Dilema Freshgraduates: Kerja atau Lanjut Sekolah S2?

Dilema Freshgraduates: Kerja atau Lanjut Sekolah S2?

Hidup adalah pilihan. Tapi terkadang sulit bagi kita untuk memilih dan memperjuangkan apa yang telah kita pilih, meskipun semua pilihan itu baik untuk kehidupan yang lebih baik. Saat suatu pilihan telah dipilih, muncul keraguan apakah keputusan yang telah kita ambil adalah pilihan yang benar untuk ke depannya. Salah satu contoh kebingungan pilihan yang sering terjadi adalah kebingungan yang dialami oleh para freshgraduates dalam menentukan kehidupan setelah kuliah: kerja atau lanjut sekolah lagi S2?
Jika Anda adalah freshgraduates dan sedang mengalami hal yang sama, poin-poin berikut akan mencoba memberikan pandangan dan arahan mengenai mana yang cocok untuk Anda.
Menerapkan ilmu yang sudah didapat terlebih dahulu atau kembali melanjutkan menimba ilmu. Ada beberapa orang yang memilih untuk langsung bekerja karena ilmu yang didapat pada saat jenjang S1 sudah saatnya harus diaplikasikan. Mereka berpikir tidak ada urgensi untuk lanjut ke jenjang S2 karena ingin membangun kemandirian secara finansial atau mencari pengalaman kerja terlebih dahulu misalnya. Di sisi lain, beberapa lebih memilih untuk melanjutkan ke jenjang S2 karena merasa pikiran masih kuat untuk terus belajar di lingkungan akademis. Ditambah lagi teman-teman seumuran yang juga masih sekolah. Jadi, selama tak ada halangan untuk masalah finansial, S2 adalah pilihan tepat.
Pengalaman kerja atau pengalaman akademis. Beberapa perusahaan bonafide zaman sekarang menetapkan syarat pengalaman kerja 1-2 tahun untuk profesi tertentu. Jarang sekali fresh graduates menempati posisi tinggi dengan pengalaman yang minim, kecuali jika mereka telah memiliki kemampuan luar biasa saat kuliah. Jika Anda lebih mengedepankan karir, bekerja adalah pilihan yang tepat untuk dipertimbangkan. Di sisi lain, banyak profesi yang mensyaratkan minimal pendidikan S2 seperti pengajar atau peneliti. Sehingga mereka mengutamakan untuk mengambil S2 sebagai prasyarat untuk profesi yang akan ditekuni.
Pemikiran “belum tentu mendapat langsung kerjaan mapan” atau “belum tentu sukses setelah S2”. Ribuan sarjana baru lahir setiap tahunnya dan mereka bersaing di dunia kerja dalam waktu yang bersamaan. Daya serap lapangan kerja yang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan jumlah lulusan mengakibatkan banyak pengangguran. Sedangkan jenjang S2 yang masih dikatakan sedikit membuat peluang dalam mencari pekerjaan menjadi lebih luas. Terlebih setidaknya mereka punya satu nilai tambah dibandingkan lulusan S1. Hal ini tentu menjadi bahan pertimbangan bagi para perusahaan untuk merekrut mereka dimana lulusan S2 dianggap memiliki kedewasaan lebih dalam bersikap dan kematangan dalam berpikir sehingga tepat menempati posisi yang baik dalam perusahaan. Namun demikian lulusan S1 juga beranggapan bahwa S2 juga tidak terlalu menjamin masa depan yang lebih baik. Yang terpenting pengalaman kerja dan etos kerja yang tinggi. Jadi tidak ada yang menjamin S2 juga akan mendapatkan pekerjaan yang lebih mapan dibandingkan lulusan S1.
 
Apapun yang akan Anda pilih, yang terpenting adalah menjalani pilihan tanpa paksaan. Karena perencanaan hidup yang matang saat ini akan berpengaruh bagi kehidupan yang akan datang. Jadi, jangan ragu untuk mempersiapkan apa yang akan Anda perjuangkan lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED09 Sep 2016
talenta
talenta