Walau mungkin terlihat exciting, resign dari kerja sebetulnya merupakan keputusan yang berat untuk diambil. Dibutuhkan berbagai pertimbangan matang agar keputusan resign bisa mengarahkan Anda pada peningkatan karir. Namun, proses pengambilan keputusan ini biasanya berlangsung lebih lama dari perkiraan karena adanya berbagai mitos resign yang membuat Anda tidak yakin.
Nah, daripada terus bertanya-tanya dan membuat Anda semakin ragu untuk mengajukan pengunduran diri dari perusahaan, Anda bisa membaca penjelasan tentang berbagai mitos resign yang kerap beredar di kalangan karyawan berikut ini.

Resign kerja menjadikan Anda egois

Berbagai pertanyaan kerap muncul dalam benak karyawan ketika mereka memutuskan untuk resign dari perusahaan. Biasanya, mereka akan bertanya-tanya apakah resign merupakan keputusan yang egois. Jika Anda resign, Anda khawatir rekan-rekan kerja dan atasan akan kesusahan dalam men-handle pekerjaan.
Pikiran tersebut wajar terbersit di pikiran Anda. Namun, jika Anda tidak segera mengajukan surat resign padahal Anda sudah tidak nyaman bekerja di sana, Anda justru akan merugikan orang-orang di sekitar Anda. Bagaimana Anda mengharapkan hasil yang penuh jika Anda hanya memberikan setengah-setengah? Apabila terus diteruskan, bisa-bisa performa Anda justru akan menurun dan membuat rekan-rekan kerja bahkan atasan merasa kecewa.

Resign kerja artinya ada yang salah dengan Anda atau perusahaan

Keputusan resign kerja tak hanya menimbulkan berbagai pertanyaan dalam benak sendiri, tapi juga dari orang-orang di sekitar Anda. Berbagai anggapan pasti akan muncul, misalnya Anda dianggap tidak berhubungan baik dengan atasan atau kurang kompeten bekerja. Padahal, bisa jadi Anda sebetulnya senang bekerja di perusahaan tersebut, tapi Anda ingin mencoba tantangan lain di tempat baru. Jadi, resign kerja bukan berarti ada yang salah dengan Anda atau perusahaan.

Resign kerja dapat membahayakan karir

Saat Anda berencana untuk resign dan menceritakan rencana tersebut ke orang lain, biasanya akan ada saja yang merespon dengan kalimat seperti ini, “Resign kerja bisa membuat CV Anda terlihat buruk sehingga berpengaruh terhadap karir.”
Padahal, bertahan di pekerjaan yang sudah membuat Anda tidak betah d justru bisa lebih berbahaya. Bayangkan jika setiap hari Anda dipaksa melakukan hal yang tak lagi Anda nyaman melakukannya. Semakin Anda memaksakan diri untuk bertahan, justru akan semakin banyak energi yang terbuang. Hal ini bisa berpengaruh terhadap motivasi dan kepercayaan diri Anda di tempat kerja. Karir justru akan semakin terancam, bukan?

Resign kerja menjadikan Anda lemah

Beberapa orang menganggap resign kerja sebagai tanda bahwa Anda merupakan karyawan yang lemah. Mitos perusahaan seperti inilah yang membuat banyak karyawan merasa terkungkung dalam pekerjaannya yang sekarang. Padahal, dibutuhkan keberanian lebih untuk mengambil keputusan resign kerja karena tidak semua orang akan setuju dengan keputusan Anda. Sedangkan, terus bertahan di pekerjaan yang tak lagi Anda sukai justru hanya akan membuat Anda “mengikuti arus”.

Resign kerja artinya Anda gagal

Pernah mendengar kalimat “winners never quit and quitter never win”? Kalimat tersebut memang sebetulnya bersifat motivasi. Banyak orang yang akhirnya menganggap bahwa ketika Anda sudah memulai sesuatu, maka tak seharusnya Anda berhenti melakukannya. Jika Anda tetap berhenti, hal tersebut akan dianggap sebagai sebuah kegagalan.
Tentu saja jika diaplikasikan pada dunia kerja, ungkapan tersebut tak sepenuhnya benar. Terkadang, quitting atau resign kerja justru dapat menjadi keputusan yang tepat, terlebih jika Anda sudah merasa tidak maksimal dalam memberikan performa di tempat kerja.
 
Mengajukan resign kerja atau pengunduran diri merupakan hak Anda sebagai karyawan. Jangan terlalu memedulikan mitos resign yang kerap muncul. Jika memang Anda sudah yakin dengan keputusan untuk resign dan merasa bahwa itu adalah langkah terbaik, maka tak ada salahnya untuk dilakukan.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.