Bonus karyawan tahunan memang tidak memiliki aturan tetap atau pasti yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, bonus karyawan bukan menjadi hal wajib yang harus dilakukan oleh perusahaan. Namun, hal tersebut menjadi wajib apabila tercantum pada perjanjian kontrak, misalnya bonus penjualan produk. Bonus karyawan tahunan merupakan bentuk reward yang diberikan oleh perusahaan atas kerja yang baik dari karyawan. Umumnya, bonus tahunan berupa uang untuk meningkatkan motivasi dan loyalitas karyawan.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokkan Pendapatan Upah dan Pendapatan Non Upah, bonus masuk dalam pendapatan non upah. Dalam surat edaran tersebut, bonus disebut sebagai pembayaran yang diterima karyawan dari hasil keuntungan perusahaan atau kinerja karyawan yang lebih besar dari target produksi normal.

Pihak perusahaan diharapkan bisa memberikan bonus secara adil kepada masing-masing karyawan. Dalam beberapa hal, bonus yang diterima karyawan bisa lebih besar daripada gaji pokok yang diberikan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menghitung bonus karyawan tahunan secara adil dengan cara yang sederhana.

 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menghitung Bonus Karyawan 

Sebelum menghitung bonus karyawan tahunan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh HRD atau bagian personalia. Hal-hal tersebut yaitu, masa jabatan, level jabatan, dan departemen. Umumnya, semakin lama masa jabatan dan semakin tinggi level jabatan, maka jumlah bonus yang diterima akan semakin besar. Sedangkan, pertimbangan departemen dibagi menjadi 3, yaitu produksi, non produksi, dan supporting. Karyawan yang bekerja di departemen produksi biasanya akan mendapatkan bonus yang lebih besar.

Tak hanya itu, masih ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan, yaitu sanksi yang pernah dilakukan. Sanksi dapat berupa surat pelanggaran ataupun skorsing. Apabila karyawan pernah mendapatkan sanksi selama ia bekerja, maka bonus karyawan tahunan yang diterima bisa berkurang.

Cara Menghitung Bonus Karyawan Tahunan

Setelah mengetahui hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menghitung bonus karyawan, Anda perlu mengetahui rumus hitung dari hal tersebut. Rumus hitung bonus karyawan tahunan, yakni:

Bonus tahunan: (poin masa kerja x level jabatan x departemen x gaji) x sanksi

Setelah itu, Anda perlu mengetahui dan menentukan poin dari masa kerja, level jabatan, departemen, dan sanksi tersebut. Ketentuan rumus dalam penghitungannya, antara lain:

1. Masa kerja

Tahun Poin Keterangan
<1 tahun Prorata Rumus prorata = (gaji ÷ 12) x masa kerja
1 tahun – <2 tahun 90% Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran
2 tahun – <4 tahun 100%
4 tahun – <6 tahun 110%
6 tahun – <8 tahun 120%
8 tahun – <10 tahun 130%
>10 tahun 140%

 

2. Jabatan

Level Poin Keterangan
Manajer 120% Level jabatan tertinggi
Superintendent 110%
Supervisor 100%
Foreman 90%
Operator pelaksanaan 80% Lebel jabatan terendah

 

3. Departemen

Departemen Poin Keterangan
Produksi 120% Kategori berat
Non-produksi 110% Kategori sedang
Supporting 100% Kategori ringan

4. Sanksi

Sanksi Bobot Keterangan
Tanpa sanksi 100% Pernah atau sedang menjalani
SP I 90%
SP II 80%
SP III 70%
Skorsing 3 bulan 60%
Skorsing 6 bulan 50%

 

Contoh perhitungan

Agar lebih memahami cara menghitung bonus karyawan tahunan, perhatikan contoh berikut ini:

Nama Level Jabatan Departemen Gaji Masa Kerja Sanksi Keterangan
Sari Manajer Supporting 6 juta >3 tahun SP II Pernah mengalami
Tika Superintendent Non-produksi 5 juta >2 tahun
Ardan Supervisor Produksi 4 juta <6 tahun
Adi Foreman Produksi 3 juta >4 tahun SP I Pernah mengalami

 

Jika perusahaan Anda memiliki karyawan seperti tabel di atas, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Nama Rumus Bonus Karyawan Tahunan Jumlah
Sari (100% x 120% x 100% x 6.000.000) x 80% Rp5.760.000
Tika (100% x 110% x 110% x 5.000.000) x 100% Rp6.050.000
Ardan (110% x 100% x 120% x 4.000.000) x 100% Rp5.280.000
Adi (110% x 90% x 120% x 3.000.000) x 90% Rp3.207.000

 

Bagi karyawan ataupun HRD di suatu perusahaan, hal tersebut sangat penting untuk diketahui. Tujuannya, agar tidak terjadi mispersepsi antara karyawan dan perusahaan. Namun, perlu diketahui bahwa ketentuan perhitungan di atas hanya menjadi sebuah patokan. Perusahaan bisa saja memiliki cara hitung dan ketentuan yang berbeda. Walaupun demikian, Anda bisa menggunakan aplikasi Talenta agar perhitungan gaji dan bonus karyawan tahunan dapat dihitung dengan mudah. Dengan fitur Payroll yang ada dalam aplikasi Talenta, Anda bisa mengatur urusan payroll perusahaan secara praktis dan mudah. Tak hanya itu, fitur Payroll membantu Anda meminimalisasi terjadinya kesalahan hitung gaji dan bonus karyawan. Yuk, daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading