3 Langkah Tepat Negosiasikan Gaji Saat Wawancara Kerja

3 Langkah Tepat Negosiasikan Gaji Saat Wawancara Kerja

Pada tahapan akhir rekrutmen, biasanya Anda akan sampai pada proses wawancara yang mana nantinya akan banyak dibahas mengenai kontrak kerja. Salah satu poin yang dibicarakan saat wawancara akhir biasanya adalah soal gaji. Meski terdengar mudah, membicarakan gaji pada saat tahapan wawancara akhir sebenarnya bukanlah perkara mudah.
Pasalnya, saat membicarakan gaji hampir sebagian besar dari calon karyawan biasanya ragu saat ingin negosiasi meminta gaji dengan besaran yang terlalu tinggi. Tak jarang, karena ragu melakukan negosiasi banyak karyawan juga langsung setuju dengan gaji yang ditawarkan meski besarannya terlalu kecil atau rendah.
Agar hal di atas tak terjadi pada Anda, maka saat wawancara kerja maka Anda wajib melakukan tiga langkah negosiasi berikut ini.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.
  1. Ketahui dahulu kisaran gaji yang tepat Anda terima.

Ada baiknya memang jauh sebelum menghadapi wawancara akhir dengan agenda membicarakan kontrak, Anda terlebih dahulu mencari tahu kebijakan perusahaan termasuk soal gaji. Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah jalan Anda melakukan negosiasi soal gaji.
Ada banyak cara untuk mengetahui kira-kira berapa kisaran gaji yang tepat untuk pekerjaan yang Anda lamar. Pertama, Anda bisa menanyakan dengan teman yang berprofesi sama atau jika memiliki kenalan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut maka Anda bisa menanyakan langsung. Kedua, Anda bisa juga mencari informasi lewat situs tentang perkiraan gaji berbagai profesi yang kini mulai menjamur.

  1. Hindari memulai, biarkan pewawancara yang melakukan pembicaraan pertama soal gaji.

Agar proses negosiasi gaji berjalan lancar, maka Anda tak diperbolehkan untuk menanyakan soal gaji terlebih dahulu. Sebaiknya tunggu hingga pewawancara menyampaikannya. Jika pewawancara sudah membahas atau masuk dalam diskusi soal gaji, maka mulailah menegosiasikan besarannya. Namun dengan catatan, sampaikan angka yang rasional dan ajukan negosiasi hanya ketika angka besaran yang ditawarkan perusahaan tak sesuai dengan standarnya.
Saran kami, saat negosiasi Anda wajib menyebut spesifik gaji yang diminta. Memberikan nilai gaji yang spesifik dan bukan perkiraan akan menunjukkan bahwa Anda orang yang tegas mengenai keuangan dan menghargai nilai bisnis untuk diri Anda sendiri.

  1. Usahakan fleksibel saat melakukan negosiasi.

Jikalau pewawancara atau pihak perusahaan nyatanya tak setuju dengan besaran gaji yang Anda minta dan menawarkan lebih rendah, maka cobalah bersikap yang lebih fleksibel. Tanyakan seputar kompensasi lain yang mungkin bisa Anda terima di luar gaji, seperti tunjangan transportasi, uang pulsa, asuransi kesehatan dan bonus tambahan.
Bila penawaran perusahaan cukup rasional dan tak terlalu merugikan maka tak ada salahnya Anda menerima pekerjaan tersebut. Terutama bagi para calon karyawan yang baru memulai karir, pastikan masalah gaji adalah nomor kesekian. Pandanglah tawaran pekerjaan dengan gaji yang tak sesuai dengan harapan misalnya, sebagai wadah untuk mencari pengalaman atau batu loncatan.
Jika Anda terbukti berkompetensi dan terampil, maka seiring berjalan waktu perusahaan akan menghargai diri Anda dengan banyak cara. Salah satunya, bisa dengan jalan memberikan gaji yang sesuai dengan harapan Anda.
 


PUBLISHED05 Jul 2017
talenta
talenta