Ingin Berhenti Kerja? Pertimbangkan 5 Hal Penting Ini!

Ingin Berhenti Kerja? Pertimbangkan 5 Hal Penting Ini!

Ada suatu kelegaan ketika mendapatkan pekerjaan yang sudah lama diincar. Rencana untuk keluar yang sudah dipikirkan sejak lama akhirnya bisa dijalankan. Terbesit sebuah keraguan untuk mengutarakan tujuan resign kepada atasan tentu sebuah hal yang sangat wajar, apalagi jika sudah bekerja dalam jangka waktu yang lama. Sebelum Anda menyetujui offering letter dan mengajukan surat resign kepada atasan, ada baiknya Anda mempertimbangkan 5 hal penting berikut:

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.
  • Selesaikan pekerjaan yang masih tertunda

Buktikan kepada atasan bahwa pekerjaan Anda sudah selesai, jangan biarkan atasan menahan Anda karena masih banyak pekerjaan yang tertunda dan belum diselesaikan.

  • File personal haruskah dihapus?

Jika Anda masih memiliki file personal di komputer, ada baiknya segera dihapus. CV, foto-foto pribadi, bahkan segera sign out dari email pribadi dan akun sosial media Anda. Hal ini dilakukan untuk mencegah karyawan lain tidak menggunakan file tersebut untuk keperluan yang tidak baik.

  • Jangan ceritakan kepada karyawan lain

Seringkali timbul rasa ingin membagikan kebahagiaan ini kepada teman terdekat Anda di perusahaan. Anda tidak tahu apakah teman Anda akan menceritakan hal ini kepada orang lain dan jangan biarkan atasan Anda tahu sebelum Anda menceritakan langsung kepada dia.

  • Gali informasi mengenai perusahaan baru Anda

Jangan mengajukan surat resign sebelum Anda menandatangani kontrak kerja di perusahaan baru. Perhatikan kontrak kerja terutama dalam bagian gaji, tunjangan yang diberikan, tanggal Anda masuk, serta jam kerja. Jika terdapat beberapa hal yang tidak tercantum, segera tanyakan kepada HR di perusahaan tersebut.

  • Pilih waktu yang tepat

Cari waktu untuk bertemu langsung kepada atasan Anda. Ceritakan alasan mengapa Anda mengundurkan diri serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum resign. Daripada menceritakan hal negatif yang Anda rasakan kepada perusahaan, lebih baik berikan opini-opini yang membangun yang dapat menyukseskan perusahaan tersebut.
 
Sumber gambar: Shutterstock


PUBLISHED25 Feb 2017
Ervina
Ervina