Bekerja di Perusahaan Startup dan Konvensional, Mana Lebih Asyik?

Bekerja di Perusahaan Startup dan Konvensional, Mana Lebih Asyik?

Seiring dengan berkembangnya zaman, makin banyak perusahaan baru yang bermunculan. Perusahaan-perusahaan ini biasanya dikenal dengan istilah startup atau perusahaan rintisan yang baru saja memulai kiprah mereka. Saking banyak atau menjamurnya, kini perusahaan startup menjadi pilihan utama para pekerja yang baru saja akan memulai karirnya atau bagi para pekerja yang sudah lama berkarir dan ingin menantang dirinya untuk berkembang.
Lantas seiring dengan makin populernya, apakah bekerja di perusahaan startup pada kenyataannya memang lebih asyik ketimbang bekerja di perusahaan konvensional? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita bedah perbedaan mendasar jika bekerja di masing-masing perusahaan ini.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.
  1. Soal jam kerja

Perusahaan startup masa kini identik dengan kesan kreatif yang mana budaya dalam perusahaannya sendiri cukup dinamis. Oleh karena itulah, tak heran jika jam kerja di perusahaan startup itu lebih fleksibel ketimbang di perusahaan konvensional.
Menabrak pakem jam kerja 9 to 5 yang biasa dianut oleh perusahaan konvensional, perusahaan startup memang menawarkan jam kerja fleksibel di mana biasanya jam masuk dan pulang tak terlalu mengikat. Prinsip jam kerja pada sebagian besar perusahaan starup biasanya disamakan dengan jam produktif para karyawannya. Jika karyawan bisa lebih cepat bekerja, bisa jadi jam pulang dipercepat maupun sebaliknya.
Sementara itu, prinsip jam kerja di sebagian besar perusahaan konvensional masih mengusung pakem rentang bekerja dari 9 pagi hingga 5 sore. Lebih dari jam kerja yang sudah ditentukan, maka hal tersebut dihitung jam lembur di mana akan ada mekanisme biaya pergantian penambahan jam kerja.

  1. Soal pakaian

Kedua perusahaan memang punya perbedaan yang cukup mencolok soal standar berpakaian. Di sebagian besar perusahaan konvensional, paduan kemeja dan celana kain serta sepatu vantofel masih jadi standar pakaian bagi karyawan pria. Begitu juga dengan karyawan wanita yang diwajibkan mengenakan setelan kemeja dan rok atau celana kain bersama dengan sepatu vantofel.
Sementara itu, di perusahaan startup standar pakaian formal seperti di atas akan sangat jarang Anda lihat. Lebih bebas, bekerja di perusahaan startup tak ada standar tertentu atau lebih bebas. Anda yang bekerja di perusahaan startup bisa saja masuk kantor dengan hanya mengenakan kaos, celana jeans dan sneaker atau malah hanya menggunakan kaos celana pendek dan sandal.
Prinsip berpakaian di perusahaan startup biasanya akan lebih menyesuaikan dengan kebutuhan. Misal, jika akan bertemu dengan klien gaya pakaian yang digunakan bisa lebih rapi seperti setelan kemeja, celana chinnos dan sepatu formal.

  1. Soal pergerakan jabatan.

Tak bisa dipungkiri, pergerakan jabatan di perusahaan konvensional umumnya memang cukup lama. Birokrasi untuk naik jabatan atau mendapatkan promosi jabatan bisanya membutuhkan waktu yang lama dan syarat yang cukup banyak. Sementara itu, tidak dengan di perusahaan startup. Kesempatan naik jabatan biasanya terbuka lebar dan pergerakan jabatan pun cukup dinamis.
Hal ini dikarenakan menjadi pemimpin atau koordinator di perusahaan startup pada prinsipnya tak dibatasi usia juga lamanya waktu kerja. Sebagian besar perusahaan startup biasanya memberlakukan sistem yang lebih longgar untuk pergerakan jabatan, di mana walau seorang karyawan adalah orang baru tapi sudah bisa menunjukkan performa yang baik bukan tak mungkin akan diangkat ke jabatan yang lebih tinggi.
Prinsip pergerakan jabatan seperti perusahaan startup ini sebenarnya juga sudah banyak diterapkan perusahaan konvensional skala besar. Lewat program Management Development Program (MDP) atau semacamnya, karyawan yang baru masuk pun diberi kesempatan untuk bisa menduduki jabatan yang tinggi dengan program pelatihan yang singkat dan tanpa perlu melalui birokrasi yang lama.

  1. Soal lingkungan bekerja

Terakhir yang membedakan antara bekerja di perusahaan konvensional dan startup adalah soal lingkungan bekerja. Di hampir perusahaan konvensional terutama yang skalanya besar, jenjang antara karyawan senior dan junior biasanya akan sangat terasa. Entah mulai fasilitas yang dirasakan, seperti ruangan untuk bekerja hingga akses pada setiap fasilitas yang disediakan perusahaan.
Di perusahaan startup jenjang seperti di perusahaan konvensional mungkin akan sangat jarang Anda temui. Antara senior dan junior jarang ada jenjang yang terlalu jauh. Hampir semua fasilitas bisa dirasakan dan dinikmati bersama, misalnya soal ruangan kerja di mana tak ada sekat. Semua karyawan baik senior atau junior biasanya bekerja dalam satu ruangan yang sama dengan tujuan supaya komunikasi lebih lancar dan efisien. Begitu juga dengan fasilitas lainnya, terkecuali gaji.
Masih banyak sebenarnya perbedaan antara bekerja di perusahaan startup dan konvensional. Terlepas dari perbedaan yang ada, baik bekerja di perusahaan startup dan konvensional memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tinggal Anda lebih nyaman bekerja dan mengembangkan karir di perusahaan yang mana, baru berkembang alias startup atau perusahaan konvensional yang sudah memiliki reputasi dan nama?
Sumber gambar: plus.google.com
 

 
 


PUBLISHED07 Jul 2017
talenta
talenta