4 Cara Praktis Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan Millennial

4 Cara Praktis Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan Millennial

Motivasi kerja, terutama karyawan yang lahir di era millennial bukanlah satu hal yang bisa dengan mudah didapat. Hanya ada dua pilihan memunculkan motivasi dalam diri tiap karyawan millenial, yang pertama adalah dengan inisiatif dan yang kedua adalah dengan cara difasilitasi.
Banyak cara memfasilitasi agar motivasi kerja karyawan millenial muncul. Beberapa diantaranya dijelaskan secara gamblang dalam daftar di bawah ini. Mari simak!
1. Menyediakan fasilitas berkreasi dan/atau penghilang jenuh.
Sebagaimana diketahui, generasi millennial adalah anak muda yang kerap suka tantangan dan ‘tak bisa diam’ saja. Pekerjaan yang monoton akan cepat membuat mereka jenuh. Untuk itulah, Anda bisa mengakali rasa jenuh yang muncul dengan menyediakan fasilitas berkreasi dan /atau fasilitas penghilang jenuh.
Fasilitas ini bisa berupa area beristirahat yang dilengkapi dengan kasur atau bean bag untuk sekadar merebahkan badan dari rutinitas bekerja. Bahkan Anda juga bisa menyediakan area bermain atau berolahraga seperti tenis meja layaknya di perusahaan teknologi ternama dunia atau juga bisa berupa mini gym.
Tubuh dan rohani karyawan yang sehat serta disegarkan niscaya akan memengaruhi motivasi kerja karyawan.
2. Menawarkan kenaikan salary yang jelas secara berkala.
Tak bisa dipungkiri, generasi millennial memang dikenal sebagai generasi yang realistis. Ketimbang generasi sebelum-sebelumnya, para millenial terutama di dunia kerja kebanyakan lebih realistis dalam melakukan pekerjaan termasuk masalah salary.
Jika dianggap perusahaan tak mampu memberikan salary yang sesuai, tak jarang mereka akan memilih pindah ke perusahaan lain atau buruknya motivasi kerjanya jadi menurun. Untuk mengakali hal ini, maka Anda wajib menyusun regulasi mengenai kenaikan pangkat atau salary yang jelas.
Buat regulasi yang pas dan berkala mengenai salary ini. Bisa per enam bulan sekali atau per tahun dengan berbagai catatan dan syarat guna memotivasi karyawan dan membuat produktivitas mereka kian meningkat.
3. Menciptakan budaya dan suasana kerja yang fun.
Banyak karyawan yang sudah malang melintang di dunia kerja mungkin tak setuju dengan saran berikut ini. Pasalnya, masih banyak saja yang beranggapan bahwa kerja tidak bisa dibuat fun karena akan memengaruhi profesionalitas. Padahal anggapan ini bisa dibilang salah.
Percaya atau tidak, banyak perusahaan yang sukses saat ini seperti Facebook atau Google misalnya menerapkan budaya kerja yang fun. Bisa mulai dari waktu atau jam kerja yang fleksibel, beragam tunjangan menarik yang ditawarkan, sistem komunikasi yang tak bersekat lagi antara atasan dan bawahan serta banyak opsi budaya kerja fun lainnya.
Budaya kerja fun tak melulu soal senang-senang, melainkan bisa soal regulasi yang dibuat tegas namun tak mengikat. Karena pada dasarnya dan perlu digarisbawahi, bahwa karyawan yang datang dari generasi millenial adalah sosok yang tak lagi suka ikatan berlebih dan peraturan kantor serba kaku.
Bukannya termotivasi kerja, menerapkan budaya kerja yang masih terlalu kaku dan birokrasi dapat menyebabkan tingginya turn over karyawan.
4. Memfasilitasi komunikasi intim antar sesama karyawan serta manajerial.
Seperti disebutkan dalam poin sebelumnya, bahwa perusahaan sudah tak zamannya lagi terlalu berbirokrasi atau kaku. Perusahaan sudah tak waktunya lagi untuk membedakan antara karyawan kelas bawah dan manajerial.
Sekat yang dibuat bisa menjadi boomerang, di mana gap yang menyebabkan masalah dan terutama penurunan motivasi kerja. Oleh karena itu, sebisa mungkin ubah mindset -komunikasi terutama- yang sudah ketinggalan zaman.
Alih-alih menciptakan jenjang sosial, Anda ada baiknya bisa memfasilitasi agar karyawan dan bagian manajerial bisa melakukan komunikasi intim. Banyak cara bisa dilakukan, seperti misalnya mulai dengan menggalakkan sistem 1-on-1 yang memungkinkan antar sesama karyawan atau karyawan dan manajerial bertemu dan berbicara intim.
Topiknya bisa dimulai dari hambatan kerja, keluh kesah selama bekerja atau bahkan bisa masalah pribadi yang mungkin dialami dan menjadi salah satu penyebab menurunnya motivasi kerja. Diharapkan melalui jalan ini, karyawan millenial yang memang identik suka dengan keterbukaan bakal lebih senang dan termotivasi dalam bekerja.
Sumber gambar : https://www.theodysseyonline.com/who-are-the-millennials
 
 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED11 Oct 2017
Ervina
Ervina