Tiap perusahaan pasti menginginkan para karyawannya bisa bertahan lama atau loyal pada perusahaan. Namun, masalah yang muncul adalah setiap kali terjadi pergantian anggota tim, terkadang hal tersebut tidak menyenangkan bagi perusahaan karena harus beradaptasi dengan pola dan budaya kerja (work culture) baru. Untuk itulah Anda perlu menciptakan suasana kerja yang nyaman di kantor. Nah, melalui ulasan ini, akan diuraikan tips membangun kultur budaya kerja perusahaan di masa kini.

Buatlah desain kantor yang terbuka

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengubah desain di kantor Anda. Mungkin beberapa tahun lalu kantor masih mempertahankan desain budaya kerja yang individualistis, yakni dengan memberi sekat-sekat pada meja agar karyawan lebih fokus bekerja. Desain seperti ini mulai ditinggalkan dan banyak perusahaan memilih mendekorasinya dengan gaya coworking space.
Sebuah meja panjang diletakkan di tengah ruangan besar dan terbuka tanpa sekat antar divisi. Dengan desain seperti ini, karyawan bisa saling berinteraksi dan berkomunikasi tanpa batasan sehingga membuat mereka lebih bebas.

Kantor tidak hanya sekadar tempat bekerja

Selama ini sebagian besar orang menganggap bahwa kantor adalah tempat untuk bekerja. Maka dari itu, suasana dibentuk sedemikian rupa, para karyawan datang, duduk di meja kerja, kemudian mengerjakan tugasnya hingga waktu pulang tiba. Begitu seterusnya, dan hal tersebut akan membuat karyawan terjebak dalam rutinitas yang membosankan. Bila dibiarkan, kinerja akan menurun karena mereka akan merasa bosan.
Ubahlah mindset dengan membuat kantor tidak sekadar tempat bekerja, melainkan sebagai tempat untuk berinteraksi, bercengkerama, dan bersosialisasi—baik dengan klien maupun rekan kerja. Ada baiknya kantor memiliki ruang istirahat, menonton TV, bahkan jika memungkinkan ruang untuk ibu menyusui. Bila perlu, sediakan pula ruangan untuk bersantai dan berolahraga agar karyawan betah bekerja di perusahaan Anda.

Memberi ruang pada karyawan untuk mengasah kemampuannya

Rahasia sukses dari perusahaan besar sekelas Amazon salah satunya adalah dengan memberi ruang bagi karyawannya untuk mengembangkan skill. Sang CEO, Jeff Bezos mengembangkan metode yang disebut ‘two pizza team’. Metode ini terdiri dari sebuah tim kecil dan otonom untuk mengembangkan kemampuan karyawan dalam divisinya masing-masing. Dengan cara beginilah pada akhirnya membentuk budaya pembelajar bagi karyawan-karyawan Amazon.
Semua karyawan juga bebas dan terbuka, jadi siapa saja berhak mengembangkan karir dan tumbuh bersama mencapai tujuan perusahaan. Maka tidak heran bila Amazon mampu bertahan menghadapi kondisi-kondisi sulit karena semua karyawan memegang kultur perusahaan yang tinggi dan terasah untuk menjadi seorang pembelajar.

Ciptakan lingkungan kerja yang inovatif

Kunci utama mencapai kesuksesan perusahaan adalah inovasi. Anda dapat melihat banyak contoh perusahaan yang sukses dan bertahan karena mereka terus berinovasi. Membuat lingkungan kerja nyaman dengan sendirinya akan menciptakan ide dan gagasan baru untuk melahirkan sebuah inovasi.
Jika bosan dengan suasana kantor, Anda bisa rencanakan untuk bekerja dengan cara baru atau mengajak karyawan untuk berekreasi di alam terbuka, di gunung atau pantai semisalnya. Lalu, ciptakan sebuah permainan untuk memecahkan masalah. Ini bertujuan untuk melatih intuisi karyawan dan semangat dalam bekerja sama menghadapi masalah di perusahaan dengan cara yang inovatif ke depannya.

Lebih fleksibel

Jika dulu perusahaan memiliki pakem berpakaian formal bagi karyawannya, saat ini hal tersebut mulai ditinggalkan. Cara berpakaian rapi dan formal seperti dengan celana panjang, kemeja, dasi dan sepatu hitam memberikan kesan kaku ketika berada di kantor. Beberapa tahun belakangan ini, banyak perusahaan yang justru mengizinkan karyawannya untuk berpakaian casual agar lebih santai dalam bekerja.
Kultur perusahaan yang fleksibel tidak hanya dalam soal berpakaian saja, tetapi juga pada peraturan jam kerja. Contohnya dengan mengatur jam kerja masing-masing sesuai dengan kemampuan karyawan. Normalnya, orang bekerja selama delapan jam sehari, semisal dari jam delapan pagi hingga empat sore. Kini, dengan kultur perusahaan yang fleksibel, karyawan bisa masuk jam sepuluh pagi dan pulang jam enam malam. Bahkan beberapa perusahaan mengizinkan karyawannya untuk bisa bekerja di luar kantor.
 
Sebagai pemimpin perusahaan, tidak ada salahnya bahkan sangat penting bagi Anda mengikuti perkembangan tren kultur perusahaan yang baru agar mendapatkan hasil optimal. Selamat mencoba!

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading