Dalam wawancara kerja, setiap kandidat akan cenderung “menjual” versi terbaik mengenai dirinya demi mendapatkan pekerjaan impiannya, sehingga tidak jarang beberapa diantara mereka cenderung tidak mengatakan hal yang sebenarnya terhadap interviewer hingga berbohong. Faktanya, melakukan hal itu saat wawancara kerja tidak akan membantu Anda untuk mendapatkan pekerjaan. Dan jangan salah, rekruter atau psikolog yang mewawancarai Anda juga sudah cukup ekspert untuk mengidentifikasi apakah jawaban yang Anda berikan saat wawancara cukup mencerminkan Anda. Seram bukan? Oleh karena itu, saat wawancara kerja sebaiknya hindari penggunaan kata-kata berikut untuk mengurangi citra negative Anda di hadapan interviewer.
“Saya tidak tahu apa kelemahan saya” Faktanya, setiap orang jelas memiliki kelemahan. Menurut para rekruter yang sudah berpengalaman, mengatakan kelemahan Anda yang sejujurnya sama sekali tidak menghalangi Anda untuk mendapatkan pekerjaan impian, karena mereka akan menilai Anda secara holistik. Mengatakan bahwa Anda tidak tahu kelemahan Anda justru berpotensi membuat cap buruk rekruter bagi Anda karena Anda telah dianggap arogan dan tidak dapat mengenali diri sendiri.
“Hal apa saja yang membuat karyawan dapat dipecat sewaktu-waktu?” Menurut para analis, hal ini jutsru membuat rekruter berpikir bahwa Anda telah berpikir mengenai keluar dari pekerjaan sebelum resmi diterima kerja. Bahkan hal ini juga dapat menjadi indikasi bahwa Anda telah diberhentikan dari pekerjaan Anda sebelumnya dengan sebab yang merugikan perusahaan.
“Satu-satunya kelemahan saya adalah saya bekerja terlalu keras” Mengklaim bahwa diri Anda bekerja terlalu keras juga tidak terdengar menarik bagi rekruter. Terlebih jika Anda tidak mampu menunjukkan prestasi sebagai indikasi bagi kerja keras Anda.
Apakah perusahaan ini memiliki sistem untuk memonitor penggunaan internet?” Pertanyaan semacam ini jelas akan memunculkan tanda tanya bagi rekruter. Mereka dapat menganggap bahwa Anda akan melakukan pekerjaan lain di luar pekerjaan inti bahkan cenderung menggunakan sumber daya perusahaan bagi kepentingan pribadi Anda. Sebaiknya hindari petanyaan-pertanyaan ambigu semacam itu.
“Saya memang dpecat, namun itu bukanlah kesalahan saya.”  Apapun penyebab pemecatan Anda di masa lalu, sebaiknya hindari membuat pernyataan yang terkesan bahwa Anda membela diri atas kesalahan Anda.
“Saya dapat melakukan apapun” Jika Anda berpikir untuk terlihat menarik di mata interviewer, cukup jadilah diri sendiri tanpa harus berlebihan.
“Apakah Anda sudah melakukan background check sebelumnya?” Sama seperti kalimat di atas, pertanyaan semacam ini justru membuat rekruter curiga dan menganggap Anda telah menyembunyikan sesuatu.
“Saya telah melewati masa-masa sulit.” Menyinggung masa-masa sulit yang telah Anda lewati juga tidak terlihat menarik di mata interviewer. Sebaiknya, hindari penggunaan kalimat ini terutama jika tidak ditanyakan fokuslah terhadap diri Anda apa adanya.
 
Inspirasi: businessinsider.com dan inc.com
Sumber gambar: loker.id

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.