Insight Talenta

Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Karyawan dengan Mudah

Bagaimana cara HRD perusahaan menghitung persentase kenaikan gaji atau upah karyawan? Karena setiap karyawan tentunya mendambakan kenaikan gaji per tahun.

Namun, kenaikan gaji karyawan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia dapat diterapkan melalui beberapa faktor baik dari karyawan maupun dari faktor perusahaan.

Nah, berbicara mengenai kenaikan, bagaimana cara menghitung persentase kenaikan gaji yang ideal untuk karyawan?

Kali ini Talenta akan coba membahas mengenai hal tersebut. Simak penjelasannya!

Peraturan untuk Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Per Tahun

Berikut Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Karyawan yang Mudah

Kenaikan gaji karyawan biasanya diputuskan oleh perusahaan dan diterapkan dalam bentuk persentase pada masing-masing karyawan.

Besaran jumlah proporsi kenaikan gaji pun berbeda-beda. Misalnya saja, setiap tahun perusahaan mengumumkan ada kenaikan gaji sebesar 5% untuk setiap karyawan.

Sehingga, boleh jadi besaran dan perhitungan kenaikan gaji karyawan jumlahnya berbeda tergantung jabatan mereka.

Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sendiri, tidak ada ketentuan yang mengatur secara lebih rinci mengenai persentase kenaikan gaji karyawan.

Di Indonesia sendiri di tahun 2022, kenaikan gaji diharapkan dapat bisa membaik hingga ke level sebelum pandemi.

Hal ini disebabkan karena mulai pulihnya ekonomi dan berbagai sektor.

Lalu, berapa kenaikan gaji per tahun?

Rata rata kenaikan gaji per tahun diperkirakan akan mencapai 6,5 persen di tahun 2022. Angka ini jauh di bawah tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,3 persen.

Namun masih tetap di bawah tahun 2019 di mana angkanya ada di 6,9 persen.

Angka ini juga mengalahkan rata-rata negara di Asia Pasifik di mana persentase kenaikannya sebesar 5,4 persen.

Namun, agar meminimalisir jenjang gaji yang berlebihan antara gaji tertinggi dan terendah di sebuah perusahaan, maka perusahaan wajib membuat menyusun struktur penggajian karyawan dengan memperhatikan kemampuan perusahaan itu sendiri.

Termasuk ketika menetapkan persentase kenaikan gaji.

Lalu, apa saja faktor-faktor yang membuat perusahaan bisa menerapkan kenaikan gaji?

Baca juga: Akankah Gaji Selalu Naik Setiap Tahunnya?

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Gaji Per Tahun

gaji dan thr honorer

Persentase kenaikan gaji karyawan harus didasari oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Peraturan Pemerintah

Untuk mendapatkan kehidupan yang layak, setiap tahun pemerintah mengumumkan kenaikan upah minimum bagi karyawan.

Perusahaan dapat merujuk besaran penghitungan persentase kenaikan gaji berdasarkan kenaikan upah minimum yang diterapkan pemerintah.

Upah minimum adalah upah terendah yang ditetapkan pemerintah untuk karyawan dengan posisi terbawah dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Laju Inflasi

Permasalahan laju inflasi juga memengaruhi kenaikan upah per tahun baik untuk karyawan swasta maupun PNS.

Jika inflasi terjadi seperti kenaikan BBM saat ini, maka acuan untuk cara menghitung persentase kenaikan gaji harus mengikuti perhitungan upah minimum yang sesuai dengan aturan PP No.36 tahun 2021.

Diperkirakan kenaikan gaji pegawai dapat mencapai 7-10 persen nantinya, namun tidak semua sektor bisnis bisa melakukan penyesuaian gaji, terutama yang masih dalam tahap pemulihan fianansial akibat pandemi.

Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan

Mengingat harga bahan-bahan pokok semakin lama semakin meningkat, sudah seharusnya gaji karyawan juga memiliki penyesuaian dengan kenaikan gaji berkala.

Salah satunya adalah dengan melihat kebutuhan hidup layak ( KHL ) sebagai standar kebutuhan hidup seorang karyawan selama satu bulan.

Penentuan angka KHL sendiri dihasilkan dari hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Nasional.

