Sejak kecil, kita diajarkan jika ingin membeli sesuatu haruslah pergi ke toko. Karena di toko ada banyak barang yang bisa kita beli. Menurut Wikipedia, toko adalah sebuah tempat tertutup yang di dalamnya terjadi kegiatan perdagangan dengan jenis benda atau barang yang khusus. Secara fungsi ekonomi, toko hampir sama dengan kedai atau warung. Saat ini, toko seiring dengan berkembangnya unit bisnis dan teknologinya terbagi menjadi dua , yaitu toko konvensional dan toko online. Sekarang arti toko sudah mulai bergeser dari tempat fisiknya. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan semakin besarnya usaha ekonomi digital saat ini, semua dipermudah tanpa kita harus pergi langsung ke toko. Iya, sekarang sudah hadir toko online yang mempermudah membeli  segala kebutuhan kita.

Dengan adanya online membuka banyak kesempatan para pelaku bisnis memulai usaha tanpa harus dipusingkan dengan modal tempat yang pasti membutuhkan biaya banyak. Untuk yang memiliki toko konvensional malah sekarang makin melebarkan sayap dengan membuka penjualan secara online juga agar semakin besar usahanya. Sebenarnya, apa yang membedakan kedua toko  tersebut? Toko konvensional dan online?

Modal Usaha

Dalam membuka toko sedikitnya tetap dibutuhkan modal. Kalau toko konvensional, kita harus memiliki modal untuk membeli barang secara fisik dan tempat untuk usaha. Karena pembeli dan pengunjung akan melihat langsung barang yang diperjualbelikan. Tapi kalau toko online, modalnya paling tidak untuk membeli kuota internet untuk upload foto dan profil bisnis baik di website, e-commerce dan sosial media. Sedangkan untuk barangnya, toko online bisa berdasarkan sistem PO (pre-order), dropship dari partai pedagang besar atau bahkan reseller yang tidak perlu stok barang karena kita hanya menjual barangnya saja.

Tempat Usaha

Seperti yang kita lihat, kalau toko konvensional dan online bisa jelas terlihat dari tempat usaha dan cara menjual barangnya. Kebanyakan, toko online tidak memiliki toko fisik seperti toko konvensional. Toko konvesional membutuhkan tempat seperti toko atau lapak untuk menawarkan produknya kepada para konsumennya. Ini membetuhkan biaya untuk sewa tempat atau bayar lokasi yang digunakan sebagai toko konvensional.

Perpres No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Di dalam pasal 3 Perpres No. 112 Tahun 2007 mengatur tentang definisi toko modern berdasarkan luas. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

  • Minimarket, kurang dari 400 m2 (empat ratus meter per segi);
  • Supermarket, 400 m2 (empat ratus meter per segi) sampai dengan 5.000 m2 (lima ribu meter per segi);
  • Hypermarket, diatas 5.000 m2 (lima ribu meter per segi);
  • Department Store, diatas 400 m2 (empat ratus meter per segi);
  • Perkulakan, diatas 5.000 m2 (lima ribu meter per segi).

Berbeda dengan toko konvensional, toko online tidak membutuhkan tempat fisik untuk berjualan. Karena segala transaksi bisa dilakukan secara online, modalnya hanya menggunakan listrik, gadget dan internet saja tanpa harus keluar uang puluhan juta seperti ketika membuat toko konvensional. Di awal maraknya toko online, muncul yang namanya usaha dropshipper dan reseller. Jadi menjajakan jualan lewat media online, tanpa harus memiliki modal. Bisa melalui email, website, grup chat bahkan sekarang sosial media layaknya instragram, twitter, blog juga bisa menjadi tempat orang untuk berjualan. Ya, toko online hanya membutuhkan website, sosial media dan ecommerce.

Tapi seiring berkembangnya ekonomi digital, sudah banyak muncul ecommerce yang bisa dijadikan tempat berjualan online. E-commerce ini sangat diminati para penjual. Karena selain lebih mudah berjualan, juga lebih aman dan lebih besar pangsa pasarnya.  Proses jual belinya juga sangat mudah dan cepat kalau lewat ecommerce.

Toko konvensional juga tidak mau kalah untuk melebarkan sayapnya membuka toko online juga. Karena lebih mudah dan lebih besar meraih market jika berjualan secara online dibandingkan hanya offline yang hanya untuk daerah tertentu saja. Pengunjung yang datang juga sangat terbatas. Karena itu, tidak jarang toko konvensional memiliki toko online juga, tapi hanya sedikit toko online yang punya toko konvensional tempat jualan fisiknya. Dengan adanya toko online maka akan membuat penjual mudah menjajakan barangnya tanpa harus keluar rumah.

Lokasi

Memiliki toko konvensional, kita harus pintar-pintar mencari tempat usahanya. Dan itu harus diefektifkan karena biasanya, semakin ramai tempat untuk usaha kita maka akan semakin besar biaya sewa toko atau lapaknya. Tapi kalau kita memilih untuk memiliki toko online, maka kita tidak membutuhkan tempat fisik untuk berjualan. Tapi kita memindahkan lokasinya dengan memilih e-commerce, sosial media dan website mana yang akan jadi tempat jualan kita. Ini sangat membantu kita memangkas biaya sewa toko yang pastinya sangat besar.

