Tak bisa dipungkiri, masuk kerja pasca cuti panjang terkadang bisa menimbulkan kesan ‘jet lag’ pada diri karyawan. Kesan ‘jet lag’ ini wujudnya bisa berbagai macam seperti perasaan malas, terpikirkan masalah yang masih belum selesai penyebab si karyawan harus cuti panjang dan banyak wujud lainnya.
Kesan ‘jet lag’ pada karyawan pasca cuti bisa berakibat makin buruk terutama pada mereka yang mengambil cuti panjang untuk alasan melahirkan. Kondisi karyawan pasca melahirkan bisa dibilang sangat tak menentu dan tak jarang lebih sulit secara psikologis dari kondisi si karyawan sebelum melahirkan.
Oleh karena itulah, lingkungan kerja atau karyawan lain idealnya memahami dan mempersiapkan beragam kondisi saat ada rekan kerja yang baru saja masuk kantor pasca cuti melahirkan. Dikutip dari WorkingMother.com, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda persiapkan jikalau ada rekan kerja yang baru saja masuk pasca cuti melahirkan.
Sambut dengan senyuman hangat dan berbagai energi positif.
Pada dasarnya, karyawan yang baru saja masuk atau aktif bekerja pasca cuti melahirkan memang lebih rentan alias tidak stabil emosinya. Seperti disebutkan sebelumnya, rekan kerja yang baru saja masuk pasca cuti panjang untuk melahirkan kondisinya hampir sebagian besar atau kebanyakan lebih sulit karena memang masih harus berjuang menyesuaikan jam tidur misalnya dan beradaptasi mengurus si buah hati.
Oleh karena itu, agar mereka bisa kembali nyaman dan produktif bekerja maka tak ada salahnya Anda rekan kerja bisa memberikan sambutan hangat serta berbagai energi positif lainnya. Seperti misalnya, Anda bisa memberikan kejutan kecil-kecilan dengan menyiapkan hadiah kecil seperti voucher diskon untuk makan siang atau paket manis untuk si kecil atau sang ibu.
Selain itu, sebagai rekan kerja Anda juga bisa menyambut mereka dengan senyuman dan sapaan hangat seperti menanyakan kabarnya yang lama tak terlihat di kantor atau kabar dari sang buah hati. Anda juga bisa memberikan pujian kepada mereka atas apa yang sudah dan akan dilaluinya sebagai seorang working mom.
Hal ini bisa saja dilakukan karena memang beberapa orang percaya bahwa kata-kata pada dasarnya bisa berarti sesuatu hal yang amat besar untuk seseorang.
Menjadi rekan mengobrol yang baik dan ‘sehat’.
Stres yang dialami karyawan pasca cuti melahirkan bisa disebabkan berubahnya lingkup ‘pergaulan’ selama mengurus anak yang baru saja lahir dan keluarga. Untuk itulah, saat karyawan yang baru saja cuti melahirkan masuk kembali bekerja usahakan jadilah tak hanya rekan kerja tapi juga rekan mengobrol yang baik nan ‘sehat’.
Ceritakan segala hal yang terjadi di sekitar kantor saat rekan kerja cuti beberapa saat untuk melahirkan. Lakukan hal ini pada jam istirahat makan siang, bisa di kantin atau pantry kantor jika ada atau di caffe maupun restoran sembari makan ataupun ngopi.
Tak hanya bercerita, Anda juga bisa mendengarkan segala cerita pengalaman baik suka maupun duka si rekan kerja saat cuti melahirkan atau pengalaman saat mereka menjadi ibu dan harus mengurus si buah hati sendiri. Agar obrolan lebih ‘sehat’ juga, maka Anda pun bisa menyelingi obrolan dengan saran (dengan catatan Anda juga memiliki pengalaman baik serta adalah ibu bekerja juga misalnya).
Anda bisa memberikan tips dan trik menjadi ibu yang baik. Seperti misalnya, bagaimana cara menghasilkan ASI yang lancar untuk ‘tabungan’ buah hati kala ibunya bekerja atau Anda juga bisa memberikan saran dimana bisa membeli perlengkapan bayi dengan harga terjangkau tapi berkualitas.
Percayalah berbagi saran dan pengalaman melalui obrolan ringan bisa sangat membantu si rekan kerja yang baru saja kembali bekerja pasca cuti melahirkan dalam mengatasi stres yang mungkin ia alami. Namun ingat, jangan kelewatan mengobrol hingga Anda dan rekan kerja lupa waktu atau malah mengganggu produktivitas rekan kerja lainnya.
Jadilah rekan kerja yang suportif dengan siap sedia menggantikannya saat keadaan mendesak.
Menjadi karyawan yang baru saja melahirkan pasti berbeda dengan menjadi karyawan yang masih single atau telah memiliki anak dengan usia remaja atau dewasa. Tak jarang, akan ada saja keadaan mendesak yang membuat rekan kerja Anda yang baru saja melahirkan harus pulang kantor lebih cepat atau malah tidak masuk sama sekali.
Misal, karena si anak tiba-tiba rewel karena sakit atau si anak harus diberikan berbagai imunisasi yang terkadang waktu pelaksanaannya bertepatan dengan waktu kerja. Sehingga, mau tak mau mereka harus cuti mendadak dan meninggalkan pekerjaannya sesegera mungkin.
Sebagai rekan kerja yang baik nan suportif, tak ada salahnya Anda dengan sukarela bisa menggantikan atau mengerjakan beberapa tugasnya. Hal ini memang perlu Anda lakukan sebenarnya bukan hanya untuk menerima balas jasa saja dari si rekan kerja, tapi juga demi keberlangsungan atau produktivitas tim kerja atau perusahaan.
Selain langkah tersebut di atas, perusahaan sebenarnya juga bisa menyediakan sistem cuti kerja atau day-off yang lebih efisien dan efektif. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan fitur pengelolaan cuti yang terintegrasi di Talenta.
Cuti atau day-off tiap karyawan bisa dilakukan dengan mudah dan dapat diawasi dengan teliti karena dibantu oleh sistem yang terintegrasi.
Sumber data : www.workingmother.com
Sumber gambar : www.pexels.com

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.