Angka ini kemudian ditinjau secara berkala paling tidak lima tahun sekali.

Kementerian Ketenagakerjaan mempertimbangkan KHL sebagai salah satu faktor untuk kenaikan gaji karyawan.

Pada tahun 2020 sendiri, KHL memiliki 64 komponen yang kemudian dibagi menjadi 7 kebutuhan dasar masyarakat.

Kemampuan Finansial Perusahaan

Selain karena kebijakan pemerintah, faktor utama lainnya yang juga mempengaruhi penghitungan persentase kenaikan gaji karyawan adalah kemampuan finansial perusahaan dalam membayar gaji.

Tentunya, tidak semua perusahaan memiliki kondisi finansial yang selalu baik.

Terlebih di masa sekarang, pandemi Covid-19 cukup berdampak bagi beberapa perusahaan.

Banyak perusahaan yang tidak sanggup membayar gaji karyawan seutuhnya, sehingga kenaikan gaji per tahun bukan hal yang bijak untuk dilakukan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri sudah meningkatkan persentase upah minimum provinsi ( UMP ) 2022 dengan tetap mempertimbangkan dampak pandemi Covid-19.

Sektor-sektor yang mengalami peningkatan seperti kesehatan atau yang tidak berdampak sama sekali harus mengikuti kenaikan sebesar 3,27 persen UMP.

Industri yang mengalami penurunan tidak diwajibkan untuk meningkatkan gaji karyawan.

Baca juga: Lengkap! Berikut Pengertian serta Beda UMK, UMR, dan UMP

Gaji Rata-Rata di Industri

Maksudnya adalah gaji rata-rata yang dibayarkan oleh perusahaan-perusahaan tertentu pada jenis pekerjaan yang sama.

Misalnya, rata-rata gaji seorang copywriter di Jakarta adalah Rp7 juta per bulan.

Standar gaji ini kemudian digunakan perusahaan untuk menetapkan gaji karyawan.

Namun, jika terjadi kenaikan struktur dan skala upah di posisi tersebut, maka perusahaan bisa memberikan kenaikan gaji karyawan pada posisi itu.

Jenjang Karier dan Jabatan Karyawan

Semakin tinggi jabatan dan tanggung jawab karyawan, semakin meningkat pula gajinya yang mereka terima.

Ini terjadi sebagai salah satu bentuk sistem penggajian yang adil.

Semakin besar tanggung jawab, maka semakin besar juga gaji yang mereka dapatkan.

Sehingga ketika ada promosi jabatan untuk karyawan, perusahaan juga harus menghitung persentase gaji karyawan sesuai dengan tanggung jawab baru mereka.

Selain faktor-faktor di atas, ada faktor pertimbangan lainnya untuk menentukan apakah karyawan layak mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Adapun faktor tersebut mencangkup loyalitas karyawan, masa kerja, dan kinerja serta kontribusi kepada perusahaan.

Baca juga: Tanda-Tanda Bahwa Anda Perlu Mempromosikan Karyawan

Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Karyawan

Penetapan persentase kenaikan gaji karyawan per tahun kembali lagi pada perusahaan masing-masing.

Misalnya, setiap akhir tahun perusahaan menerapkan kenaikan gaji sebesar 5% dan berlaku untuk semua karyawan tanpa terkecuali.

Nantinya, pihak HR yang akan mengimplementasi persentase kenaikan gaji tersebut untuk diterapkan di awal tahun.

Bagaimana rumus perhitungan gaji karyawan?

Kenaikan Gaji Karyawan = Gaji Awal x Persentase Kenaikan Gaji

Menghitung Selisih Gaji Baru dengan Gaji Lama

Sebagai contoh, gaji Andi sebelumnya adalah Rp5.000.000 kemudian di bulan April 2022 ia mengalami kenaikan gaji dan gajinya menjadi Rp5.500.000.

Maka, kenaikan upah Andi adalah gaji baru dikurangi gaji lama.

Selisih gaji = Upah baru – Upah lama

Rp5.500.000 – Rp5.000.000 = Rp500.000

Mencari Persentase Kenaikan Gaji

Langkah yang perlu dilakukan untuk mencari persentase gaji adalah dengan menghitung rasio selisih gaji terhadap gaji lama.

Berikut langkahnya:

Rasio = selisih gaji : gaji lama
Rp500.000 : Rp5.000.000 = 0,1

Kemudian, kalikan rasio dengan 100 untuk mendapatkan persentase kenaikan gaji per tahun.

0,1 x 100 = 10 persen

Jadi, kenaikan gaji Andi adalah sebesar 10 persen.

Contoh Kasus Perhitungan Rasio Gaji Pegawai

Perusahaan PT Maju Terus telah mengumumkan upah bahwa ada kenaikan gaji yang berlaku untuk semua karyawan sebesar 10%.

Persentase kenaikan gaji ini efektif pada bulan Januari 2021.

Terdapat tiga karyawan yang memiliki nominal gaji yang berbeda, yakni Rizky bergaji Rp8.000.000, Raditya bergaji Rp6.000.000, dan Lisa bergaji Rp9.500.000.

Berapa besar kenaikan gaji ketiga karyawan tersebut berdasarkan persentase?

Kenaikan gaji Rizky = Rp8.000.000 x 10%

Kenaikan gaji Rizky = Rp800.000

Kenaikan gaji Raditya = Rp6.000.000 x 10%

Kenaikan gaji Raditya = Rp600.000

Kenaikan gaji Lisa = Rp9.500.000 x 10%

Kenaikan gaji Lisa = Rp950.000

Setelah menghitung kenaikan gaji dari masing-masing karyawan, penambahan gaji tersebut kemudian ditambahkan ke gaji lama mereka sehingga didapatkan nominal gaji baru mereka per Januari 2021 menjadi sebagai berikut:

Gaji baru Rizky = Rp8.000.000 + Rp800.000

Gaji baru Rizky = Rp8.800.000

Gaji baru Raditya = Rp6.000.000 + Rp600.000

Gaji baru Raditya = Rp6.600.000

Gaji baru Lisa = Rp9.500.000 + Rp950.000

Gaji baru Lisa = Rp10.450.000

Cara menghitung persentase kenaikan gaji karyawan dapat dengan mudah Anda lakukan menggunakan Excel jika perusahaan Anda menggunakan cara yang manual.

Namun perlu Anda sadari bahwa adanya kenaikan gaji UMR karyawan, berarti semua komponen penggajian juga perlu dinaikkan.

Untuk mempermudah melakukan perhitungan komponen penggajian, dapat menggunakan attendance management software.

Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Lebih Mudah Dengan Bantuan Aplikasi

Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Per Tahun Lebih Mudah Dengan Bantuan Aplikasi 

Termasuk di dalamnya adalah penghitungan uang lembur, perhitungan THR karyawan, iuran BPJS Kesehatan serta Ketenagakerjaan, serta jenis pajak penghasilan karyawan.

Tentu, untuk memperbarui data gaji karyawan satu per satu menjadi proses yang rumit, namun semua dengan mudah dapat dibantu dengan aplikasi Mekari Talenta.

Nah, untuk membantu Anda memperbarui komponen gaji karyawan dengan lebih cepat dan efisien, Anda bisa memanfaatkan fitur Payroll dari software HRIS Talenta.

Fitur Payroll kalkulator PPh 21 milik Talenta memudahkan Anda untuk menghitung gaji serta komponen-komponennya.

Fitur disbursement report di dalam Talenta, aplikasi penggajian & pembayaran gaji karyawan secara online dan fleksibel

Jika terdapat penyesuaian gaji karyawan, cara menghitung PPh 21, BPJS, serta tunjangan lainnya dapat dihitung secara otomatis sehingga mempersingkat waktu.

Fitur Payroll Disbursement Talenta juga mempermudah HR untuk membayar gaji karyawan dengan singkat dan dapat dilakukan meski rekening bank karyawan berbeda-beda.

Tertarik menggunakan fitur aplikasi Payroll dari Talenta? Yuk, segera daftarkan diri Anda untuk dapat mencoba demonya secara gratis dengan klik di tautan di bawah ini!

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!


PUBLISHED30 Nov 2022
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah