleh pribadi. Singkatnya, PPh 21 adalah pajak yang dibebankan untuk setiap penghasilan yang diterima oleh subyek pajak. Oleh karena itu, setiap karyawan atau pegawai yang memperoleh gaji diwajibkan untuk membayarkan pajak penghasilan.

Tentang Pph 21

Berdasarkan Bab V Pasal 9 Peraturan Direktur Jenderal Pajak (PER) Nomor PER-16/PJ/2016, Dasar Pengenaan dan Pemotongan PPh 21 adalah sebagai berikut:
Penerima penghasilan kena pajak

  • Pegawai tetap
  • Pegawai tidak tetap yang memiliki penghasilan di atas Rp4.500.000 per bulan
  • Penerima pensiun berkala
  • Bukan pegawai yang dimaksud dalam PER-16/PJ/2016 Pasal 3(c) tapi menerima imbalan yang sifatnya berkesinambungan

Orang yang menerima penghasilan di atas Rp450.000 per harinya, baik untuk pegawai tidak tetap yang menerima upah secara harian, mingguan, atau borongan. Jika penghasilan kumulatif yang diterima selama satu bulan tidak di atas Rp4.500.000.
50 persen dari penghasilan bruto yang berlaku bagi karyawan yang telah diatur dalam PER-16/PJ/2016 Pasal 3(c) yang menerima imbalan yang sifatnya tidak berkesinambungan.
Jumlah penghasilan bruto yang berlaku bagi penerima penghasilan.
Tidak hanya dasar pengenaan dan pemotongan, perhitungan PPh 21 juga berdasarkan pada asas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Ini berarti pengenaan PPh tidak secara mentah-mentah diterapkan sesuai tarif, melainkan dikurangi dengan PTKP terlebih dahulu.
Perhitungan PPh 21 sendiri menyesuaikan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan bisa Anda lihat di tabel berikut.

Status Kena Wajib Pajak  Jumlah Per Tahun Jumlah Per Bulan 
Pribadi Rp54.000.000 Rp4.500.000
Kawin (Tanpa Tanggungan) Rp4.500.000 Rp375.000
Setiap Anggota Keluarga Sedarah dan Dalam Garis Keturunan Lurus (Tanggungan) maksimal 3 orang Rp4.500.00 Rp375.000

 

Contoh Perhitungan PPh 21 Gaji Bulanan

Apakah Anda masih bingung dengan perhitungan PPh 21? Jika iya, tidak perlu khawatir karena berikut ini kami akan memberikan contoh perhitungan PPh 21 berdasarkan peraturan pemerintah tahun 2016.
Rama pada tahun 2016 bekerja di perusahaan PT Dimdim Nusantara Indonesia dengan memperoleh upah sebulan sebesar Rp5.000.000 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp200.000. Rama menikah, tapi belum memiliki anak. Pada bulan Januari, penghasilan Rama dari PT Dimdim Nusantara Indonesia hanya dari gaji. Jadi, perhitungan PPh 21 bulan Januari adalah:

Gaji Rp5.000.000
Pengurangan:
  • Biaya Jabatan  (5% x Rp5.000.000)
Rp250.000
  • Iuran Pensiun
Rp200.000
Jumlah Pengurang per Bulan  Rp450.000
Penghasilan Neto Sebulan  Rp4.550.000
Penghasilan Neto Setahun (12 x Rp4.550.000) Rp54.600.000
PTKP Setahun  Rp58.500.000
  • Untuk wajib pajak sendiri 
Rp54.000.000
  • Tambahan sudah menikah            
Rp4.500.000
Penghasilan Kena Pajak (1 Tahun) Rp4.650.000
PPh Pasal 21 Terutang (5% x Rp4.650.000) Rp232.500
PPh Pasal 21 Januari (Rp 232.500 : 12 bulan) Rp19.375

 

Komponen Perhitungan PPh 21

Sekilas memang perhitungan PPh 21 terasa rumit dan membingungkan. Namun, jika Anda terbiasa maka perhitungan PPh 21 ini cenderung lebih mudah digunakan. Sebelum melakukan perhitungan, ada baiknya Anda mempelajari komponen-komponen serta konsep dasar cara perhitungan berikut ini.
Perbedaan Zakat dan Pajak

  • Penghasilan Bruto

Penghasilan bruto (penghasilan kotor) adalah penghasilan yang akan dikenakan pemotongan PPh Pasal 21. Adapun terdapat unsur-unsur penambah penghasilan yang termasuk dalam penghasilan bruto, yaitu:

  • Penghasilan rutin

Perhitungan PPh 21 tentunya akan selalu melibatkan penghasilan rutin wajab pajak pribadi, yaitu upah yang diterima dalam jangka waktu tertentu secara teratur, seperti gaji pokok dan tunjangan(tunjangan jabatan, makan, transportasi, dan lain-lain.

