Agar Tidak Dicap Kurang Profesional Saat Bekerja, Hindari Hal Berikut

Agar Tidak Dicap Kurang Profesional Saat Bekerja, Hindari Hal Berikut

Bagai dua sisi mata uang, bisa dibilang kehidupan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari itu berbeda atau bertolak belakang. Untuk itu, sebagai karyawan ada baiknya Anda memang membedakan sikap antara saat bekerja dan sikap saat di luar tempat bekerja. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Alasannya sudah tentu untuk mengurangi kemungkinan Anda mendapat cap kurang profesional saat bekerja alias citra yang buruk.
Jarang disadari, berikut ini adalah daftar hal yang sebaiknya memang dihindari saat Anda bekerja. Terutama jika Anda tak ingin dianggap sebagai pribadi yang tak profesional.
1. Gemar bergunjing terkait fisik dan penampilan rekan kerja.
Jika Anda masih saja melakukan hal ini, maka cobalah untuk menghentikannya segera. Pasalnya, bergunjing terkait fisik dan penampilan rekan kerja adalah tindakan yang tak profesional. Perlu digaris bawahi, fisik dan penampilan adalah hak setiap individu. Tak dibenarkan Anda sebagai rekan kerja menilai atau bahkan bergunjing terkait hal tersebut. Alih-alih dianggap lucu, menggunjing fisik dan penampilan hanya akan membuat Anda terlihat sebagai pribadi yang tak profesional dalam bekerja.
2. Membagi keburukan kantor pada orang lain.
Perusahaan atau kantor yang ideal memang jarang bisa ditemui. Meski terlihat amat sempurna, pasti ada satu atau dua kekurangan dari perusahaan. Alih-alih menjelekkan atau membagi keburukan kantor tempat Anda bekerja, sebaiknya simpan saja hal tersebut untuk konsumsi internal. Menjelek-jelekkan atau membagi keburukan kantor tempat bekerja kepada orang lain adalah tindakan yang kurang profesional. Terlebih jika Anda melakukannya via media sosial. Tak hanya dicap tak profesional oleh kantor tempat kerja Anda saat ini, tapi jejak menjelek-jelekkan kantor juga akan dinilai tak profesional jika dibaca oleh klien.
3. Mengulang-ulang kesalahan yang sama.
Membuat kesalahan bisa dibilang adalah hal yang wajar dilakukan tiap karyawan saat bekerja. Namun yang perlu Anda ingat, mengulangi kesalahan yang sama berkali-kali sudah bukan lagi hal yang lumrah. Terlebih jika kesalahan yang Anda buat adalah kesalahan yang kecil seperti datang terlambat ke kantor hampir setiap hari.
Mengulang kesalahan yang sama, bisa membuat Anda dicap kurang profesional. Anda bakal dianggap tak bisa bekerja dengan baik dan tak serius, sehingga atasan atau rekan kerja akan menjadi malas dan sangsi dengan kemampuan Anda menyelesaikan tugas pekerjaan.
4. Sombong dan kerap tak mengakui kesalahan.
Sebagaimana disebut di atas bahwa membuat kesalahan adalah wajar adanya. Tiap manusia pasti pernah melakukan satu atau beberapa kesalahan. Kendati hal yang wajar, tapi jika Anda sombong dan tak mengakui jika membuat kesalahan maka hal tersebut bisa dikategorikan sebagai sikap yang kurang profesional. Anda bakal tambah dicap kurang profesional jika malah melimpahkan kesalahan yang sebenarnya Anda perbuat kepada rekan kerja lainnya atau bawahan.
5. Kerap berkata tak jujur atau berbohong.
Tak hanya di dunia kerja, sikap tak jujur atau kerap berbohong sebenarnya adalah cerminan sikap yang tak profesional. Mengatasnamakan kebohongan demi tujuan kebaikan pun sebenarnya tak dibenarkan, karena berbohong alias berlaku tak jujur sebenarnya membuat citra Anda sebagai karyawan atau orang yang profesional luntur. Berbohong pada dasarnya menghilangkan harta paling berharga dalam dunia kerja yakni kepercayaan. Bagaimana Anda bisa mendapat kepercayaan dari rekan kerja atau atasan, jika Anda terbiasa berbohong terhadap hasil pekerjaan atau hal-hal esensial lainnya.
Menilik penjabaran di atas, pada dasarnya menjadi pribadi yang profesional saat bekerja sebenarnya bukanlah perkara yang mudah tapi juga tak sulit dilakukan. Anda hanya perlu menghindari kebiasaan buruk seperti bergunjing, kerap mengulang-ulang kesalahan hingga terlalu mudah berbohong agar di mata atasan dan rekan kerja, citra diri Anda tetap positif.
 
Sumber cover: https://www.marketingweek.com/2016/08/08/marketing-is-responsible-for-creating-body-issues-among-boys-study-finds/

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED12 May 2017
talenta
talenta