Produk

Produk yang ditawarkan di sebuah toko bisa produk barang atau produk jasa.  Ini berlaku untuk produk yang di toko konvensional maupun online. Yang membedakannya adalah, toko konvensional atau offline barangnya ada secara fisik saat pembeli ingin melihatnya jadi langsung melihat sendiri. Sedangkan toko online, pembeli hanya bisa melihat dari katalog foto barang yang ada di toko online kita.

Kalau dulu hanya perusahaan besar yang menyajikan katalog produk toko dengan foto berkualitas, sekarang kreatifitas para pelaku toko online juga membuat foto-foto produk yang dijual dengan sangat profesional.

Stok barang pada toko online belum tentu selalu tersedia, karena itu pembeli harus menanyakan terlebih dahulu. Baru kemudian bertransaksi jual beli sesuai harga yang disepakati.

Mekanisme Penjualan

Pada toko konvensional, toko akan dibuka pada jam-jam tertentu oleh pemilik atau karyawan toko. Saat itu para calon pembeli akan mendatangi toko konvensional untuk membeli keperluannya. Calon pembeli melihat atau menanyakan barang yang dicari, bila barangnya ada dan sesuai maka akan dibelinya.

Penjual harus memiliki waktu untuk menjaga toko dan melayani pembeli yang datang dengan baik. Jadi apa yang ditanya oleh pembeli maka langsung dijawab, karena memang langsung bertatap muka. Setelah dibayar, barang langsung dibawa pulang oleh pembeli untuk digunakan.

Berbeda dengan toko online, pemilik toko bisa tidak langsung menjwab chat atau pertanyaan calon pembeli yang melihat katalog barang. Melayani pembeli juga harus dengan berkata-kata baik, karena semua dilakukan via online tanpa bertatap muka. Dan penjual harus paham kalau melayani via online chat jangan sampai salah berkata-kata.

Walau dengan toko online waktunya sangat fleksibel, jangan sampai terlalu lama menjawab pertanyaan para calon pembeli. Karena itu akan mengurangi kualitas pelayanan bisnis online. Setelah barang ditanyakan dan stok ada, pembeli akan melakukan transaksi. Setelah itu, penjual akan mengirimnya dengan jasa pengantaran yang dipilih. Ada perbedaan pada ongkos kirim yang terdapat pada toko online, sedangkan toko konvensional tidak ada ongkos kirim karena langsung datang dan ambil barangnya.

Pembayaran

Pada toko konvensional, pembayaran langsung dilakukan di toko. Bisa melalui cash cara tunai atau menggunakan fasilitas EDC (bisa debit atau kredit) yang disediakan oleh toko konvensional sebagai alat pembayaran. Harga barang yang dibayar adalah yang tertera pada barang tanpa tambahan biaya apapun, karena barang langsung diambil pembeli.

Untuk bisnis online, pembayaran dilakukan dengan online ke rekening penjual atau pihak ketiga (rekber) yang terpercaya. Bisa dilakukan pembayaran dengan  melalui transfer bank atau setoran tunai, klik bca, dompet dana pihak ketiga atau aplikasi lain yang bisa melakukan transaksi pembayaran ke rekening tujuan.

Untuk yang menggunakan e-commerce, pembayaran belanja online lebih mudah. Karena bisa melakukan pembayaran transfer bank, dompet saldo aplikasi dana pihak ketiga, bahkan via kartu kredit bisa dilakukan dengan memasukkan nomor kartu dan autentikasi 3 digit di belakang kartu kredit. Bahkan saat ini para pembeli dimanjakan dengan pembayaran nanti yang diakumulasikan di akhir bulan. Dan ada banyak promo yang kadang bisa membuat pembelian secara online lebih murah dibandingkan toko konvensional.

Tingkat Kepercayaan Pelanggan

Pada toko konvensional, pembeli penjual bertemu dan bertransaksi dengan sudah ada barangnya yang langsung dilihat. Kepercayaan pembeli pasti lebih tinggi, apalagi dengan pelayanan toko konvensional yang baik akan dipercaya orang banyak.

Untuk toko online, karena pembeli dan penjual tidak bertemu langsung, kemudian katalognya juga secara online. Pembeli harus yakin kalau toko tersebut dapat dipercaya. Ini bisa dilihat dari testi penjualan sebelumnya, jadi pastikan cek dan ricek dulu sebelum melakukan transaksi. Saat ini, banyak juga penjual online yang dilansir penipuan. Maka pembeli harus lebih pintar sebelum bertransaksi. Begitupun penjual online, juga harus waspada dengan pembelian calon pembelinya.

Lebih aman memang menggunakan ecommerce atau rekber pihak ketiga yang terpercaya untuk penjualan toko online. Pembeli membayar seharga barang dan ongkos kirim ke pihak ke tiga, kemudian pihak ketiga memberitahu penjual ada pembelian barang. Penjual kemudian mengirim barang ke pembeli, setelah barang diterima dan sesuai maka pembeli akan bilang transaksi selesai. Lalu pihak ketiga baru mentransfer ke penjual.

Jadi pilih yang mana? Toko Konvensional atau toko online? Keduanya punya kelebihan dan kekurangan untuk kita yang mau memulai bisnis. Tidak ada salahnya menunjuk konsultan sebelum memulai usaha.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.