fbpx

Isi Lemari Mark Zuckerberg dan Pelajaran Berharga Bagi Para Eksekutif

29 Jan 2016

Mark Zuckerberg, tak dapat dipungkiri bahwa saat ini ia adalah salah satu tokoh yang sangat berpengaruh di dunia terutama bidang teknologi modern. Bagaimana tidak, pria ini adalah pelopor situs jejaring sosial Facebook yang saat ini telah digunakan lebih dari 1 milyar orang. Bahkan baru-baru ini, majalah Forbes menobatkan Mark sebagai orang terkaya ke-6 di dunia seiring dengan saham Facebook yang terus meningkat berkat inovasi-inovasi yang terus ia tumbuhkan dalam perusahaannya.
Baru-baru ini, ia mengunggah sebuah foto di halaman Facebook pribadinya tentang isi lemarinya. Anggapan bahwa selama ini ia selalu memakai baju yang sama setiap hari ternyata benar adanya. Beragam komentar muncul menanggapi hal ini. Salah satu komentar yang menarik perhatian adalah komentar dari pengguna Facebook bernama Youssed Zakouri
This is Mark
Mark created Facebook.
Mark is one of the richest people on this planet.
Mark doesn’t wear fancy clothes.
Mark is modest.
Be like Mark.
Bukan hanya Mark, ternyata banyak tokoh berpengaruh dunia yang juga melakukan hal yang sama. Dalam sebuah wawancara di Majalah Vanity Fair, Presiden Barrack Obama juga mengatakan bahwa ia mungkin akan terlihat selalu memakai baju dan jas yang sama. Steve Jobs, Albert Einstein, hingga Presiden Joko Widodo juga selalu terlihat mengenakan pakaian yang sama. Mengutip pernyataaan Barrack Obama dalam wawancara tersebut, ia mengatakan bahwa ia sengaja melakukan hal tersebut sebagai usaha untuk mengurangi pengambilan keputusan setiap harinya. “Saya tidak mau pusing membuat keputusan mengenai apa yang saya makan dan gunakan. Karena saya sudah mempunyai terlalu banyak keputusan penting lainnya yang harus diambil.”
Pernahkah Anda berpikir berapa banyak waktu yang disia-siakan untuk memilih pakaian apa yang akan digunakan di pagi hari sebelum memulai aktivitas? Atau apa menu sarapan pagi ini? Hal ini mungkin sering kali membuat Anda terlambat datang ke kantor. Hal ini bukan berarti pakaian ataupun sarapan sama sekali tidak penting. Keduanya menempati puncak teratas dalam piramida kebutuhan manusia. Namun di sisi lain, terkadang pakaian dan makanan menyebabkan kita menjadi masyarakat yang terlalu materialistis dan dangkal.
Riset menunjukkan bahwa selama ini otak kita terlalu banyak mengambil keputusan sehingga otak akan bingung hingga menyebabkan kualitas keputusan berkurang. Selain hemat energi, energi yang tidak digunakan dapat disimpan untuk hal-hal yang lebih penting. Jadi, sudah waktunya kita menyederhanakan kehidupan kita, supaya energi kita bisa lebih fokus dan otak kita digunakan untuk mengambil keputusan yang jauh lebih penting daripada sekedar baju dan makanan. Singkatnya, produktivitas bekerja akan berkurang ketika kita terlalu fokus pada hal-hal kecil seperti apa yang akan kita kenakan ke kantor hari ini, atau di mana kita akan makan, atau menu makanan apa yang akan kita makan.
Dalam hidup, ada banyak hal yang lebih penting untuk dikhawatirkan selain urusan pakaian dan makanan. Intinya jangan menghabiskan energi dan pikiran untuk hal-hal kecil yang kurang penting. Buat hidup Anda lebih mudah dengan fokus pada hal-hal yang lebih besar. Sejalan dengan hal tersebut, beberapa orang sukses mengadopsi filosofi ini dalam kehidupan mereka.
Terkadang kita menyia-nyiakan banyak waktu untuk hal-hal yang tidak memiliki dampak yang signifikan dalam hidup, dan sayangnya kita tidak sadar betapa mudah sebenarnya untuk bisa mengubah kebiasaan ini. Hal ini juga yang disampaikan oleh Presiden Uruguay Jose Mujica yang dikenal sebagai presiden termiskin di dunia. Pendapatnya ada benarnya, sebagian besar dari kita bersalah karena telah tenggelam dalam obsesi akan hal-hal material. Pada akhirnya, hal-hal tadi tidak membawa nilai riil ke dalam hidup kita. Membeli sepasang sepatu baru mungkin dapat membuatmu merasa lebih percaya diri dalam jangka waktu pendek, namun tidak akan memperkaya hidupmu dalam jangka panjang.
Walaupun demikian, mungkin dunia akan menjadi tempat yang membosankan jika kita semua menggunakan pakaian yang sama setiap harinya. Namun hal yang bisa dipelajari dari mereka adalah kita semua dapat menyederhanakan hidup dengan mengurangi waktu yang biasa kita habiskan untuk memikirkan hal-hal yang kurang penting.
Di saat yang bersamaan kita dapat melihat dengan filosofi hidup mereka, orang-orang sukses tadi bisa lebih santai, lebih produktif dan lebih terpenuhi dalam keseharian mereka. Life is complicated enough, don’t allow the little things to dictate your happiness. Atau sederhananya, hidup sudah susah jangan dibuat lebih susah.
Dari berbagai sumber.

Suka dengan artikel ini?
Bagikan ke teman Anda.

Email berlangganan

Dapatkan content HR premium langsung di email Anda!

Tinggalkan tugas rutin dan kembangkan bisnis lebih cepat bersama Talenta

Undang ke Kantor

Konsultasi gratis dengan tim kami dan dapatkan jawaban bagaimana Talenta menjadi solusi bisnis Anda.

Undang Konsultasi

Live Demo

Ikuti workshop Meet Mekari dan pelajari Talenta secara langsung.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba gratis Talenta dan eksplorasi beragam fitur yang mampu memenuhi kebutuhan Anda.

Coba Gratis
Suka dengan ArtikelnyaTalenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan Artikelnya?Talenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!