Cara Menghadapi Karyawan yang Underperform

Cara Menghadapi Karyawan yang Underperform

Karyawan yang tidak sigap dalam menyelesaikan pekerjaannya, jauh dari target, atau memiliki attitude kerja yang kurang baik, adalah beberapa gejala dari karyawan underperform. Karyawan yang underperform dapat berdampak pada turunnya produktivitas dan performa perusahaan. Untuk itu, mereka harus diatur agar dapat kembali ke kinerja terbaiknya sehingga dapat menjadi aset terbaik dari sebuah perusahaan. Untuk itulah seorang manajer harus mampu melakukan pendekatan kepada si karyawan tersebut dan membantunya kembali bekerja dalam performa yang maksimal. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan dalam menghadapi karyawan underperform.
Berikan umpan balik. Setelah mengenali gejalanya, atasan dapat memberikan umpan balik bagi karyawan tersebut sejelas mungkin. Bila kualitas dan kuantitas pekerjaannya menurun, Anda dapat merencanakan untuk mendiskusikan hal apa saja yang harus diubah, bagaimana cara memperbaiki performanya, serta manajemen waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut.
Tanyakan dan dengarkan apa pendapatnya. Dalam diskusi di atas, manajer harus bersiap untuk mendengarkan apa pendapat karyawan mengenai situasi yang tengah dihadapinya. Apakah ada alasan khusus? Apakah mulai kurang nyaman dengan pekerjaannya? Kuncinya buat situasi diskusi senyaman mungkin hingga atasan mengetahui akar masalah tersebut.
Cari tahu apa yang membuat karyawan bahagia. Sering kali penurunan kinerja karyawan muncul karena kurang dihargainya orang tersebut, salah satunya karena terlalu banyak pekerjaan di luar keahlian yang dibebankan kepada orang tersebut. Untuk itu, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memahami apa yang membuat karyawan bahagia dalam pekerjaannya. Semisal dengan mempertimbangkan kenaikan gaji, atau menemukan tugas yang lebih cocok untuk dikerjakan orang tersebut.
Mendiskusikan ulang mengenai target karyawan. Jika target awal yang telah didiskusikan menjadi beban, atasan dapat mempertimbangkan untuk mendiskusikan ulang mengenai target kinerja ka individual. Tanyakan pada karyawan. Apa yang ingin mereka lakukan, apa yang ingin mereka tambahkan, dan sebagainya. Dengan demikian, diharapkan karyawan dapat bekerja lebih keras dan memberikan hasil yang lebih baik.
Untuk mengajak seseorang untuk kembali ke kinerja terbaiknya, yang Anda butuhkan sebagai pemimpin hanyalah pemahaman, pengertian, dan keterbukaan. Dengan demikan, Anda dapat mengatasi masalah yang muncul dengan segera agar kinerja mereka kembali seperti di awal.
Sumber gambar: telegraph.co.uk

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED30 Sep 2016
talenta
talenta