Seminar “Leading Millenial Generation” Bersama Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia

Seminar “Leading Millenial Generation” Bersama Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia

Tanggal 2 Agustus 2016 lalu bertempat di Gedung WTC 1, Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) bekerjasama dengan One HR Indonesia mengadakan seminar bertemakan “Leading Millenial Generation”. Acara yang dihadiri oleh beberapa praktisi  dan pakar HRD di Indonesia ini menghadirkan Pambudi Sunarsihanto (Country Human Resource Officer Citibank Indonesia), Mohamad Ario Adimas (Division Head Integrated Marketing Communication Indosat Ooredoo) dan juga Frank Koo (Head of Talent Solution LinkedIn South East Asia). Acara yang berdurasi sekitar 2,5 jam ini turut dimoderatori oleh Dayu Dara Permata (VP Go-Jek Indonesia).

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Seminar “Leading Millenial Generation” dilatarbelakangi oleh kegelisahan dan tantangan para praktisi HR dalam menghadapi kebiasaan para pekerja generasi muda masa kini. Dalam diskusinya, Pambudi menceritakan pengalamannya dalam memimpin generasi yang terkenal lebih unik jika dibandingkan dengan generasinya. Generasi yang lebih dikenal sebagai generasi milenial ini memiliki karakteristik menonjol seperti sering berpindah kantor, pemalas, narsis, namun berani mengambil resiko dan mampu membawa perubahan di sekitarnya, termasuk di tempat kerja.

Oleh karena itu, Pambudi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PMSM periode 2016-2019 ini menyarankan bahwa selain mengarahkan mereka agar lebih menikmati dan mencintai pekerjaannya, perusahaan juga dituntut harus memahami karakteristik mereka dan mengubah strategi perusahaan jika perusahaan ingin manusia di generasi ini loyal terhadap perusahaan.

Seminar “Leading Millenial Generation” Bersama Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia

Sedangkan Dimas dalam presentasinya menceritakan mengenai pengalaman pribadinya sebagai salah satu generasi milennial. Selama 7 tahun bekerja, ia memang telah berpindah ke 4 perusahaan berbeda, namun demikian ia memastikan bahwa ia harus membuat perbedaan dan meninggalkan legacy di setiap perusahaan tempatnya bekerja.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadinya, Dimas juga menyampaikan beberapa hal yang diinginkan milennial agar lebih loyal di tempat kerja seperti adanya kesempatan untuk dipromosikan lebih cepat, memiliki tantangan kerja yang menantang dan tidak membosankan, gaji dan tunjangan yang menarik namun juga tidak selalu berupa uang, didukung perusahaan untuk belajar apapun yang mereka mau. Suasana kantor yang jauh dari kesan kaku serta yang paling unik adalah, satu kantor dengan mentor yang diidolakan. Sehingga jika perusahaan memiliki seseorang yang bisa menjadi role model bagi orang-orang di luar perusahaannya, perusahaan juga harus mampu untuk menjaga orang tersebut.

Seminar “Leading Millenial Generation” Bersama Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia

Frank Koo, Head of Talent Solution LinkedIn South East Asia, dalam sesinya mempresentasikan tentang strategi dalam menarik milennial terutama bagi perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh generasi baby boomers dan generasi-x, salah satunya dengan melalui employer branding dan engagement melalui kanal-kanal sosial media. Di zaman dimana generasi milennial lebih memilih untuk bekerja di perusahaan dimana memiliki kesamaan value dengan personal value mereka, perusahaan dapat dengan aktif mempromosikan dirinya melalui media sosial serta men-encourage para karyawannya agar turut aktif di media sosial.

Seminar “Leading Millenial Generation” Bersama Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia

Mengingat perputaran life cycle yang begitu cepat, generasi milennial juga akan mengisi setidaknya 35% dari angkatan kerja pada tahun 2020. Oleh karena itu, perusahaanlah yang juga harus memahami dan beradaptasi untuk perubahan ini jika tidak ingin bisnisnya berhenti. 


PUBLISHED03 Aug 2016
talenta
talenta