Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan semangat dan motivasi kerja karyawannya. Salah satunya adalah dengan memberikan bonus tahunan karyawan. Dengan adanya banyak kompensasi dan bonus tahunan karyawan yang menarik, diharapkan para karyawan akan semakin produktif dan lebih semangat dalam bekerja.

Motivasi kerja karyawan merupakan hal vital yang tidak boleh diabaikan. Karena, pada saat karyawan tidak termotivasi untuk bekerja secara maksimal, maka cepat atau lambat akan berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Selain sistem kerja yang baik, suasana kerja yang nyaman, gaji yang memadai, bonus juga dapat diberikan untuk memotivasi para karyawan.

Baca juga: Cara Sederhana Menghitung Bonus Karyawan Tahunan

 

Pemberian Bonus untuk Karyawan

Salah satu hal yang dapat memotivasi para karyawan agar mereka dapat bekerja lebih baik adalah pemberian bonus dari perusahaan. Bonus dianggap sebagai suatu pembayaran yang diterima oleh karyawan karena karyawan tersebut memberikan suatu hasil yang sesuai atau bahkan melebihi target yang telah ditentukan. Biasanya pemberian bonus dibagikan oleh perusahaan setiap akhir tahun, setelah penutupan buku perusahaan.

Bonus tahunan karyawan bukanlah upah atau gaji. Di dalam Undang-undang Ketenagakerjaan, tidak ada Pasal khusus yang mengatur tentang bonus karyawan. Di dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja SE-07/MEN/1990 dijelaskan bahwa definisi bonus adalah bukan merupakan bagian dari upah. Tetapi merupakan pembayaran yang diterima oleh karyawan dari hasil keuntungan perusahaan atau karena karyawan yang bersangkutan menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas. Besarnya pembagian bonus tahunan  biasanya diatur berdasarkan kesepakatan bersama.

Bonus tidak hanya akan membantu meningkatkan kepuasan atau motivasi karyawan dalam bekerja, tetapi juga dapat membantu perusahaan dalam menekan tingkat turnover. Selain untuk meningkatkan semangat kerja para karyawan, pemberian bonus juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawan terutama dalam kehidupan di luar pekerjaan. Hal tersebut tentu saja akan menciptakan rasa aman, dedikasi, disiplin dan loyalitas terhadap perusahaan. Sehingga para karyawan akan lebih fokus terhadap tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.

Baca juga: Perhitungan Cuti Tahunan yang Diuangkan

 

Macam-Macam Bonus untuk Karyawan

Bonus tahunan karyawan yang diberikan kepada karyawan swasta, biasanya ditentukan dalam persentase dari gaji pokok dan ada jumlah minimum dan maksimumnya. Berikut ini ada beberapa bonus tahunan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan:

  1. Bonus Tahunan, diberikan berdasarkan keuntungan perusahaan di akhir tahun. Besar kecilnya bonus berkisar antara 2% sampai dengan 7% dari gaji pokok karyawan.
  2. Bonus Retensi, diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang bekerja di perusahaan yang mengalami merger atau akuisisi dengan pihak perusahaan lainnya. Tujuan diberikannya bonus retensi adalah supaya karyawan tetap bekerja di perusahaan saat keadaan khusus sedang terjadi dalam perusahaan mereka.
  3. Bonus Tantiem, biasanya hanya diberikan kepada komisaris dan Dewan Direksi oleh pemegang saham berdasarkan suatu jumlah persentase tertentu dari laba bersih suatu perusahaan setelah melakukan pembayaran pajak.
  4. Bonus Tunjangan Hari Raya, diberikan kepada karyawan yang telah memiliki masa kerja 1 bulan atau lebih. Tidak peduli apakah karyawan tersebut adalah karyawan tetap atau karyawan kontrak, mereka harus tetap mendapatkan bonus THR setiap tahunnya.

 

Menghitung Bonus Tahunan Karyawan

Umumnya bonus tahunan diberikan dalam bentuk uang untuk mendongkrak motivasi, loyalitas, dan produktivitas kerja para karyawan. Namun yang menjadi persoalannya adalah, terkadang pemberian bonus menimbulkan kecemburuan antar karyawan. Terutama jika besarannya dianggap kurang adil atau hanya didasarkan pada faktor suka atau ketidaksukaan atasan terhadap karyawan bawahan, bukan didasarkan pada rumus perhitungan. Bagaimana cara menghitung bonus tahunan karyawan secara adil?

Pada prinsipnya, bonus akan dihitung berdasarkan gaji, masa kerja, jabatan, departemen, dan surat peringatan yang diterima karyawan. Biasanya, bonus tahunan akan diberikan setahun sekali bersamaan dengan pembagian bonus THR. Rumus bonus tahunan adalah:

(Poin Masa Kerja x Level Jabatan x Departemen x Gaji) x Sanksi Surat Peringatan

Baca juga: Menghitung Bonus Tahunan Karyawan, Ini Contohnya!

 

Karena tidak pernah diatur di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, bonus tahunan karyawan bukan merupakan kewajiban perusahaan atas karyawan. Melainkan hanya bagian dari kebijakan perusahaan untuk memberikan hadiah bagi karyawan yang bekerja dengan baik. Namun, bonus tahunan menjadi wajib apabila telah diatur di dalam perjanjian kerja.

Penggunaan software payroll akan memudahkan pihak perusahaan dalam menghitung dan membayar gaji maupun bonus karyawan. Talenta hadir sebagai software HR dan payroll yang terpercaya. Hanya dengan tiga langkah mudah dalam platform Talenta, payroll akan terkirim ke rekening seluruh karyawan dengan cepat. Tanpa ekspor data manual dan serangkaian proses yang rumit, urusan payroll akan tuntas dengan cepat menggunakan Talenta.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.