  • Penghasilan tidak rutin

Penghasilan tidak rutin adalah gaji yang diterima oleh pegawai secara tidak teratur, seperti bonus, upah lembur, dan tunjangan hari raya keagamaan (THR).

  • Iuran BPJS atau premi asuransi karyawan yang dibayarkan oleh perusahaan

BPJS adalah salah satu program jaminan sosial yang diadakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Setiap warga negara Indonesia dan asing yang sudah menetap di Indonesia selama lebih dari 6 bulan diwajibkan untuk mendaftar BPJS. Di sebuah perusahaan, iuran BPJS akan dibayarkan oleh perusahaan dan pegawai dengan persentase yang telah ditentukan dalam Peraturan Pemerintah.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Jaminan Kecelakaan Kerja atau JKK adalah kompensasi bagi karyawan yang mengalami kecelakaan saat mulai berangkat kerja hingga tiba kembali rumah atau menderita penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan. Iuran JKK akan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dengan besaran yang dikelompokkan berdasarkan jenis usaha dan risiko yang telah diatur.

  • Jaminan Kematian (JK)

Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris dari peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.

  • Pengurang Penghasilan Bruto

Pengurang penghasilan bruto adalah biaya yang mengurangi penghasilan kotor, antara lain biaya jabatan, pensiun, kotor, iuran BPJS yang dibayarkan pegawai. Iuran BPJS yang dibayarkan pegawai yang termasuk sebagai pengurang penghasilan kotor adalah jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kesehatan (JKes).

  • Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah komponen penting dalam menghitung PPh 21 2018, yaitu jumlah nilai penghasilan kotor bagi wajib pajak yang tidak dikenakan pajak sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016.

Lebih Mudah Menghitung Pajak dengan Talenta 

Menghitung PPh 21 memang bisa dikatakan cukup merepotkan, terlebih jika Anda melakukannya secara manual. Bayangkan, jika perusahaan Anda memiliki karyawan dengan jumlah puluhan, ratusan, hingga ribuan. Staf HRD Anda mungkin memang memiliki keahlian khusus, tapi tentunya menghitung pajak secara manual akan terasa merepotkan, bukan? Selain menyita banyak waktu, cara ini juga terbilang tidak efisien.
Untuk mempermudah kerja Anda, software Talenta hadir dan menawarkan kemudahan untuk mengitung gaji karyawan sekaligus menghitung PPh 21 dengan otomatis, cepat, dan akurat. Ada banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan memakai software dari Talenta, antara lain:

  • Mudah digunakan dengan panduan pemakaian yang dapat dipahami oleh semua orang
  • Perhitungan pajak selalu disesuaikan dengan peraturan terbaru dari pemerintah
  • Fitur-fitur yang lengkap dan user friendly
  • Data yang dimasukkan akan tersimpan secara online dengan rapi dan dalam jangka waktu lama
  • Jaminan keamanan data-data yang dimasukkan karena dibekali dengan sistem berteknologi canggih
  • Dapat digunakan juga untuk administrasi karyawan

Perhitungan pajak dengan sistem manual memang cukup menyita banyak waktu dan terasa merepotkan. Namun, hal tersebut dapat teratasi dengan baik dengan menggunakan software yang tepat. Jadi, tunggu apa lagi? Segera hitung PPh 21 Anda dengan Talenta!


 

Suka dengan artikel ini?
Bagikan ke teman Anda.

Email berlangganan

Dapatkan content HR premium langsung di email Anda!

Tinggalkan tugas rutin dan kembangkan bisnis lebih cepat bersama Talenta

Undang ke Kantor

Cari tahu bagaimana Talenta membantu bisnis Anda.

Undang Konsultasi

Live Demo

Ikuti workshop Meet Mekari untuk pelajari Talenta secara langsung.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi beragam fitur untuk semua kebutuhan Anda.

Coba Gratis
Suka dengan ArtikelnyaTalenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan Artikelnya?Talenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!