4 Cara Terbaik Bekerjasama Dengan Karyawan Millennial

4 Cara Terbaik Bekerjasama Dengan Karyawan Millennial

Tak bisa dipungkiri, saat ini generasi millennials atau generasi kelahiran 1980 hingga 2000-an telah mendominasi bursa tenaga kerja. Disadari atau tidak, keberadaan mereka pun telah mengubah bagaimana kebanyakan pekerjaan harus beroperasi.
Kebiasaan dan gaya mereka bekerja pun bisa dibilang amat berbeda dengan gaya bekerja generasi-generasi sebelumnya. Seperti misalnya, gaya bekerja yang lebih dinamis dan amat haus akan tantangan sera tak terlalu suka dengan keterikatan atau singkatnya lebih menyukai fleksibilitas dalam bekerja.
Jika tak ditangani dengan cermat, gaya bekerja generasi millennials pada dasarnya bisa menjadi boomerang bagi perusahaan. Karena pasti akan banyak singgungan dan ketidakcocokan antara karyawan lama dengan baru yang notabene adalah para generasi millennials.
Lantas cara apa sajakah yang sebenarnya cocok untuk menghindari masalah ini? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Group of Multiethnic People Studying About Teamwork

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Menekankan teamwork atau kerja sama.

Dikutip dari Kompas.com, Pavel Vosk seorang konsultan manajemen pernah berkata bahwa generasi millennial memiliki sifat yang sangat mudah bosan, arogan dan tidak mementingkan pekerjaan atau perusahaannya.
Namun dibalik itu semua, Vosk menekankan bahwa generasi ini sangat memedulikan kerja sama atau teamwork. Jadi, agar mereka memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan maka ada baiknya Anda menekankan teamwork sebagai bagian dari identitas perusahaan.
Jadikan teamwork sebagai DNA perusahaan, supaya komunikasi dan berjalan dengan baik antara karyawan lama dan baru yang adalah para generasi millennials. Vosk pun berpendapat, mengedepankan teamwork mampu membuat karyawan dari generasi millennials lebih cinta pada perusahaan karena merasa perusahaan sebagai ‘rumahnya’.
 

Melakukan mentoring yang jelas dan terstruktur.

Menurut penelitian yang dilakukan CompTIA, mentoring adalah salah satu aktivitas yang sangat penting bagi generasi millennials. Mereka adalah tipe karyawan yang sangat menghargai kesempatan untuk belajar langsung dari para seniornya demi mendapat wawasan baru dan membekalinya dalam mengambil keputusan.
Untuk itu, agar rasa loyalitas tumbuh di hati tiap karyawan dari generasi millennial maka ada baiknya perusahaan mulai memfasilitasi interaksi yang sifatnya profesional lewat jalur mentoring. Niscaya, dengan menerapkan hal ini para karyawan yang datang dari generasi millennials akan memiliki rasa cinta yang besar kepada perusahaan.
 

Hindari mengumbar janji, melainkan penuhi apa yang sudah Anda janjikan pada mereka.

Bill Pelster, Managing Partner Bersin by Deloitte mengungkapkan jika karyawan dari generasi millennials juga lebih mudah terbuai oleh janji. Kendati begitu, mereka adalah tipikal karyawan yang tak suka diberi janji palsu.
Untuk itulah, pada saat interview Anda wajib mengelola kalimat dan menegaskan tiap keuntungan yang akan mereka dapat ketika bergabung dengan perusahaan agar tak menciptakan ekspektasi berlebihan. Hal ini bertujuan agar Anda dan perusahaan tak dianggap sebagai pemberi janji palsu.
Selain itu, Anda juga bisa membangun komunikasi tatap muka agar karyawan dari generasi millennials bisa melihat konteks dan tanda-tanda visual dengan jelas.
 

Tak ada salahnya mendengarkan setiap keluhan dan masukan dari mereka.

Mungkin hal ini Anda anggap sepele, tapi menurut Kulhan sang founder dan CEO Business Improv, mendengarkan setiap masukan dan keluhan adalah salah satu cara jitu agar tercipta suasana kerja yang ideal dengan karyawan dari generasi millennials. Hindari ‘membangun’ tembok atau defence yang menggambarkan seolah-olah Anda dan perusahaan tak menghargainya.
Untuk itu, saat berbincang dan bertatap muka usahakan mengurangi penggunaan kata “tapi” karena hal ini dapat menggambarkan pembatasan dan juga bisa menurunkan moral karyawan yang ingin berkolaborasi dengan Anda.
Sumber data : www.lifestyle.kompas.com; www.comptia.org
Sumber gambar: www.veterinarypracticenews.com
 
 


PUBLISHED19 Jul 2017
talenta
talenta