Vincent Hilliard: Kirimkan SMS yang Tepat Sejak Hari Pertama

Vincent Hilliard: Kirimkan SMS yang Tepat Sejak Hari Pertama

Sejak hari pertama Anda bekerja, tanpa Anda sadari, Anda seolah mengirim pesan singkat (SMS) ke dunia tentang siapa diri Anda sebenarnya. Apakah Anda seorang yang biasa-biasa saja, atau seorang yang hebat? Apakah Anda seorang yang selalu memberi lebih kepada perusahaan atau hanya bekerja setengah hati?
Saran dari Vincent Hilliard, Human Capital Group Head PT Paramount Enterprise International, jangan sampai Anda salah mengirim SMS tentang diri Anda. Jangan sampai karena Anda belum menemukan tempat bekerja yang ideal sesuai harapan Anda, lalu Anda bekerja tidak maksimal. Anda menunggu hingga menemukan tempat yang tepat, baru Anda mengeluarkan semua kemampuan Anda. Padahal, sejak saat pertama Anda memasuki dunia pekerjaan, dunia telah menangkap pesan yang Anda kirimkan.
Prinsip itulah yang dipegang pria bernama lengkap Vincent Henry Richard Hilliard sejak pertama ia bekerja. Lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia ini mengawali karirnya sebagai konsultan produktivitas dan pernah bekerja di berbagai divisi di perusahaan sebelum akhirnya berkarir di HR.
Kini, Vincent memegang posisi tertinggi Human Resources di Paramount Group yang memiliki hampir 3,000 karyawan. Sebelumnya, ayah dua anak ini pernah menjabat Head of Human Capital di Panin Dai-ichi Life. Sebelum itu, selama lebih dari 5 tahun berkarir di IBM Indonesia, Vincent sempat menduduki berbagai jabatan, mulai dari Legal Officer, Procurement Professional, Acccount Receivable & Inventory Manager, Finance Controller, Sales Operation Manager & Corporate Secretary, Country Business Operations Manager, hingga Country Manager of Human Resources.
Bagaimana ceritanya bisa menjajal banyak divisi dan kemudian jatuh cinta pada profesi Human Resources? Mari kita simak langsung wawancara singkat dengan team Talenta berikut ini.
Bagaimana Awalnya Bapak Berkarir di HR?
Saya memang dari dulu suka manajemen. Sejak waktu di UI saya ambil penjurusan teknik Industri karena saya orang teknik yang suka manajemen. Lalu saya bekerja di konsultan produktivitas. Pengalaman setahun bekerja di konsultan itu membekas di saya, bahwa dalam memperbaiki produktivitas perusahaan, tidak hanya system yang kita design, tetapi yang paling penting, yang membuat perubahan adalah ketika kita mengelola orang-orang di dalamnya.
Lalu saya masuk ke IBM. Di IBM ini saya pernah bekerja di berbagai divisi. Mulai dari Legal, Finance, Sales support, business operation, baru kemudian masuk ke HR.
Mengapa ke HR? Karena dari semua pengalaman saya itu saya menemukan bahwa saya punya passion di people. Dan ternyata bahwa yang bisa menyebabkan perubahan itu adalah people. Yang menjadi motornya adalah people. Melalui semua pengalaman itu saya menemukan benang emasnya ada di people. Itulah awalnya, dan hingga sekarang saya masih di HR.
Mengapa Memilih Profesi HR?
Melalui pengalaman saya, saya menemukan people adalah key untuk perubahan dan pencapaian. Untuk tujuan-tujuan perusahaan harus people-nya yang disentuh. I like that.
Apa enaknya menjadi orang HR?
Enaknya pasti ya itu, karena kita punya passion, maka kita enjoy. Kemudian kita bisa berinteraksi langsung dengan penghasil produk. Orang-orang ini kan penghasil produk, kita benar-benar menyentuh dia, ada sentuhan langsung, yang akan memiliki dampak langsung untuk seseorang itu maju dalam karirnya. Dan hal itu menjadi kontribusi untuk perusahaan.
HR memiliki priviledge atau kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan komponen yang menentukan perubahan dalam suatu perusahaan.
Kalau gak enaknya?
Yang gak enaknya, ketika kita deal dengan yang tidak perform. Kalau yang perform enak. Kita bisa melihat potensi seseorang dan bisa channelling untuk growth-nya dia di perusahaan. Kalau yang gak perform, kita mau deal dengan mereka juga ribet. Mau ditawarkan ke bagian lain juga sulit. HR serba salah, harus pandai-pandai menyampaikan bad story. Apalagi kalau sampai harus di-PHK.
Tips agar dipercaya dan menjadi Strategic Partner CEO?
Sekarang kan trend-nya HR menjadi business partner. Sebenarnya gak hanya HR saja, semua departemen, misalnya finance. Kini organisasi mencari finance yang menjadi partner to the business. Contohnya Finance Controller yang bilang gak bisa, gak bisa, this is not the day. Sekarang yang dicari adalah orang yang bisa kasih solusi.
Sama juga seperti HR. Sekarang ini dicari HR yang bisa menjadi partner to the business. Karena itu HR harus mengerti bisnis. Kalau tidak, banyak yang dari background non HR yang akan masuk dan mengisi posisi-posisi tinggi di HR.
Manajemen biasanya meminta report, yang langsung berkaitan dengan business. HR tidak hanya harus jago di bidang HR saja, tetapi harus kuat di data, analisa, dan evaluating, sehingga bisa nyambung ngomong dengan CEO. HR harus memperkaya dirinya dengan economical view, misalnya, kita bisa saving berapa, dari tindakan-tindakan di HR yang sepertinya abstrak. Dunia membutuhkan HR yang menjadi business partner.
 
Vincent Hilliard akan menjadi salah satu pembicara Talenta HR Gathering 10 Mei 2017. Acara ini GRATIS. Segera daftar di sini.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED25 Apr 2017
Ervina
Ervina