HRD Wajib Melakukan 5 Hal ini dalam Mengelola Shift Kerja

HRD Wajib Melakukan 5 Hal ini dalam Mengelola Shift Kerja

Di Indonesia, setiap perbedaan jenis usaha atau sektornya, berbeda juga jadwal kerja yang diterapkannya. Salah satunya jadwal kerja dengan sistem shift, jadwal kerja yang digunakan perusahaan untuk memaksimalkan kinerja karyawan dan produktivitas perusahaan karena biasanya perusahaan beroperasi selama 24 jam. Dalam mengelola kerja shift, perusahaan yang menerapkan biasanya perusahaan yang beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Contoh bidang kesehatan, pariwisata, transportasi, telekomunikasi, penyediaan listrik dan lain-lain.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Mengelola jadwal kerja bagi para karyawan dapat menjadi hal yang sulit bagi HRD. Walaupun terlihat tidak penting, tetapi ternyata pengelolaan shift kerja ini cukup penting dalam menentukan kesuksesan suatu perusahaan.Contohnya, ketika jadwal kerja shift menerapkan sistem yang lebih panjang atau biasa disebut dengan long shift, tentu ini akan membuat karyawan merasa lebih lelah dibandingkan dengan sistem shift biasa. Jika terus menerus dilakukan pada satu karyawan yang sama pun akan menurunkan produktivitas karyawan dalam perusahaan itu sendiri.

Meskipun begitu, ternyata jadwal kerja shift memiliki fleksibilitas yang tinggi dan karyawan mudah lebih mudah untuk menentukan kapan harus berlibur karena adanya kejelasan dari perusahaan. Lalu, apa yang wajib dilakukan oleh HRD perusahaan agar jadwal kerja karyawan dapat dibuat dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan? Apa saja hal-hal yang dapat membuat kedua belah pihak baik karyawan maupun perusahaan mendapat keuntungan?

Mencoba untuk berkomunikasi antara HRD dan karyawan tentang mengelola jadwal kerja shift. Sebagai HRD, Anda wajib memahami dan menghargai kehidupan karyawan lain di luar pekerjaan. Setiap karyawan memiliki kebutuhan individu masing-masing yang berbeda. Dengan berkomunikasi, karyawan akan memberitahu kapan mereka dapat menyanggupi untuk bekerja dalam sistem shift. Apakah mereka menyanggupi shift pagi, sore ataupun malam. Hal ini juga akan memberi mereka peluang antara karir dan mengatur kehidupan pribadi mereka.

  • Jangan Sampai Karyawan Menumpuk pada Satu Shift Tertentu

HRD harus mengatur agar karyawan tidak menumpuk pada satu shift. Misalnya, HRD membuat 3 orang pekerja pada shift pagi, lalu 10 orang bekerja pada shift sore dan 2 orang bekerja pada shift malam. Meskipun dengan alasan jam kerja shift sore lebih ramai, seharusnya HRD tetap menyeimbangkan antara ketiga shift tersebut agar workload yang dikeluarkan tidak berlebihan antara satu karyawan dengan karyawan lainnya. Faktor yang menjadi aturan jadwal kerja shift, jangan hanya melihat keramaian tetapi lihat juga tugas lainnya yang memang cukup menjadi beban jika hanya dilakukan oleh satu dua orang. Jangan sampai ada ketimpangan yang terlalu jauh antar shift pagi, sore maupun malam. 

Baca juga : 5 Kesalahan Saat Atur Jam Kerja Shift, Apa Saja?

  • Buat Jadwal dengan Jelas

Ketika HRD akan mengelola dan membuat jadwal kerja shift, gunakan aplikasi yang dapat membantu HRD dalam pembuatannya. Coba buat dengan sederhana dan seimbang, serta mudah dipahami oleh karyawan. Sebagai HRD, juga dapat menggunakan aplikasi seperti Attendance by Talenta yang memiliki fitur seperti pengaturan jadwal kerja shift, susun roster, lalu HRD dapat membagikan kepada karyawan dalam aplikasi serta HRD juga dapat memonitor jadwal shift karyawan. Tentu, dengan aplikasi, jadwal akan dibuat lebih jelas dibandingkan dengan menggunakan excel apalagi kertas yang dapat menimbulkan human error.

  • Lakukan Roster Secara Berkala

Jadwal waktu kerja shift yang berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lainnya akan membedakan juga kesehatan dan mental karyawan tersebut. Misalnya, karyawan A bekerja shift malam selama 2 minggu tentu kesehatannya akan berbeda dengan karyawan B yang bekerja shift pagi selama 2 minggu. Maka dari itu, susun roster jadwal kerja secara berkala antara karyawan shift pagi, sore maupun malam. Buat jadwal perubahan maksimal satu minggu agar tidak mengganggu kesehatan dan mental karyawan. Hal ini juga akan melepaskan stress karyawan dan menghindari kejenuhan dan kebosanan.

  • Tidak Lebih dari Aturan Yang Berlaku

Jika didasarkan atas undang-undang dalam pemberlakuan sistem kerja shift yaitu UU Ketenagakerjaan Pasal 77, maka sistem kerja shift seharusnya dilakukan maksimal 7 jam sehari atau 40 jam per minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu. Atau dapat juga 8 jam sehari atau 40 jam per minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu. Jangan mencoba untuk melebihi aturan yang berlaku karena dapat merugikan perusahaan dalam mengelola shift karyawan.

Begitulah hal-hal yang wajib dilakukan oleh HRD dalam mengelola shift kerja karyawan. Oleh karena dalam pengelolaan yang baik, akan meningkatkan kinerja karyawan dan begitu juga dengan produktivitas perusahaan.


PUBLISHED23 Mar 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah